Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Didorong Sektor Pertanian Sejumlah LPD di Bali Tahun Buku 2020 Tak Terpengaruh Pandemi Global

Bali Tribune / LPD - Meskipun terjadi penurunan pendapatan masyarakat karena mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga penutupan tempat usaha, sejumlah Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Bali tampaknya tidak terpengaruh oleh kondisi tersebut.

balitribune.co.id | Denpasar – Selama 2020 yang merupakan tahun pandemi Covid-19, semua sektor turut menjadi korban dari wabah global ini. Hal tersebut berdampak pada melemahnya perekonomian nasional maupun internasional. Meskipun terjadi penurunan pendapatan masyarakat karena mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga penutupan tempat usaha, sejumlah Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Bali tampaknya tidak terpengaruh oleh kondisi tersebut. 

Pasalnya, pada laporan pertanggungjawaban (LPJ) tahun buku 2020 yang dilakukan sejak awal Januari 2021, beberapa LPD justru mencatatkan pertumbuhan kinerja selama masa pandemi yang didorong oleh pendapatan masyarakat di kawasan pertanian. Seperti yang terjadi di salah satu LPD di Kabupaten Gianyar di masa pandemi tahun 2020 masih mampu mencatatkan laba.

Pada LPJ tahun buku 2020 LPD Adat Alas Pujung di Kecamatan Tegalalang Kabupaten Gianyar melaporkan pencapaian laba di era sulit karena pandemi Covid-19. Pemucuk LPD Adat Alas Pujung, I Wayan Subawa Jaya saat dikonfirmasi, Selasa (26/1) menyatakan bahwa LPD mampu membukukan laba meskipun perekonomian masyarakat terimbas wabah global. 

Ia menyebutkan, hingga akhir Desember tahun 2020, aset mencapai Rp 5,2 miliar dengan pembukuan laba sebesar Rp 65  juta. "Di saat pandemi Covid-19 LPD kami mampu mencatatkan laba," ungkapnya.

Hal itu didorong oleh pendapatan masyarakat di Desa Adat Alas Pujung sebagian besar adalah di sektor pertanian  dan peternakan, maka LPD masih bisa tumbuh di saat pandemi seperti ini. "Masyarakat di Desa Adat Alas Pujung sebagian besar penghasilannya dari pertanian dan peternakan. Sehingga pada masa pandemi ekonomi masyarakat di sektor ini tidak begitu berpengaruh," katanya.  

Sementara itu LPD lainnya di Bali yang mencatatkan laba pada LPJ tahun buku 2020 adalah LPD Adat Sengkidu Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem. Bendesa Adat Sengkidu, Jro Mangku I Nyoman Wage menyatakan bahwa pada masa pandemi tahun 2020 lalu, LPD desa adat setempat membukukan pertumbuhan aset dan laba. Hingga Desember tahun 2020 aset mencapai Rp 51,3 miliar, mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2019 yang tercatat hanya Rp 49 miliar. 

Sedangkan laba tahun 2020 sebesar Rp 2,5 miliar yaitu mengalami pertumbuhan dari tahun 2019 yang sebesar Rp 2,4 miliar. "Kemudian dana pembangunan yang diserahkan ke desa adat sebesar Rp 504 juta pada tahun 2020," sebutnya. 

Hal ini berbanding terbalik dengan LPD yang berada di kawasan pariwisata saat pandemi mengalami penurunan aset dan laba. Saat ini, LPD yang pendapatan masyarakatnya atau nasabahnya di sektor pertanian, peternakan, perikanan dan lainnya masih mencatatkan pencapaian laba.

wartawan
Ayu Eka Agustini
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Insiden Manta Point, Turis Korea Selatan Ditemukan Tak Bernyawa Saat Snorkeling

balitribune.co.id | Nusa Penida - Niat menikmati keindahan bawah laut Nusa Penida berakhir tragis. Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Korea Selatan bernama Seungmin Ryu (40) dilaporkan meninggal dunia saat melakukan aktivitas snorkeling di perairan Manta Point, Kabupaten Klungkung, pada Selasa (2/2/2026) lalu.

Baca Selengkapnya icon click

Tabrakan Maut di Bypass Ir Soekarno, Pemotor Tewas Tabrak Truk Parkir

balitribune.co.id | Tabanan - Seorang pemotor tewas setelah menghantam truk tronton yang parkir di pinggir jalan Bypass Ir Soekarno, Banjar Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Rabu (4/2). Korban bernama I Wayan Sumerta (54) meninggal dunia di lokasi kejadian akibat masuk ke kolong kendaraan besar tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Menu Sate MBG Basi, Siswa di Dua SDN Karangasem Ogah Makan

balitribune.co.id | Amlapura - Nasi belum tanak serta lauk berupa sate basi membuat para siswa di dua Sekolah Dasar (SD) penerima manfaat MBG di Karangasem ogah memakannya pada Rabu (4/2) pagi. Dua SD yang menerima makanan basi tersebut masing-masing SD Negeri 5 Karangasem dan SD Negeri 1 Karangasem.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.