Dibentuk, ICKN Wilayah Bali | Bali Tribune
Bali Tribune, Sabtu 16 Oktober 2021
Diposting : 31 May 2016 12:41
Khairil Anwar - Bali Tribune
ICKN
DILANTIK – Penglingsir Puri Agung Singaraja Anak Agung Ugrasena tampak berpose bersama seusai dilantik sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Keraton Nusantara (ICKN) Bali.

Singaraja,Bali Tribune

Presidium Pusat Ikatan Cendekiawan Keraton Nusantara (IKCN) melantik pelingsir Puri Agung Singaraja,Anak Agung Ugrasena sebagai Ketua ICKN Provinsi Bali.Acara yang digelar Minggu (29/5) malam itu berlangsung di areal Puri Agung Singaraja. Sultan Sepuh XIV Cirebon, Pra. Arif Natadiningrat bersama Pangeran Nata Adiguna serta Mafud Toyib Jayakarta Adiningrat selaku Sekjen ICKN Pusat langsung melantik di hadiri sejumlah pejabat daerah.Diantaranya Kadusbudpar Provinsi Bali Dewa Putu Beratha, Asisten I Pemkab Buleleng,utusan Puri sejebag Bali serta dari Kesultanan Malaysia dan Singapura. ICKN dibentuk bertujuan memajukan budaya nusantara di bawah payung NKRI.

Ketua IKCN Bali AA Ngurah Ugrasena mengatakan,salah satu tujuan dari dibentuknya ICKN adalah untuk melestarikan budaya  serta tradisi agar tetap terjaga terutama budaya Bali sebagai salah satu etnis yang menguatkan identisas kebangsaaan dan kebudayaan nusantara.”Ini juga bagian dari pemberdayaan nilai-nilai puri agar bisa berperan aktif dalam menjaga adat dan budaya Bali.Termasuk juga memiliki nilai guna dan usaha guna,”ucap Ugrasena,Senin (30/5).

Menurut Ugrasena,bagi keluarga dan keturunan puri,mempunyai kewajiban untuk menjaga warisan budaya adi luhung terutama yang telah menjadi tradisi dan adat istiadat.”Kita punya kewajiban ke dalam untuk mewujudkan dan melestarikan budaya, mengembangkan segenap karakter dan potensi puri dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,”lanjutnya.

Sedangkan kewajiban keluar,katanya, tetap menjaga eksistensi puri sebagai salah satu perekat dan berperan aktif dalam upaya pemberdayaan masyarakat.”Intinya keberadaan puri masih berdaya guna,bisa bermanfaat untuk masyarakat luas serta bersinergi dengan pemerintah,”ujarnya.

Dikatakan,peran puri dimasa kini sangat berbeda dengan peran puri dimasa lalu.Jika dahulu,lanjutnya,puri atau keraton memiliki kekuasaan politik yang cukup tinggi.”Puri dimasa lalu sangat sentral perannya dalam bidang politik dan kekuasaan.Berbeda dengan sekarang puri sama sekali tidak memilki peran kekuasaan hanya diposisikan sebagai benteng budaya,”sambungnya.Dengan kondisi itu,Ugrasena mengibaratkan peran puri saat ini sebagai gajah yang telah kehilangan kekuatan secara politik.”Nah,dengan kondisi saat ini melalui ICKN kita ingin semua menyadari bahwa keberadaan puri dimasa kini masih memiliki kekuatan sejarah sebagai satu identitas bangsa karena merupakan elemen pembentuk NKRI,”ucapnya.

Terkait hubungan puri dengan masyarakat yang masih terjaga dibidang budaya.Ugrasena berharap sinergitas tersebut harus tetap terjaga dan berkesinambungan.Bahkan katanya,kedepan harus lebih kompleks.”Sinergitas kedepan saya harap lebih kompleks,misalnya dibidang ekonomi,moral dan seni budaya hingga politik.Yang berhimpun di ICKN tidak hanya orang puri namun ada juga cendikiawan dan professor sehinga keberadaannya dapat menjadi solusi bagi problem yang ada,”ujarnya.

Sementara itu,usai dilakukan pelantikan,ICKN Bali bekerjasama dengan Asosiasi Kebudayaan Asia-Singaraja memberikan kontribusi sebanayak 10.000 buku tulis  bagi siswa Sekolah Dasar (SD)  se-Kabupaten Buleleng dan sudah diserahkan secara simbolis.”Kita juga sudah menyepakati akan membangun rumah sakit dan universitas bertaraf internasional bersama asosiasi kebudayaan Asia-Singaraja yang akan segera direalisasikan dalam waktu dekat bersama pemerintah daerah,”tandasnya.

Adapun susunan pengurus ICKN Bali, A.A Ngurah Ugrasena (penglingsir puri agung singaraja), sebagai Ketua,Wakil Ketua A.A Ngurah Agung, Sekretaris A.A Ngurah Nitya Santhiarsa, Wakil Sekretaris,Shri IGst Ngurah Wira Wedawitry, Bendahara A.A Gde Putra, dan Wakil Bendahara A.A. Ayu Yuli Gayatri.