Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dewan Usul Bangun Sekolah Baru, Pemkot Terkendala Lahan

Dewan Usul Bangun Sekolah Baru, Pemkot Terkendala Lahan
Bali Tribune/nanda - Pendaftaran ke SMP Negeri di Denpasar melalui jalur zonasi. Karena terbatasnya keberadaan sekolah, tidak semua siswa bisa terakomodasi di SMP Negeri yang ada di Kota Denpasar.

Balitribune.co.id | Denpasar - Penerapan sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP Negeri di Denpasar menimbulkan sejumlah persoalan. Akibat penerapan sistem tersebut, banyak anak yang tidak terakomodir di sekolah negeri yang ada, mengingat belum meratanya keberadaan sekolah negeri (khususnya tingkat SMP) di Kota Denpasar.

Melihat kondisi ini, muncul usulan untuk melakukan pemerataan sekolah negeri di wilayah Kota Denpasar. Salah satu caranya dengan menambah jumlah SMP Negeri di desa atau kelurahan yang sebelumnya tak terjangkau. “Penerapan PPDB dengan sistem zonasi memunculkan kegaduhan yang luar biasa,” bilang anggota DPRD Kota Denpasar, AA Ngurah Mahendra.

 “Banyak anak- anak kita yang harus bersedih karena tidak bisa bersekolah di sekolah negeri karena tinggal dil luar zonasi atau jauh dari sekolah. Bagi kami sendiri, sistem zonasi pada prinsipnya berkeadilan, justru tidak mengandung prinsip berkeadilan,” ujar Mahendra saat menyampaikan interupsi dalam sidang Paripurna DPRD Denpasar, Senin (15/07/2019).

Pada sidang paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, dihadiri Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara, dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Mahendra dengan lantang mengatakan, sistem zonasi tidak memenuhi prinsip berkeadilan karena keberadaan SMP Negeri belum merata di wilayah di Kota Denpasar.

Dia mencontohkan, di Kelurahan Padangsambian, banyak anak yang tidak bisa sekolah di SMP Negeri karena di wilayah tersebut tidak ada SMP Negeri. “Karena SMP Negeri tidak ada, tentu anak-anak di Kelurahan Padangsambian tidak bisa sekolah di SMP Negeri,” ujarnya. Anggota Fraksi Golkar DPRD Denpasar menyikapi dengan melakukan pembangunan SMP Negeri baru.

“Sudah saatnya Denpasar mewujudkan pembangunan SMP Negeri lagi di Denpasar. Kalau di Padangsambian bisa dibangun bersebelahan dengan SDN 9 Padangsambian,” usulnya. Menyikapi hal tersebut, Ketua DPRD Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, mengaku sudah pernah mengkomunikasikan hal ini dengan Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra.

Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara, mengaku, sudah sejak awal mengkhawatirkan penerapan zonasi di Denpasar. Berkenaan dengan pembangunan SMP Negeri, pihaknya menyatakan Walikota Denpasar sangat setuju. Hanya saja hingga saat ini kendala yang dihadapi yakni persoalan lahan. “Masalahnya saat ini terbatasnya lahan yang tersedia,” kata dia.

Ada kabar gembira, Gubernur Bali akan memberikan satu lahan seluas 2,4 hektar di Kertalangu. Akan dibangun satu SMA Negeri dan satu SMK Negeri. Satu lagi akan dibangun satu SMP Negeri oleh Pemkot Denpasar. “Di Sidakarya juga ada lahan siap bangun. Kita lihat apakah memungkinkan untuk dibangun atau di wilayah lainnya seperti di Padangsambian,” pungkasnya. (*)

wartawan
Wayan Sudarsana
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Astra Motor Bali Hadirkan Super Deal Akhir Tahun “Astra Honda Vaganz"

balitribune.co.id | Denpasar – Guna memberikan manfaat lebih bagi masyarakat Bali, khususnya karyawan Grup Astra Bali, Astra Motor Bali menghadirkan program super deal akhir tahun bertajuk “Astra Honda Vaganza”. Program ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus komitmen Astra Motor Bali dalam mempermudah kepemilikan sepeda motor Honda menjelang penutupan tahun 2025.

Baca Selengkapnya icon click

Empat Kapolres dan Dua Direktur Polda Bali Diganti

balitribune.co.id | Denpasar - Gerbong mutasi di tubuh Polri kembali bergerak. Sebanyak 905 perwira Polri dimutasi mulai dari pangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) sampai Brigadir Jendral Polisi (Brigjen Pol). Mutasi sebanyak ini berdasarkan tiga Surat Telegram Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo bernomor; ST/2781A/XII/KEP./2025, ST/2781B/XII/KEP./2025, dan ST/2781C/XII/KEP./2025,  tanggal 15 Desember 2025. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Jatiluwih: Ketika Pariwisata Bertumpu pada Sawah dan Kesejahteraan Petani

balitribune.co.id | Hamparan sawah terasering Jatiluwih, Tabanan, Bali, selama ini memikat mata dunia. Namun daya tarik kawasan ini bukan semata pada panorama hijau berundak yang fotogenik. Di baliknya, hidup sebuah sistem peradaban agraris berusia lebih dari seribu tahun: Subak. Sistem irigasi tradisional ini bukan hanya mengatur aliran air, tetapi juga mengikat hubungan sosial, nilai religius, serta keseimbangan ekologis masyarakat Bali.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.