Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Demi Keamanan Penyeberangan dan Pelayaran, Kapal Limbah Beracun Diatur Terpisah

Bali Tribune/ Kendaraan yang memuat limbah B3 mulai diatur penempatan terpisah dengan angkutan reguler.

balitribune.co.id | Denpasar  - Otoritas pelabuhan penyeberangan mewajibkan pengangkutan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) memakai kapal khusus, yang terpisah dengan penumpang reguler. Intinya kapal pengangkut limbah B3 (transpoter) tak boleh campur dengan kapal penumpang.
 
Hal tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Perhubungan RI No PM 103 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Penyeberangan.
 
Kepala Seksi Angkutan Penyeberangan Direktorat Transportasi Sungai Danau dan Penyebrangan (TSDP), Eko Indra Yanto, mengatakan, aturan ini dibuat untuk menjaga keamanan dan kenyamanan selama penyeberangan di laut. Hal itu diungkapkan saat memaparkan materi "Sosialisasi Tata Cara dan Administrasi Pengangkutan Bahan Berbahaya Beracun (B3) pada Pelabuhan Penyeberangan", belum lama ini.
 
Dijelaskannya, persyaratan kapal pengangkut limbah B3 harus dilengkapi daftar jenis muatan (manifest), penandaan (marking), penamaan (labelling), dan penempatan (storage). "Jadi harus ada pemisahan antara angkutan reguler dengan angkutan limbah B3. Bukan saya yang memerintahkan. Tapi memang aturannya demikian. Jika dicampur, efek atas risiko kapal pengangkut ada banyak sekali," katanya.
 
Lebih lanjut, Eko menjelaskan, kebijakan dengan menggunakan kapal khusus mulai diberlakukan per tanggal 1 September 2021, setelah dilakukan sosialisasi tata cara dan administrasi pengangkutan B3 pada pelabuhan penyeberangan tersebut. Selain itu, UU No 17 tahun 2008 tentang Pelayaran disebutkan jika syahbandar mempunyai ttugas melakukan pengawasan bongkar muat barang berbahaya.
 
Sementara, operator kapal wajib lapor ke syahbandar, sebelum kapal pengangkut barang berbahaya tiba, serta operator pelabuhan wajib menyediakan tempat penyimpanan atau penumpukan barang berbahaya dan menjamin keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas barang di pelabuhan. "Membawa masuk muatan berbahaya ke area pelabuhan tidak dibenarkan tanpa persetujuan syahbandar, " tegasnya.
 
Dalam UU 17 No 2008 itu juga ditegaskan, pemilik, transporter, dan operator kapal yang mengangkut barang berbahaya dan barang khusus wajib menyampaikan pemberitahuan kepada Syahbandar. "Ada juga sanksi hukum. Jika mengangkut limbah B3 tidak sesuai spesifikasi dikenai pidana tiga tahun dan denda Rp 400 juta. Jika menyebabkan kerugian harta dikenai pidana empat tahun dan denda 500 juta rupiah," paparnya.
 
Dan jika menyebabkan kematian dan kerugian harta dikenai pidana 10 tahun, denda Rp 1,5 miliar rupiah. Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi TSDP BPTD Wilayah XII, Dharmawanto, ST, MT, mengatakan, sosialisasi penting dilakukan karena belum ada standarisasi yang menjadi acuan syahbandar, operator kapal dan operator pelabuhan untuk pengurusan dan penanganan barang berbahaya lewat penyeberangan.
 
Secara terpisah, Kepala BPTD Wilayah XII Bali dan Nusa Tenggara Barat, Muiz Thohir, mengatakan, kegiatan ini dalam rangka memberikan sosialisasi kepada para stakehokder, terkait dengan pengangkutan B3 di pelabuhan penyeberangan. Kabid Pelayaran Dishub (Dinas Perhubungan) Prov Bali, Gede Ari, menegaskan, ada sanksi hukum jika pelaku angkutan B3 tidak mematuhi ketentuan terkait pengangkutan limbah B3 ini.
 
"Kita belum/tidak masuk ke permasalahan biaya, karena itu, ranahnya Business to Business (B2B) antara transporter B3 dan Operator Kapal. Apabila memang ada ekses yang timbul, nanti bisa didiskusikan kembali," kata Gede Ari. Pada prinsipnya, pihaknya mengharapkan kegiatan pengangkutan limbah B3 di pelabuhan penyeberangan, sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan. Dia berharap aturan ini dipatuhi.
 
Menurut Gede Ari, kegiatan sosialisasi ini momentum tepat terutama bagi para transporter limbah B3 agar ada standarisasi terkait SOP pengangkutan limbah B3. "Terus terang saja, masalah ini ada di Bali. Nama besar Bali dipertaruhkan dalam pengelolaan pembuangan sampah limbah B3. Harus juga dipikirkan dampak terhadap lingkungan. Di sini, perlu ada sinergitas instansi satu dengan lainnya," kata dia.
wartawan
VTR
Category

114 Penduduk Pendatang Disasar Sidak Temesi Gianyar

balitribune.co.id | Gianyar - Satpol PP Kabupaten Gianyar bersama Tiga Pilar Desa Temesi bersama melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap penduduk pendatang di Banjar Temesi, Desa Temesi, Kecamatan dan Kabupaten Gianyar, Minggu (27/9/2026) malam. Seratus lebih penduduk pendatang diperiksa dan masih ada yang belum laporan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Propam Polres Gianyar Selidiki Anggota Jual Senpi Ilegal 

balitribune.co.id | Gianyar - Usut asal-usul kepemilikan senjata yang diamankan Satreskrim Polresta Denpasar dari seorang pria berinisial Ade Ready MP alias ARM yang ditangkap dalam kasus narkoba, menjadi perhatian serius Kapolres Gianyar. Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Gianyar pun langsung mengamankan personilnya dna kini sedang menjalani pemeriksaan intensif.

Baca Selengkapnya icon click

Pemotor Oleng Tabrak Truk Angkut Baja Ringan Hingga Tewas

balitribune.co.id | Tabanan – Seorang pengendara sepeda motor, Saiful Anwar (24), tewas di Jalur Denpasar-Gilimanuk usai menabrak truk pengangkut baja ringan di wilayah Kecamatan Kerambitan.

Kecelakaan maut yang melibatkan motor Honda Beat DK 3576 UR dan truk AG 8147 Y tersebut terjadi pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 19.40 Wita.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Jembatan Yeh Ngigih Mulai Dibeton, Jalur Gadung Sari-Pesagi Ditutup

balitribune.co.id | Tabanan – Akses jalan penghubung Desa Gadung Sari di Kecamatan Selemadeg Timur dan Desa Pesagi di Kecamatan Penebel melalui Jembatan Yeh Ngigih akan ditutup total mulai Selasa (29/9/2026).

Penutupan rute antarkecamatan tersebut dilakukan seiring perbaikan jembatan yang sudah masuk tahap pembetonan. Penutupan jalur ini diterapkan lantaran material pembetonan akan segera tiba di lokasi proyek.

Baca Selengkapnya icon click

Puskesmas II Sanur Direncanakan Pindah Lokasi 

balitribune.co.id | Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar tengah mengkaji rencana relokasi Puskesmas II Denpasar Selatan yang saat ini berlokasi di Jalan Danau Buyan III, Sanur. Relokasi diusulkan sebagai langkah jangka panjang untuk memastikan keberadaan fasilitas pelayanan kesehatan tersebut berada di atas aset milik pemerintah daerah. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.