Ditemui Prajuru Desa Adat Bualu, Ketua DPRD Badung Dukung Tari Maskot Tunjung Biru | Bali Tribune
Diposting : 18 January 2022 00:55
ANA - Bali Tribune
Bali Tribune/ PRAJURU - Ketua DPRD Kabupaten Badung Putu Parwata menerima Prajuru Desa Adat Bualu Nusa Dua di ruang kerjanya, Senin (17/1).

balitribune.co.id | Mangupura - Prajuru dan tokoh masyarakat Desa Adat Bualu, Nusa Dua, Kuta Selatan bertemu dengan Ketua DPRD Badung Putu Parwata di Gedung Dewan, Senin (17/1/2022).

Dalam pertemuan tersebut dibeberkan masalah pelestarian budaya, dimana Desa Adat Bualu saat ini tengah membuat tari maskot daerah Bualu. Prajuru dan tokoh masyarakat ini pun memohon dukungan dan sport dari Ketua DPRD Badung.

Bendesa Adat Bualu, I Wayan Mudita dalam kesempatan tersebut menyampaikan, Desa Adat Bualu sudah memiliki tarian maskot. Tarian maskot ini diberi nama Tari Tunjung Biru dengan filosofi ada tumbuh bunga tunjung biru di karang Nusa Dua.

"Tujuan pembentukan tarian ini bukan untuk tari penyambutan. Tarian ini akan ditampilkan setelah Tari Sekar Jepun Kabupaten Badung. Dan kami berharap tarian ini bisa diikuti di setiap event, baik nasional maupun internasional," ungkap Wayan Mudita.

Lebih lanjut dijelaskan, pihaknya bersama prajuru Adat Bualu juga memohon support kepada Ketua DPRD Kabupaten Badung baik secara pribadi maupun kelembagaan. Sehingga pihaknya dapat melestarikan adat dan budaya yang ada di Desa Adat Bualu.

"Kami mengajukan permohonan dana kepada ketua DPRD Kabupaten Badung dan kami di Adat Bualu agar bisa dibantu. Ke depan kami tetap mempertahankan adat istiadat kami," terangnya.

Sementara, Ketua DPRD Kabupaten Badung, Putu Parwata dalam kesempatan tersebut menyambut luar biasa penyampaian dari Desa Adat Bualu, karena sudah melakukan pelestarian budaya.
Apalagi ini adalah membanggakan Bali dan Badung dalam hal pelestarian budaya dan khas di Bali yang perlu dijaga.

"Hal ini luar biasa, ada suatu kreativitas oleh desa adat dengan membuat tari maskot Sekar Tunjung. Masing- masing desa punya karakteristik sendiri. Saya setuju, sebagai karakteristik lokal di masyarakat," kata Putu Parwata.

Lebih lanjut Parwata mengatakan, ini adalah suatu inisiatif yang baik dan perlu didukung oleh pemerintah termasuk lembaga DPRD. “Dalam  pandemi Covid-19 ini mereka berpikir secara positif memikirkan hal-hal positif terutama bagaimana potensi desa itu bisa terangkat.
 

Sehingga dia melakukan kreativitas yaitu mengangkat ikon Nusa dua atau Desa adat Bualu khususnya untuk dijadikan satu macam maskot dan kegiatan berkelanjutan terutama dalam hal pelestarian budaya," ujarnya.