Dermaga I Padang Bai Rusak, Antrean Kendaraan Penyeberang Padat | Bali Tribune
Bali Tribune, Kamis 13 Agustus 2020
Diposting : 9 December 2019 10:18
Andy husein - Bali Tribune
Bali Tribune/ANTREAN - Tampak antrean panjang kendaraan penyebrang cukup panjang kendati pantauan koran ini sore hingga petang kemarin masih tertampung di dalam areal parkir dalam pelabuhan, artinya hingga petang kemarin belum terjadi antrean kendaraan di luar pelabuhan.

balitribune.co.id | Amlapura - Arus penyeberangan di Pelabuhan Padang Bai, Karangasem, Minggu (8/12) kemarin berlangsung padat, antrean panjang kendaraan penyebrang terjadi dan cukup panjang kendati memang antrean kendaraan dari pantauan koran ini sore hingga petang kemarin masih tertampung di dalam areal parkir dalam pelabuhan, artinya hingga petang kemarin belum terjadi antrean kendaraan di luar pelabuhan.

Kepadatan arus penyebrangan di pelabuhan ujung timur Bali ini terjadi menyusul ditutupnya  sementara seluruh aktifitas bongkar muat kapal di Dermaga I Padang Bai, karena bagian landasan Mobile Bridge dermaga ini tengah dalam perbaikan setelah mengalami kerusakan atau keropos pada bagian ujung landasan yang bersentuhan langsung dengan Ramdoor kapal ferry ketika sandar di dermaga tersebut.

Sejumlah teknisi terlihat sibuk melaksanakan perbaikan utamanya pengelasan lembaran baja tebal di bagian landasan dermaga. Sementara kendaraan truk harus antre dalam pelabuhan, menunggu datangnya Ferry yang akan bongkar muat di Dermaga II dan lanjut menyebrangkan mereka ke Pelabuhan Lembar, Lombok.

“Saya tiba di Pelabuhan sekitar jam 5.00 Wita pagi, dan sampai petang ini belum bisa naik keatas kapal. Kalau antre ya lumayan mas cuman saya dan yang lainnya khawatir kalau sampai menginap di pelabuhan! Gimana ya, bekal saya sangat minim,” ungkap Priono sopir truk asal Blitar, Jawa Timur.

Selain khawatir bekal mereka habis, para sopir truk ini mengaku kurang nyaman harus jika anytre terlalu lama diareal lapangan parkir pelabuhan, apalagi sampai berjam-jam karena saat siang hari cuaca sangat panas dan matahari sangat terik. “Kita gak kuat lama-lama ditas mobil truk mas, panas sekali dan kita tidak boleh ninggalkan kendaraan karena nantinya ada pergeseran antrean,” ucap Taupik, sopir truk lainnya asal Bogor Jawa Barat.

Taufik sendiri sudah terbiasa dengan kondisi dermaga pelabuhan Padang Bai yang kerap kali rusak dan memicu antrean panjang tersebut. “Gak heran mas, dermaga pelabuhan di Padang Bai ini memang langganan rusak. Jadi saya sudah terbiasa kalau di Padang Bai,” celotehnya sembari mengatakan dirinya akan menyebrang ke Lombok untuk mengantarkan muatan truknya ke Kota Mataram.

Dipoihak lain, Supervisi PT ASDP Padang Bai, Nengah Arsa, ketika ditemui koran ini Minggu kemarin, mengaku drinya tidak diizinkan untuk memberikan keterangan terkait kerusakan dermaga I tersebut. “Saya tidak diberikan izin untuk memberikan keternagan, silahkan nanti sampean langsung konfirmasi sama pak Manager!” usulnya.

Namun dari informasi yang diperoleh koran ini, perbaikan dermaga I direncanakan akan memakan waktu hingga tiga hari kedepan. Sementara dari informasi petugas dilapangan, antrean panjang turk biasanya akan mengular sampai keluar areal parkir pelabuhan pada saat malam hingga menjelang subuh. Sedangkan untuk mengantisipasi antrean panjang kendaraan pihak Badan pengelola Transportasi Darat (BPTD) sudah mengatur jadwal keberangkatan kapal termasuk memperpendek waktu bongkar muat kapal, dari awalnya 90 menit menjadi 80 menit.