balitribune.co.id | Mangupura - DPRD Kabupaten Badung mendorong pemerintah daerah setempat menata utilitas publik di kawasan wisata dengan Jaringan Utilitas Terpadu (JUT) bawah tanah.
Hal ini penting untuk menjaga estetika dan kenyamanan masyarakat dan wisatawan yang berkunjung.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung, I Wayan Puspa Negara, menyatakan kabel semrawut di kawasan wisata merusak pemandangan dan menyulitkan upacara adat. JUT bawah tanah jadi solusi untuk mengurai tumpang tindih kabel optik, kabel seluler hingga jaringan PLN yang selama ini terpasang tidak teratur dan semakin bertambah seiring waktu.
"Jaringan utilitas yang ada diatas sangat semerawut, sebaiknya ada dibawah tanah, biar estetika kawasan menjadi rapi dan bersih," ujarnya.
Tahun 2017, kata Puspa Negara, Pemkab Badung telah membuat Jaringan Utilitas Terpadu bawah tanah dari Basangkasa hingga Seminyak, ini sudah ada jaringannya. Hanya saja provider belum ada yang masuk ke dalam tanah. Ia mendorong pemerintah khususnya Badung ketika membangunan infrastruktur dari jalan protokol, jalan ring road dan jalan lingkungan agar semua utilitas masuk ke dalam tanah.
"Contohnya di Legian sudah ada beberapa ruas jalan dengan utilitas bawah tanah, seperti Jalan Dewi Sri dan Jalan Legian, sehingga mempercantik kawasan" kata Puspa Negara.
Pemkab Badung diminta komitmen menata utilitas secara menyeluruh dan berkelanjutan, seiring pembangunan infrastruktur daerah. "Pembangunan infrastruktur Badung harus berkelas, world class. Utilitas yang ada diatas kepala kita harus dibawah tanah, kemudian tiang yang beranak pianak, bercucu bahkan bercicit, harus segera dibereskan," pintanya.
Selain itu politisi asal Legian ini juga meminta di tahun 2026 agar dilakukan beautifulfikasi termasuk pendestrian (trotoar) di kawasan Seminyak, Legian dan Kuta.
"Kami juga dorong beautifulfikasi pedestrian di Samigita yang saat ini dalam tahap detail engineering," tukasnya.
Sementara itu Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa dalam berbagai kesempatan mengaku penataan kabel provider sudah dilakukan secara bertahap. Penertiban ini bagian dari upaya Pemkab Badung menata kerapian infrastruktur dan memastikan kenyamanan publik.
Adi Arnawa memastikan prioritas utama, setiap lokasi yang sedang dalam proses perbaikan trotoar, kabel-kabel provider segera diturunkan. "Saya ingin Bali ini cantik," tegas bupati.
Sudah ada 7 titik yang diturunkan dari 23 titik yang ditarget tuntas tahun 2025. Pemkab Badung, lanjut dia, juga gencar melaksanakan program penataan utilitas terpadu agar seluruh jaringan kabel udara ke bawah tanah.