Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dikuasai Segelintir Orang, Ekonomi Bali Makin Timpang

Nyoman Damantara
Nyoman Damantara

BALI TRIBUNE - Pemerintah diharapkan tanggap terhadap pertumbuhan ekonomi Bali yang terbilang “semu”. Pasalnya, kalaupun ekonomi bergerak naik, namun rakyat banyak tak menikmatinya.

 “Ekonomi dan kekayaan dari hasil pariwisata hanya dinikmati segelintir orang,” ujar pelaku ekonomi Bali Nyoman Damantra yang juga anggota Komisi VI DPR-RI, Rabu (23/8) di Damantra Centre Jalan Kenyeri Denpasar.

Saat ini hasil pembangunan terutama dari sektor pariwisata yang begitu besar hanya dinikmati segelintir orang, para kapitalis yang jumlahnya sekitar 15 sampai 20 persen. “Petani, nelayan dan peternak serta pedagang kecil belum menikmati kue pariwisata,” jelasnya.

Sebagian warga yang ada di desa-desa, lanjut dia, bahkan hanya jadi penonton di tengah gemerlapnya pariwisata. Lihat saja angka kemiskinan yang begitu tinggi dan banyaknya antrean warga untuk bertransmigrasi.

Padahal tanpa orang Bali yang menjaga adat, budaya dan alam lingkungannya maka turis takkan sebanyak ini datang ke Bali. Damantra mengingatkan Bali jangan sampai terlena akan apa yang terjadi dan melupakan potensi dasarnya yakni orang Bali itu sendiri.

Menurutnya, kalau budaya, agama, adat dan alam itu bisa lestari maka Bali akan bisa terjaga sepanjang masa. Sebab agama dan budaya itu takkan pernah punah dan habis sepanjang orang Bali masih ada. Beda dengan mereka yang bergantung pada hasil tambang atau hasil alam lainnya yang dalam kurun waktu tertentu akan habis.

“Kalau potensi alamnya habis mereka mau dibawa kemana,” ujar Damantra mengingatkan. Oleh karena itu menjadi tugas pemerintah untuk menjaga konten local tersebut. Rakyat harus diberdayakan sesuai dengan potensi dan kebutuhan. “Pemerintah harus hadir di tengah-tengah rakyat agar memahami apa yang terjadi dan dibutuhkan rakyat,” tegasnya.

Damantra melihat beban orang Bali sekarang ini semakin berat. Mereka bahkan sebagian sudah terpinggirkan karena tak mampu bersaing. Maka tak menegherankan kini berbondong-bondong orang Bali minta bertransmigrasi, sampai antre. Bahkan yang memprihatinkan banyak warga dari Gianyar dan Ubud kini minta bertransmigrasi.

“Ini ada apa. Kan bukan hal biasa dan harus dicarikan solusinya kenapa bisa warga dari daerah-daerah yang begitu kuat tradisinya dan secara umum maju wilayahnya sampai seperti itu,” ujarnya.

Dikatakan Damantra, Bali mendatangkan Rp 50 triliun setiap tahun, tapi yang kembali lewat jalur APBN hanya Rp 10 triliun. Dengan pemasukan yang terbilang kecil itu sulit bagi Bali meningkatkan kesejahteraan warganya yang sesungguhnya sebenarnya bisa lebih makmur dari sekarang kalau pemasukan itu bisa lebih besar dikembalikan ke daerah ini.

“Saya yakin dan seyakin-yakinnya orang Bali (Hindu-red) tak akan memilih bertransmigrasi kalau mereka bisa hidup layak di daerahnya karena keterkaitan mereka dengan adat, agama dan budayanya,” tegasnya.

Tapi yang terjadi sekarang ini mereka terpinggirkan di tengah derasnya pembangunan. Damantra mencontohkan, dimana ada proyek pembangunan di sana sebagian masyarakatnya tersingkirkan. Ini karena mereka kalah dan tak mampu bersaing di lingkungannya. Dan ketika secara ekonomi sudah tak mampu lagi akhirnya memilih bertransmigrasi. Ini sangat berbahaya bagi Bali yang nafas ekonominya di sektor budaya.

“Lha kalau orang Bali sudah tak lagi eksis di daerahnya lantas apa yang mau ‘dijual’ untuk pariwisata,” ujar Damantra bernada tanya seraya mengingatkan turis datang ke Bali karena tertarik dengan budayanya selain alam yang indah.

Sebagai salah satu solusi, tokoh Bali di Senayan ini mengingatkan perlunya peningkatakan kualitas SDM melalui pendidikan. Karena pendidikan itu kunci keberhasilan. “Dengan pendidikan kita bisa lebih mandiri,” jelasnya. Namun diingingatkan pula, pendidikan itu harus tepat sasaran. Ia melihat banyak sarjana atau tamatan SMK yang belum terserap atau mampu menciptakan lapangan kerja karena keterampilan mereka belum mengacu pada kebutuhan dunia kerja. Jadi belum nyambung antara supplai dan demand.

wartawan
Arief Wibisono
Category

Wali Kota Jaya Negara Hadiri Prosesi Ngajum Karya Pitra Yadnya dan Atma Wedana Desa Adat Serangan

balitribune.co.id | Denpasar - Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri sekaligus mengikuti prosesi Ngajum serangkaian Karya Pitra Yadnya lan Atma Wedana Desa Adat Serangan, yang diselenggarakan di Lapangan Wayan Bulit Serangan, Minggu (13/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

HUT ke-27 Dian Kemala PP Polri Bali: Suweta Berharap Anggota Semakin Solid dan Berkontribusi

balitribune.co.id | Denpasar - Dian Kemala Persatuan Purnawirawan (PP) Polri Daerah Bali memperingati hari jadi ke-27 di Kantor PP Polri Daerah Bali, Senin (14/9/2026). Melalui momentum ini, organisasi wadah purnawirawan dan istri purnawirawan Polri tersebut diharapkan semakin matang, solid, serta memperkuat kebersamaan.

Baca Selengkapnya icon click

Sempat Menilai Ada Kejanggalan, Keluarga Akhirnya Ambil Jenazah Nelayan Asal Desa Cupel untuk Dimakamkan

balitribune.co.id | Negara - Meski sempat menilai ada kejanggalan, pihak keluarga akhirnya memutuskan mengambil jenazah I Gusti Putu Sugiarta (38), nelayan asal Desa Cupel, Kecamatan Negara dari RSUD Negara untuk dimakamkan, Senin (14/9/2026) pagi. 

Sebelumnya, pihak keluarga terpaksa menyeberang ke perairan Banyuwangi untuk membongkar kembali makam korban yang sempat dikuburkan secara sepihak di pesisir Alas Purwo.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mobil Elf Bawa 18 Wisatawan Terbakar di Baturiti

balitribune.co.id | Tabanan - Satu unit mobil Elf berpelat DK 7827 AI yang membawa 18 orang wisatawan lokal terbakar di jalur Denpasar-Singaraja, tepatnya di depan Kantor UPTD Laboratorium dan Pengujian Obat Tradisional Pemprov Bali, Banjar Pekarangan, Desa/Kecamatan Baturiti, pada Senin (14/9/2026) siang.

Baca Selengkapnya icon click

HIMKI Bidik Indonesia Jadi Pusat Mebel dan Kerajinan Dunia

balitribune.co.id | Badung - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 di Badung, Senin-Rabu, 14-16 September 2026. Forum tiga tahunan ini menjadi momentum penting bagi HIMKI untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan strategi menghadapi perubahan industri global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.