Dinkes Harapkan Fogging Mandiri Disertai PSN | Bali Tribune
Bali Tribune, Senin 30 November 2020
Diposting : 2 May 2020 21:24
Nyoman Astana - Bali Tribune
Bali Tribune/ MANDIRI - Fogging mandiri yang dilakukan di Banjar Banda, Saba, Blahbatuh, Jumat.
Balitribune.co.id | Gianyar - Gencarnya gerakan Fogging mandiri yang digelar masyarakat dalam beberapa pekan terakhir, sangat diapresiasi Pemkab Gianyar. Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar mengungkapkan, gerakan fogging mandiri yang dilakukan oleh sejumlah tokoh dan warga masyarakat untuk pencegahan terhadap DBD adalah sikap kegotoroyongan yang patut dijaga. Meski demikian ia berpesan fogging harus dibarengi dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PNS).
 
Kabid Pencegahan Penyebaran Penyakit Dinkes Gianyar A.A Sukamawa saat memantau fogging yang dilakukan oleh warga secara mandiri di Desa Saba, Jumat (1/5). Dikatakannya, fogging tanpa dibarengi dengan PSN tidak akan bisa membunuh nyamuk. Karena tanpa dilakukan PSN, tiga hari setelah fogging nyamuk akan datang lagi, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Karena itu, desa diharapkan  mengaktifkan Jumantik Mandiri, dimana setiap rumah ada salah satu keluarga yang menjadi juru pemantau jentik. "Seperti yang dilakukan di Pejeng Kawan, dan saat ini juga dilakukan di Desa Padangtegal," jelasnya. 
 
Jika semua menerapkan pembasmian nyamuk dengan membasmi jentik  kasus DBD diyakininya akan berkurang. "Selain biayanya tidak terlalu mahal, bila semua melakukan pembasmian jentik, DBD pasti berkurang," jelasnya. 
 
Fogging mandiri yang dilakukan oleh masyarakat semakin massif. Jumat (1/5) pagi, dilakulan secara mandiri oleh masyarakat Banjar Banda, Desa Saba, Kecamatan Balhbatuh Gianyar. Tokoh masyarakat Kadek Wardana mengatakan fogging yang dilakukan merupakan gerakan gotong royong masyarakat. "Ini gotong royong, ada yang beli solar, menyumbakan alat, hingga konsumsi," ungkapnya. 
 
Disinggung terkait efektif fogging yang dilakukan, Dek War sapaan akrabnya mengatakan memang langkah pertama harus melakukan PSN, pembasmian sarang nyamuk. "Namun DBD saat ini kan suda mewabah, fogging adalah tindakan emergencynya," ungkap Dek War. 
 
Diakuinya, sejumlah desa sudah melakukan fogging, yakni Desa Adat Banda, Saba, Pering, Keramas, Belega, Bona, Bedulu, sejumlah banjar di Blahbatuh. Hal ini merupakan bagian dari aspirasi masyarakat yang harus diakomodir. Agar psikologi masyarakat merasa aman. Disamping juga dari tim dinas kesehatan mensosialisasikan PSN ditengah-tengah masyarakat. "Tindakan harus kita lakukan, agar masyarakat merasa aman, disamping dinas dan timnya harus mensosialisasikan PSN," terangnya. 
 
Ketua Pemuda STT Dwi Eka Mandala, Ketut Yogi Sansuadi mengatakan, ini merupakan ini keinginan bersama masyarakat dan anak muda banjar Banda untuk melakukan fogging. Dari pengurus desa adat dan kepala lingkungan pun menyambut kegiatan ini. "Kami lakukan fogging secara swadaya bersama teman-teman, mulai dari sumbangan kita ambil masyarkat, alat kita dapatkan dari pak kadek Wardana" jelasnya singkat.