Diposting : 26 May 2016 13:30
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
pertanian
BUAH NAGA - Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Badung, IB Yoga Segara menyerahkan bibit buah naga secara simbolis kepada pemuda tani.

Mangupura, Bali Tribune

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan wawasan para petani berkaitan dengan inovasi teknologi, Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan (P4S) Sedana Sari Banjar Mekarsari, Desa Selat, Kecamatan Abiansemal menggelar pelatihan kepada Pemuda Tani, Rabu (25/5).

Acara pelatihan ini dibuka Bupati Badung diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra IB Yoga Segara dan dihadiri Kadis Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan I Gst. Agung Ketut Sudaratmaja, Kabag Ekonomi Dewa Joni Astabrata, Muspika Kecamatan Abiansemal dan tokoh masyarakat setempat.

Bupati Badung dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesra IB Yoga Segara menyampaikan, pelatihan pemuda tani dipandang merupakan hal yang sangat istimewa, mengingat selama ini minat kalangan pemuda terhadap sektor pertanian cendrung semakin menurun.

Dengan demikian kegiatan ini adalah paradoks dari fakta yang ada sekarang, sehingga dinyatakan sesuatu yang istimewa dan sekaligus sangat strategis. Saat ini Bupati dan Wakil Bupati Badung sedang giat-giatnya menyusun Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2016-2021, sesuai dengan amanat Undang-undang. RPJMD harus linier dengan program Nasional, Provinsi dan Kabupaten utamanya aspirasi masyarakat.

RPJMD Kabupaten Badung kali ini adalah RPJMD Semesta Berencana, sebagai bentuk pengejawantahan ajaran Tri Sakti Bung Karno dan program Nawacita Presiden Jokowi. Di dalamnya sangat mengakomodasi kepentingan pertanian dan pedesaan sebagai basis pembangunan ke depan.

Di bidang pertanian, kedaulatan atau ketahanan pangan hanya bisa direbut dengan optimalisasi potensi sumber daya lokal, yang berbasis pada sinergitas Pertanian-Pariwisata. Hal inilah yang sering dikatakan sebagai bentuk dari konsep pertanian kontemporer, yang dinamis dan jeli melihat peluang yang ada untuk sebesar-besarnya kesejahteraan petani.

Desa Selat telah dirintis menjadi kampung buah Naga dan mulai dikunjungi oleh wisatawan dengan minat khusus yang sudah beberapa kali datang. Upaya ini sangat sejalan dengan konsep pertanian kontemporer, oleh karena itu konsep ini perlu dimatangkan lagi dengan menyiapkan sumber daya manusia yang trampil dan bantuan sarana dan prasarananya.

Sementara itu, Kadis Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Badung I Gst Agung Ketut Sudaratmaja melaporkan, pelatihan pemuda tani kali ini merupakan yang ketiga, yang mana pertama di Desa Plaga untuk komuditas asparagus, yang kedua juga di Desa Plaga untuk komuditas jambu kristal dan yang ketiga di Desa Selat ini untuk komuditas buah naga.

Dengan demikian untuk ke depannya akan memiliki sentra-sentra buah yang disebut dengan program kampung buah, kampung bunga dan lain sebagainya. Tujuan Pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan wawasan serta berkaitan dengan inovasi teknologi, untuk mampu menjalankan usaha tani yang berorientasi kepada kebutuhan pasar dan untuk meningkatkan pendapatan dengan mengusahakan komoditi yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Adapun sasaranya adalah pemuda tani yang menggeluti pertanian secara aktif dan memiliki keinginan untuk maju dan berkembang.

Dengan adanya pelatihan ini diharapkan terjadi peningkatan kemampuan wawasan dan ketrampilan bagi pemuda tani. Jumlah peserta pelatihan sebanyak 30 orang yang berasal dari Desa Selat. Pelatihan akan dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 25 s/d 26 Mei 2016 dengan narasumber Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali dan Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa (FP Unwar) Denpasar.