Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Disiplin Pekerja Berjalan Ketat di Proyek Pasar Gianyar

Bali Tribune/ PROYEK - Pembangunan proyek Pasar Umum Gianyar, Minggu (8/11).
Balitribune.co.id | Gianyar - Tahapan pengerjaan struktur pembanguan Pasar Umum Gianyar, kesehatan dan keselamatan kerja menjadi perbatian serius. Terbukti, atribut K3 wajib dikenakan kepada siapa saja yang memasuki areal proyek.  Bahkan di saat pandemi Covd-19 ini, keluar masuk arela prpyek wajib menjalankan protokol kesehatan untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan  lancar tanpa bayang-bayang serangan Covid-19.
 
Pantauan, Minggu (08/11), pembangunan proyek Pasar Umum Gianyar yang sudah  berjalan beberapa bulan lancar tanpa hambatan. Namun, ketatnya disiplin mulai dari kewajiban penggunaan atribut keselamatan pekerja  (K3) plus protokol kesehatan sempat mencuri perhatian. Bahkan, untuk mengantisipasi adanya klaster penyebaran covid 19 di lokasi proyek tersebut,  pekerja wajib menunjukkan hasil rapid tes negatif  pada awal sebelum memulai bekerja di sana.
 
Sekretaris Manager Proyek, Sang Ngakan Putu Arsana, Minggu (8/11), mengungkapkan, di saat pandemic pembangunan proyek tersebut memang ditambahkan dengan standar protapnya berbeda dengan pengerjaan proyek pada umumnya sebelum pandemi. Mulai dari menyeleksi para calon pekerja yang memiliki hasil rapid test negatif, menyediakan tempat cuci tangan sebelum masuk proyek hingga pengukuran suhu tubuh oleh petugas jaga. “Selain wajib beratribut K3. Pekerja di tengah pandemi penerapan protokol kesehatan juga wajib kami lakukan secara ketat,” ungkapnya.
 
Diungkapkan, untuk tempat cuci tangan disediakan enam buah di depan pintu masuk proyek. Setiap keluar masuk proyek bagi pekerja maupun yang berkepentingan ke sana  wajib mencuci tangan dengan air mengalir.  Sementara jika ada calon pekerja yang belum memiliki bukti rapid test negatif, pihaknya mengarahkan ke rumah sakit terdekat untuk melakukan rapid. “Persyaratan mutlak untuk calon pekerja memang harus menjalani rapid test. Kalaupun tidak membawa hasil test, kami arahkan untuk menjalani tes di rumah sakit terdekat,” terangnya. 
 
Demi mengantisipasi adanya klister penyebaran Covid 19 di tempat proyek tersebut, Sang Ngakan juga menyampaikan harus standbay setiap pagi sebelum pekerja datang ke proyek. Sebab dalam hal itu pihaknya lebih mengedepankan penerapan protokol kesehatan bagi setiap orang yang ada di sana. Mulai wajib mengenakan masker, wajib menuci tangan dengan air mengalir, dan wajib menjaga jarak (3M).
 
Kini Pembangunan Pasar Gianyar saat ini sudah mencapai 14,8%. Realisasi ini lebih cepat dari perencanaan sebesar 14,26% per 7 November 2020. Sekalipun realisasi sudah 14% lebih, di lokasi proyek masih mengerjakan pengecoran lantai basement. Lantai basement ini nantinya untuk areal parkir roda dua dan empat, pasar senggol dan area service lainnya.
 
Sedangkan untuk loading bahan bangunan, kebanyakan dilakukan di malam hari, mengingat proyek ada di jantung kota. Tujunnya, untuk menghindari gangguan lalulintas dan kenyamanan warga. 
wartawan
Nyoman Astana
Category

DLHK Badung Perketat Pengawasan Horeka, Pastikan PSBS Berjalan dari Sumber

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengintensifkan korvei kebersihan lingkungan sekaligus pengawasan pelaksanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) pada pelaku usaha Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka).

Baca Selengkapnya icon click

Astra Motor Bali Meriahkan HUT Kota Gianyar Lewat Honda Premium Matic Day 2026

balitribune.co.id | Gianyar – Astra Motor Bali kembali menghadirkan gelaran spesial bagi pecinta sepeda motor melalui Honda Premium Matic Day (HPMD) 2026 yang berlangsung pada 9–12 April 2026 di Alun-Alun Kota Gianyar, dalam rangka memeriahkan HUT Kota Gianyar ke-253.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Harga Plastik Naik, Pengusaha Kurangi Ketebalan Tempe

balitribune.co.id I Tabanan - Naiknya harga plastik ternyata berdampak terhadap pelaku UMKM salah satunya yakni pelaku usaha pembuatan tempe. Pelaku usaha tempe harus memutar otak untuk menyiasati kenaikan harga plastik tersebut dengan cara mengurangi ukuran ketebalan agar harga jual ke konsumen tidak naik. Cara ini terpaksa mereka lakukan agar bisa terus berproduksi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.