Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Digitalisasi LPD Dalam Pemulihan Perekonomian dan Peningkatan Pelayanan Hadapi Covid-19

Bali Tribune / I Nyoman Cendikiawan.

balitribune.co.id | Denpasar - Menghadapi  Covid-19, selaku salah satu lembaga keuangan yang ada di desa adat, selain mengikuti protokol kesehatan (prokes) Lembaga Perkreditan Desa (LPD) tetap berusaha secara "skala dan niskala", agar Covid-19 segera berlalu dan perekonomian masyarakat pulih kembali.

"Menyikapi hal ini LPD yang bergerak di bidang keuangan menempuh berbagai upaya agar kepercayaan masyarakat desa selaku nasabah tetap tumbuh," ujar Ketua Badan Kerjasama Lembaga Perkreditan Desa (BKS LPD) Provinsi Bali, I Nyoman Cendikiawan, di Denpasar (27/4/2021), seraya menambahkan, upaya itu antara lain dengan menjaga kondusifitas, likuiditas, kontinuitas termasuk imunitas.

Lantas ia menguraikan, kondusifitas yang dimaksud yaitu, krama adat di dalam desa adat haruslah kompak serta mampu mengayomi LPD itu, terlepas dari adanya usul, saran yang mestinya disampaikan dalam "paruman" namun tidak disampaikan secara perorangan  apalagi di media sosial yang berakibat timbulnya penafsiran yang berbeda.

"Akibatnya bisa dilihat, kepercayaan krama akan turun," ungkapnya.

Lantas terkait digitalisasi, menurutnya hal ini tak bisa dihindari. Meskipun basisnya desa adat LPD harus bertransformasi masuk dalam digitalisasi sistem keuangan.

"LPD harus inovatif menghasilkan berbagai ide-ide cemerlang sebagai bentuk peningkatan layanan kepada nasabah," katanya mewanti-wanti.

Digitalisasi sektor keuangan mesti disikapi dengan ide-ide kreatif, misalnya seperti yang dimiliki oleh LPD yaitu,  LPD Mobile, MPise, termasuk QRIS yang telah dikerjasamakan dengan BPD Bali.

Menurut Cendikiawan, ceruk pasar digitalisasi sangatlah besar, potensi ini mestinya mampu diraup dan dikelola LPD dalam meraup pasar dan meningkatkan pelayanan dan kepercayaan masyarakat.

Selain itu, sinergitas antar lembaga keuangan yang ada juga diperlukan dalam menghadapi pandemi Covid-19, tidak bisa berjalan sendiri. Meskipun mengusung konsep "bersaing dan bersanding" tapi sinergitas menjadi sesuatu yang mutlak dilakukan.

"Bersaing itu untuk meningkatkan pelayanan kepada "krama" yang notabene nasabah. Sedangkan bersanding kita tetap duduk bersama sesuai dengan Swadharma dan Swagina kita masing-masing," urainya, sembari menambahkan, dengan timbulnya persaingan, otomatis akan timbul rasa "jengah" menciptakan program-program sesuai argumen masing-masing.

Ia juga memyampaikan, bila memungkinkan stimulus sektor keuangan yang diberikan pemerintah terhadap industri keuangan bisa juga dirasakan oleh LPD. Tentu kebijakan ini ada di pemerintah provinsi, tujuannya agar pergerakan ekonomi masyarakat secara perlahan mulai pulih.

"Misal waktu hari raya Galungan dan Kuningan, transaksinya mencapai Rp 46 miliar lebih, dibandingkan dengan Maret yang hanya Rp 31,2 miliar. Ini yang saya katakan bahwa perekonomian masyarakat mulai pulih," tuturnya sekaligus menepis anggapan jika Galungan dan Kuningan memiskinkan masyarakat.

Ia berpendapat, Pemerintah Provinsi Bali selaku pengayom peraturan daerah tentang LPD, bisa kiranya menunjukkan kepedulian senafas dengan apa yang dilakukan pemerintah pusat memberikan stimulus bagi LPD.

"Apalagi dalam perda itu pembina kita Gubernur Bali, sekaranglah saatnya menunjukkan kepeduliannya baik moral ataupun material terhadap LPD menghadapi Covid-19," tandasnya.

Dalam kesempatan ini, Cendikiawan mengingatkan selama 37 tahun sudah LPD Bali turut serta melestarikan adat, seni, budaya Bali. Ibaratnya Bali itu seperti sebutir telur, dimana kuningnya adalah agama Hindu, putihnya adalah adat, seni dan budaya dan kulitnya adalah desa adat.

"Untuk menguatkan agama, adat, seni dan budaya, kulitnya yaitu desa adat harus kuat. Dan untuk menguatkan itu perlulah penguatan secara ekonomi dan salah satunya adalah LPD melalui  konsep para tetuwe (orang tua) Bali, yaitu "Panca We" atau 5W yang meliputi, Wareg (kenyang), Waras (sehat), Wastra (pakaian), Wisnu (perumahan), dan Waskita (hiburan)," tandasnya. Lantaran itulah ia menegaskan peran penting LPD tidak hanya sebatas pelestarian tapi memegang peranan penting dalam penguatan ekonomi "krama" Desa Adat di Bali .

wartawan
Arief Wibisono
Category

Bukan Perang, Tradisi Siat Tipat Desa Kapal Simbol Kehidupan dan Kesejahteraan

balitribune.co.id I Mangupura - Ribuan tipat dan bantal kembali “berterbangan” dalam tradisi Siat Tipat Bantal di Desa Adat Kapal, Mengwi, Badung, Sabtu (26/9/2026). Sekilas terlihat seperti aksi saling lempar, namun di balik kemeriahannya tersimpan filosofi kehidupan yang diwariskan leluhur.

Baca Selengkapnya icon click

Pengelola Tanah Lot Berbenah Sambut Libur Akhir Tahun

balitribune.co.id I Tabanan – Manajemen Operasional Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot mulai melakukan persiapan untuk menyambut libur panjang akhir tahun 2026 yang tinggal hitungan tiga bulan lagi.

Sejumlah persiapan secara umum sudah mulai dilakukan seperti peningkatan kebersihan, kenyamanan, hingga sistem keamanan untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan saat berkunjung.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Urai Macet Gilimanuk, Berbagai Skenario Diterapkan

balitribune.co.id I Negara - Arus lalu lintas menuju Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Jembrana, mengalami kemacetan parah hingga mengular sejauh 3,5 kilometer. Kondisi ini merupakan dampak domino dari aksi mogok massal dan blokade pintu keluar yang digelar puluhan sopir truk logistik di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Sabtu (26/9/2026) sore. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

BNNK Gianyar Obok-Obok Kafe Remang-Remang, 111 Orang Jalani Tes Urine

balitribune.co.id | Gianyar - Tempat hiburan malam yang sering disebuat Kafe Remang-remang kembali diobok-obok. Kali ini Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar gandeng aparat gabungan. Seratus lebih pengunjung, pelayan hingga pengelola tempat tersebut diwajibkan jalani test urine. Hasilnya, seorang diyatakan positif mengandung metamfetamin.

Baca Selengkapnya icon click

Patroli Diperketat, Keamanan Pelabuhan Celukan Bawang Jadi Perhatian

balitribune.co.id | Singaraja - Aktivitas di kawasan Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, terus mendapat pengawasan kepolisian. Tingginya mobilitas masyarakat, pekerja, awak kapal, hingga pengguna jasa membuat aspek keamanan menjadi salah satu perhatian utama.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.