Diguyur Hujan Dua Jam, Ruas Jalan Padangan Kaja Ambles | Bali Tribune
Bali Tribune, Kamis 24 September 2020
Diposting : 20 April 2017 20:09
Komang Arta Jingga - Bali Tribune
ambrol
AMBROL - Ruas jalan di Banjar Padangan Kaja, Desa Padangan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Rabu (19/4), ambrol setelah diguyur hujan deras selama kurang lebih dua jam.

BALI TRIBUNE - Ruas jalan di Banjar Padangan Kaja, Desa Padangan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Rabu (19/4), ambles setelah diguyur hujan deras selama kurang lebih dua jam. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kini hanya sebagian ruas jalan yang bisa digunakan warga untuk melintas.

Perbekel Desa Padangan, I Wayan Wardita membenarkan perihal peristiwa tersebut. Dirinya menjelaskan bahwa sejatinya beberapa bulan yang lalu, bersamaan dengan musibah air bah yang terjadi di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan, ruas jalan tersebut sudah retak sepanjang dua meter. Hal tersebut kemudian ia laporkan kepada Dinas Pekerjaan Umum Tabanan. “Saat itu petugas dari Dinas PU juga sudah turun, dan disampaikan kepada kami kalau anggaran perbaikan jalan itu baru bisa diambil dari anggaran perubahan 2017 sebesar Rp 360 juta karena mungkin dana untuk bencana sudah habis,” ungkapnya.

Namun, Rabu siang sekitar pukul 13.00 hujan mulai turun dengan intensitas deras sampai akhirnya sekitar pukul 15.00 sebagian ruas jalan tersebut ambles dengan panjang sekitar 12 meter, lebar 3 meter dan kedalaman mencapai 6 meter. “Jadi saat ini yang bisa dilintasi hanya satu jalur saja, dan mobil masih bisa melintas,” lanjutnya.

Wardita menambahkan jika amblesnya jalan tersebut juga membuat saluran pipa PAM desa mengalami gangguan untuk warga di Banjar Padangan Kaja, namun sudah diperbaiki oleh Linmas, Pemdes Padangan, BPD, LPM, dan masyarakat. “Tapi kami juga masih takut karena kondisi di lokasi masih rawan. Karena saat ini juga masih hujan meskipun intensitasnya sudah menurun,” sambungnya.

Menurutnya, ruas jalan berhotmix tersebut pada zaman dulu ketika orde baru dibuat senderan namun diprediksi tidak berisi pembesian, ditambah disamping jalan ada saluran air yang diduga merongrong bagian bawah jalan sehingga ambles. Akibat amblesnya jalan tersebut, ia pun memperkirakan membutuhkan dana perbaikan mencapai Rp 500 juta. Ia juga sudah melaporkan perihal tersebut kepada Dinas Pekerjaan Umum Tabanan. “Mudah-mudahan bisa segera ditindak lanjuti karena termasuk akses vital untuk warga kami,” pungkasnya.