Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Desa Adat Gelgel Lombakan Ogoh-ogoh 17 Pasikian Yowana

Bali Tribune/ Bendesa Adat Gelgel Putu Gede Arimbawa, SH.


balitribune.co.id | Semarapura - Kepastian seluruh pasikian Yowana di lingkungan Desa Adat Gelgel, Klungkung sebanyak 17 Pasikian bakal dilombakan sehari jelang malam Pengrupukan sebelum Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Kamis 3 Maret 2022. Keputusan itu diambil Desa Adat Gelgel merujuk Keputusan Bapak Gubernur Wayan Koster yang mengembalikan keputusan tentang  Nyomiayang ogoh-ogoh kepada masing-masing di lingkungan Desa Adat masing masing,

Ditemui di Sekretariat Desa Adat Gelgel Bendesa Adat Gelgel Putu Gede Arimbawa, Selasa (22/2/2022), memastikan Desa Adat Gelgel menggelar lomba ogoh ogoh dilingkungan Desa Adat Gelgel. Namun dirinya dalam memberikan penilaian tidak semata mata dengan penampilan Ogoh ogoh masing masing seke Taruna dimasing masing Banjar Desa Adat. Hal itu diambil dalam kesepakatan paruman yang dilaksanakan baru baru ini dengan menghadirkan seluruh 17 Pasikian Yowana(Seke Taruna red) .

Ia menuturkan sebagai Desa Adat yang terluas cakupan wilayah Adatnya  di Kabupaten Klungkung, dimana terdiri dari 3 Desa Dinas yaitu desa Kamasan, Desa Tojan dan Desa Gelgel menyampaikan trimakasih kepada Gubernur Bali Wayan Koster dengan telah mengijinkan penyelenggaraan lomba ogoh ogoh ini. Berdasarkan hasil Paruman dimana penilaian lomba Ogoh ogoh pasikian Yowana se-Desa Adat Gelgel,dan kriteria penilaian lomba Ogoh Ogoh mengacu pada tatacara dan ketaatan peserta pengusung Ogoh Ogoh terkait PPKM di masa pandemi Covid-19.

Dengan demikian maka disepakati Desa Adat Gelgel akan melaksanakan pawai ogoh-ogoh dengan kriteria lomba dan pawai ditekankan pada ketaatan pada prokes, tidak ada pementasan terpusat, ogoh-ogoh hanya diusung keliling desa Adat Gelgel. “Kita sudah tetapkan untuk Pengusung wajib menunjukkan hasil rapid antigen dengan hasil negatif, pengusung dibatasi hanya 25 orang, wajib menggunakan masker.Juga  disepakati bahwa bila kondisi mengharuskan pembatalan pawai maka Desa Adat Gelgel akan membatalkan pawai dan hanya melakukan penilaian terhadap ketaatan pengusung ogoh ogoh terhadap disiplin  Prokes,” ujar Bendesa Putu Gede Arimbawa.

Desa Adat memberikan hadiah pemenang untuk masing masing pemenang Lomba Ogoh Ogoh untuk Juara 1 sebesar Rp 10 Juta Juara II sebesar 7, 5 Juta,Juara III sebesar 5 Juta.Sementaa itu Bendesa Adat Gelggel Putu Gde Arimbawa menegaskan, agar kesadaran untuk mementingkan tradisi upacara secara bijak dan tetap menegaskan agar yowana dapat menjadi contoh ketaatan terhadap prokes melalui ruang pawai ogoh-ogoh tersebut. Dia kepada Kelihan Banjar untuk bersama menjaga keselamatan warga masyarakat dan terutama para yowana dari akibat kesepakatan ini

“Dalam lomba ogoh ogoh kali ini tidak ada pemusatan atraksi lomba . Hal ini untuk menghindari penumpukan massa nantinya, sehingga warga hanya menonton ditelajakannya masih masing. Sementara untuk kriteria penilaian penekanannya pada ketaatan peserta melaksanakan Prokes yang disaratkan,” ujar Putu Gede Arimbawa.

wartawan
SUG
Category

Kementerian Ekraf Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional

balitribune.co.id I Badung - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui Direktorat Kuliner memfasilitasi jenama lokal dalam ajang internasional Food, Hotel & Tourism Bali (FHTB) 2026. Langkah ini merupakan strategi kunci untuk mendorong produk kreatif Indonesia menembus rantai pasok global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Plastik Mahal, Pedagang Denpasar Tak Lagi Sediakan Kresek

balitribune.co.id I Denpasar - Kenaikan harga plastik kemasan yang signifikan belakangan ini mulai berdampak pada pola transaksi di pasar tradisional. Sejumlah pedagang kini mulai memperketat imbauan pemerintah untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai guna menekan biaya operasional.

Baca Selengkapnya icon click

Insentif Pemuka Adat dan Agama di Denpasar Telan Rp2,8 Miliar per Bulan

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kebudayaan menganggarkan dana sebesar Rp33,8 miliar pada tahun 2026 untuk insentif pemuka adat, tokoh agama, dan pengurus subak. 

Alokasi bulanan yang disiapkan mencapai Rp2,82 miliar sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam menjaga tatanan budaya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.