Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Diserang Hama Mematikan, Petani Tebangi Tanaman Kakau

MATI - Tanaman kakau meranggas dan mati setelah terserang hama penyakit busuk batang.


 BALI TRIBUNE - Sejak dilanda cuaca ektrem pergantian musim (pancaroba) beberapa bulan lalu hingga berlanjut musim penghujan, petani di Jembrana tanamannya mati diserang hama penyakit. Seperti yang dialami petani kakao di kawasan subak Gelar Sari, Banjar Palungan Batu, Desa Batuagung, Kecamatan  Jembrana. Mereka kewalahan mengatasi serangan hama, terpaksa menebang tanaman kakau yang selama ini menjadi andalan hasil kebun mereka. Serangan  penyakit  busuk batang  menyerang  tanaman  kakao di kawasan subak Gelar Sari, Banjar Palungan Batu, Desa Batuagung, Kecamatan  Jembrana. Akibat serangan hama ini, tanaman kakau yang telah menghasilakan komoditas buah kakau kualitas ekspor kini kondisinya meranggas dan mati. Bahkan saking parahnya serangan hama penyakit ini, membuat petani kewalahan mengatasinya. Tidak sedikit petani yang sudah kewalahan  mengatasi serangan penyakit ini memilih menebang pohon kakao yang telah meranggas dikebun mereka. Tanaman kakau yang selama ini menjadi sumber penghasilan para petani kini sudah banyak yang digantikan tanaman lain. Salah seorang petani kakau di Subak Gelar Sari Banjar Palungan Batu, Ida  Bagus Alus dikonfirmasi, Senin  (3/12),  mengungkapkan sekitar  50 are  tanaman  kakaonya  telah diserang hama penyakit ini. Menurutnya, serangan mati pucuk  sebenarnya sudah  berlangsung sejak lama. Bahkan sebelum musim penghujan penyakit ini dikauinya sudah menyerang banyak tanaman kakao di subak  Gelar Sari. Ciri serangan penyakit ini dikatakannya ditandai dengan layunya setiap pucuk  daun  tanaman yang telah diserang hama,  secara perlahan kemudian menyerang  seluruh batang, setelah  itu dipastikan pohon atau pokok batang yang mengalami serangan  akan busuk dan mati. Selain itu, yang lebih parah saat hama langsung menyerang di bagian pokok batang tanaman kakau hingga ke cab0angnya. “Kalau yang seperti malah lebih cepat membuat pohon mati, hingga  terlihat pohon mati  berdiri,” ungkapnya.  Ia  menyebutkan, hampir  semua petani di kawasan subak Gelar Sari kini mengalami  serangan hama penyakit ini, namun intensitasnya berbeda-beda disetiap kebun. “Ada yang parah, sedang, serta   ringan,” ujarnya. Lantaran di kebunnya seluas  50 are yang berisi tanaman kakau,  seluruhnya terserang hama. Ia terpaksa  menebang pohon kakao yang meranggas danmati, sembari dia beralih. “Saya dan petani lainnya mengganti dengan tanaman cengkeh,” tuturnya. Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, Komang Ariada mengakui adanya serangan hama busuk batang ini dimusim penghujan seperti saat ini. “Hama ini terjadi secara alami dimusim hujan,” ujarnya.  Namun kondisi ini menurutnya sudah   berusaha diatasi melalui sosialisasi dengan cara sanitasi serta pemangkasan pada pahon yang diserang sehingga tidak  meluas. Petani  juga dikatakannya sudah mendapatkan bekal dari para penyuluh pertanian lapangan, agar pada sistuasi seperti saar ini membiarkan populasi musuh alami hama penyakit ini berupa semut hitam sebagai  predator. “Karena ini hama penyakit alami ya harus ditanggulangi dengan musuh alami,” jelasnya. Terkait adanya petani kako yang kini mengganti tanaman kakao dengan tanaman lain di Subak Gelarsari menurutnya wilayah itu bukan zonasi kakao. “Kita tidak pernah memaksakan untuk menaman kakau, soal  petani beralih ke tanaman cengkeh. Memang di sana letaknya di ketingian 1500 meter di atas permukaan laut, dan bukan zonasinya  kakao,” paparnya.  Walaupun  subak  itu termasuk  subak  yang tergabung dalam kelompok  subak  Kerta Samaya Samania,  namun  dengan serangan  penyakit tidak berpengaruh terhadap  produk kakao fermetasi. “Kakau sudah ditopang dari  subak subak  lainnya  seperti  persubakan diwilayah  Kecamatan  Melaya  serta  Mendoyo,” tandasnya. 

wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Memasuki Masa Tenang, Baliho Calon Perbekel di Kemenuh Ditertibkan

balitribune.co.id | Gianyar - Sejumlah baliho calon perbekel masih ditemukan terpasang meski sudah memasuki masa tenang Pemilihan Perbekel (Pilkel) Serentak 2026. Menanggapi hal tersebut, Panitia Pilkel Desa Kemenuh bersama kepolisian menertibkan atribut kampanye tersebut di wilayah Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Rabu (16/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Kera Resahkan Warga Nyalian, Rusak Lahan Pertanian hingga Masuk Pemukiman

balitribune.co.id | Semarapura - Perbekel Desa Nyalian, Cok Gede Agung Putra, mengeluhkan keberadaan kera ganas yang merusak tanaman pertanian warga. Ia menyampaikan kondisi tersebut kepada Kepala BPBD Klungkung, Putu Widiada, S.Sos., melalui grup penanggulangan bencana.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata Tegaskan Rp32,45 Miliar untuk Revitalisasi 94 Sekolah

balitribune.co.id | Amlapura - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karangasem mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 32,45 miliar untuk merevitalisasi 94 satuan pendidikan pada Tahun Anggaran 2026. Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dibuka langsung oleh Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, di Aula Mall Pelayanan Publik (MPP) Karangasem pada Kamis (10/9/2026) lalu.

Baca Selengkapnya icon click

Bos PMA Asal India Kabur Bawa Ratusan Miliar, Komisaris Serahkan Mobil Mewah ke Polda Bali

balitribune.co.id | Denpasar - Aksi investasi bodong berkedok jual beli emas kembali menelan ratusan korban di Indonesia. Direktur Utama PT Nellafa Refinery and Bullion sekaligus PT Nellafa Fine Jewellery, Jaya Krishna Reddy, warga negara asing (WNA) asal India, dilaporkan kabur ke luar negeri setelah melarikan dana dan emas nasabah yang diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Gerebek Bandar Sabu Polisi Temukan Senpi

balitribune.co.id | Singaraja - Satresnarkoba Polres Buleleng menangkap seorang petani berinisial MN (50) di rumahnya, Banjar Dinas Tamblingan, Desa Munduk, Banjar, Buleleng (3/9/2026). Penangkapan tersangka pengedar sabu ini justru membuka kasus pidana lain setelah polisi menemukan senjata api (senpi) rakitan beserta delapan butir amunisi ilegal.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.