Dharma Shanti Penyepian Caka 1940 Pemkot Denpasar | Bali Tribune
Bali Tribune, Minggu 14 Juli 2024
Diposting : 26 March 2018 20:48
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
Penyepian
DHARMA SHANTI - Plt Walikota Denpasar IGN Jaya Negara menghadiri Dharma Shanti Penyepian Tahun Saka 1940 di Wantilan Pura Desa, Desa Pakraman Peguyangan, Denpasar, Sabtu (24/3) sore akhir pekan kemarin.

BALI TRIBUNE - Pemerintah Kota Denpasar menggelar Dharma Shanti Penyepian di Wantilan Pura Desa, Desa Pakraman Peguyangan, Denpasar, Sabtu (24/3) sore akhir pekan kemarin. Pelaksanan Dharma Shanti Penyepian Tahun Caka 1940 ini sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih, karena Hari Suci Nyepi dan Hari Suci Saraswati yang jatuhnya bertepatan pada hari yang sama sudah bisa berjalan dengan lancar.


Plt. Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara saat menghadiri Dharma Shanti Penyepian Kota Denpasar itu mengatakan, perayaan kedua hari suci yang jatuh bersamaan ini sarat akan makna, yang mana Hari Suci Nyepi merupakan hari kebangkitan yang memberikan kesadaran untuk mengendalikan diri, merevitalisasi diri serta senantiasa berupaya membangun kesucian dan harmonisasi baik dengan Tuhan Yang Maha Esa, alam semesta dan terutama dengan sesama manusia sebagai implemantasi ajaran Tri Hita Karana.


Sedangkan Hari Suci Saraswati merupakan sebuah tonggak bahwa umat Hindu diwajibkan untuk senantiasa mengejar ilmu pengetahuan agar menjadi manusia pradnyan, yakni ia yang menjunjung tinggi satyam,siwam serta sundaram (kebenaran, kemuliaan (kesucian) dan keindahan.


Untuk itu, melalui kegiatan Dharma Shanti Penyepian ini Pemkot mengajak seluruh masyarakat agar selalu bersyukur dan mulat sarira atas keberasilan yang telah di capai saat ini. Dan sebagai warga kota yang baik, memiliki kewajiban untuk selalu menjaga kedamaian, keharmonisan, ketertiban serta kelestarian Kota Denpasar.


“Oleh sebab itu, saya menghimbau, marilah momentum Dharma Shanti ini kita manfaatkan untuk membangun lebih kokoh lagi tali persaudaraan, hindari gesekan, ujaran kebencian serta fitnah yang dapat mengganggu kondusifitas, agar kondisi Denpasar senantiasa aman, tertib, damai dan bahagia”, ungkap Jaya Negara.


Sementara Ketua Panitia Dharma Shanti Kota Denpasar, Cokorda Putra Wisnu Wardana, mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari sad dharma yaitu salah satu cara melaksanakan kewajiban hidup sesuai petunjuk ajaran agama dalam rangka membangun suasana shanti (damai) dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.


Dikatakannya, dengan mengusung tema “Vasudhaiva Kutumbakam dengan pengertian bersama membangun damai dan bahagia karena kita bersaudara”.


"Oleh dasar itulah Dharma Shanti ini diharapkan semakin tumbuh subur rasa persaudaraan, rasa persatuan dalam perbedaan dalam rangka membangun Kota Denpasar yang damai dan bahagia," ujarnya.


Dharma Shanti Tahun Caka 1940 ini juga di hadiri oleh Ida Peranda Gede Putra Mas dari Geriya Gede Mas Timbul, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gst. Ngurah Gede, Sekda Kota Denpasar, AAN. Rai Iswara, Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya NegaraPalingsir Puri Peguyangan, AAN. Gede Widiada.