Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dipakai Tempat Mengungsi

Tarung Derajat
Pengungsi di Pusat Latihan Tarung Derajat Denpasar.

BALI TRIBUNE - Sebagai bentuk empati terhadap para pengungsi Gunung Agung, pusat latihan (puslat) tarung derajat Bali yang berlokasi di Kesiman, Dentim, saat ini dipergunakan sebagai pos penanggulangan pengungsi dari Karangasem. Sebanyak 200 orang sudah menetap di sana sejak Gunung Agung dinyatakan awas. Jumlah itu berasal dari Desa Muncan dan Desa Selat Duda, Karangasem.

Ketum Pengprov Kodrat Bali I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya bersama Ketua Dewan Pelatih I Ketut Wisna, Minggu (24/9) menjelaskan kenapa puslat dijadikan tempat untuk mengungsi,  awalnya para pengungsi banyak mendirikan tenda darurat di sekitar puslat. Karena rasa kepedulian, maka diinstruksikan menuju puslat agar lebih nyaman. Selain di puslat, juga ada 120 warga menetap sementara di rumah warga di sekitar lokasi.

"Kami sangat berempati dengan apa yang menimpa saudara kita dari Karangasem dengan musibah ini. Rasa persaudaraan sesuai dengan filosofi yang ada di  tarung derajat membuat kami tidak berpikir dua kali membantu saudara-saudara kita," tegas Jaka Pratidnya diamini Ketut Wisna.

Saat ini, para pengungsi tersebut sudah didata. Bahkan, aku Ketut Wisna, kemarin puslat sudah didatangi Wakil Gubernur I Ketut Sudikerta. Kemudian siang harinya giliran Setda Kota Denpasar AA Rai Iswara juga hadir. "Ada rencana dari Bapak Setda jika puslat tarung derajat Bali ini akan dijadikan pos resmi penanggulangan pengungsi khususnya wilayah Denpasar Timur," tegas Wisna.

Melihat kondisi tersebut, Pengprov Kodrat Bali langsung berswadaya untuk memberikan bantuan berupa kebutuhan primer seperti beras, mie instan dan lainnya. Begitu juga Pengkab/Pengkot Kodrat se-Bali juga siap memberikan bantuan, dibantu dengan sejumlah komunitas.

wartawan
Djoko Purnomo
Category

Ornamen Nuansa Khas Ramadan dan Nyepi Sambut Wisatawan Mendarat di Bali

balitribune.co.id I Kuta - Thematic Event berupa pawai Ogoh-Ogoh dan parade Idul Fitri menyambut para penumpang atau wisatawan yang mendarat di Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal itu dihadirkan pengelola bandara untuk semakin memperkuat suasana Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi, Idul Fitri, dan Moderasi Beragama

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), mengonfirmasi bahwa kesepakatan tokoh lintas agama terkait pengaturan kegiatan keagamaan pada momen perayaan hari besar dua agama, yakni Hindu dan Islam, yang pada tahun 2026 ini akan dirayakan hampir secara bersamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 jatuh pada tanggal 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada tanggal antara 20 atau 21 Maret 2026, bisa dijalankan dengan memperh

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.