Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Diskes Badung Masih Menunggu Juklak dan Juknis Vaksinasi Booster, Vaksin Anak Capai 117 Persen

Bali Tribune/ dr Gunarta



balitribune.co.id | Mangupura - Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Badung masih menunggu petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis (Juklak dan Juknis) pemberian vaksinasi booster atau dosis ketiga untuk masyarakat umum.

Di bagian lain Diskes Badung masih terus menggenjot vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun. Hingga Senin (10/1) vaksinasi dosis pertama anak usia 6-11 tahun sudah mencapai 117 persen dari total 45.183 sasaran.

"Iya, untuk vaksinasi booster juklak dan juknisnya belum sampai ke kami," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung dr Nyomam Gunarta, Selasa (11/1/2022).

Selain belum ada juklak dan juknis pihaknya juga masih dibingungkan dengan ada informasi bahwa vaksinasi dosis ketiga ini tidak gratis alias berbayar.

"Selain itu masih ada informasi simpang siur terkait vaksinasi booster ini, apakah berbayar atau," katanya.

Dr Gunarta mengakui pemerintah pusat rencananya akan mencanangkan vaksinasi boorster ini mulai Rabu (12/1). Pihaknya sendiri di Kabupaten Badung sudah menyiapkan tim medis untuk melaksanakan vaksinasi tersebut apabila sudah ada juklak dan juknisnya.

"Tetapi sejauh ini kami sudah menyiapkan tim bilamana juklak juknis sudah terbit. Tapi tim diturunkan jika vaksinasi booster ini tidak berbayar alias digratiskan," tegasnya.

Mantan Dirut RSD Mangusada ini lebih lanjut menjelaskan, apabila vaksinasi booster nanti berbayar, maka Dinas Kesehatan tidak memiliki kewenangan untuk melaksanakan vaksinasi tersebut, mengingat Dinas Kesehatan bukan merupakan institusi yang boleh menerima dana dari masyarakat.

Berbeda kasusnya dengan vaksinasi gratis seperti yang telah berjalan dua kali dosis. Ini merupakan tugas Dinas Kesehatan untuk menyukseskan program pemerintah membentuk herd immunity.

"Jadi ini harus clear dulu. Karena ada informasi ada yang berbayar, ada yang gratis. Kalau vaksinasi gratis, tim kami bisa mengambil. Tapi kalau vaksin booster ini berbayar, yang bisa melakukan ya fasyankes (fasilitas layanan kesehatan). Apakah di fasyankes vaksinator swasta saja, atau bisa sampai di tingkat puskesmas, itu harus clear juga," terang dr Gunarta.

Namun demikian ia menyebut tujuan vaksinasi booster yang dicanangkan oleh pemerintah pusat ini penting untuk meningkatkan antibodi secara penuh. Dengan pemberian vaksin ketiga, diharapkan kekebalan tubuh masyarakat makin meningkat.

"Setelah dua kali vaksin, masyarakat yang terinfeksi virus Covid-19, gejalanya jadi lebih ringan. Nah dengan asumsi seperti itu, vaksinasi booster ini diharapkan meningkatkan kekebalan tubuh. Selain itu, jika ada varian-varian baru, vaksinnya bisa lebih efektif," katanya.

Ditambahkannya, saat ini pihaknya tengah fokus untuk memulai vaksinasi dosis kedua untuk anak usia 6-11 tahun. Dimana hingga Senin (10/1), vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 117 persen dari total 45.183 sasaran. 

wartawan
ANA
Category

DLHK Badung Perketat Pengawasan Horeka, Pastikan PSBS Berjalan dari Sumber

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengintensifkan korvei kebersihan lingkungan sekaligus pengawasan pelaksanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) pada pelaku usaha Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka).

Baca Selengkapnya icon click

Astra Motor Bali Meriahkan HUT Kota Gianyar Lewat Honda Premium Matic Day 2026

balitribune.co.id | Gianyar – Astra Motor Bali kembali menghadirkan gelaran spesial bagi pecinta sepeda motor melalui Honda Premium Matic Day (HPMD) 2026 yang berlangsung pada 9–12 April 2026 di Alun-Alun Kota Gianyar, dalam rangka memeriahkan HUT Kota Gianyar ke-253.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Harga Plastik Naik, Pengusaha Kurangi Ketebalan Tempe

balitribune.co.id I Tabanan - Naiknya harga plastik ternyata berdampak terhadap pelaku UMKM salah satunya yakni pelaku usaha pembuatan tempe. Pelaku usaha tempe harus memutar otak untuk menyiasati kenaikan harga plastik tersebut dengan cara mengurangi ukuran ketebalan agar harga jual ke konsumen tidak naik. Cara ini terpaksa mereka lakukan agar bisa terus berproduksi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.