Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Diterjang Angin Kencang, Rumah Warga Dua Kecamatan Ambruk

AMBRUK - Rumah warga Desa Tegalbadeng Barat, Siti Kasmah rata dengan tanah setelah ambruk akibat hujan deras disertai angin kencanga Selasa (6/11) dinihari

BALI TRIBUNE - Cuaca ektrem di masa peralihan antara musim kemarau dan musim hujan (pancaroba) yang berlangsung sejak pekan lalu kembali menimbulkan musibah. Sejumlah wilayah di Jembrana, Rabu (7/11) dinihari, diterjang angin kencang hingga kembali menimbulkan kerusakan bangunan.  Angin puting beliung yang terjadi Rabu dinihari menerjang permukiman warga di Banjar Tunjung, Desa Delodberawah, Kecamatan Mendoyo. Sejumlah rumah warga diwilayah pesisir ini rusak akibat tersapu angin puting beliung. Dari informasi di lokasi, angin kencang ini menerjang kawasan permukiman warga sekitar pukul 01.30 Wita. Saat itu situasi hujan deras dan hampir sebagian besar warga dilokasi kejadian sedang pulas tidur. Berdasarkan pendataan yang dilakukan perangkat desa bersama Babinsa dan Babinkamtibmas setempat diketahui sedikitnya ada 6 rumah warga yang mengalami kerusakan. Keruskannya sebagian besar pada  bagian atap bangunan. Bahkan pada rumah salah satu warga I Wayan Soma (60) mengalami kerusakan terparah dari enam rumah yang terdampak angin kencang. Hampir seluruh genteng berserakan tersapu angin hingga membuat rumah tempat tinggal tersebut tampak tanpa atap. Pada atap bangunan rumah berukuran 5 x 6 meter itu hanya tersisa rangka usuk kayu. Pemilik rumah mengaku yang menghuni rumah tersebut adalah ia bersama istri anak dan menantunya serta cucu. Saat kejadian bersama keluarganya sedang tidur. Sekitar pukul 01.00 Wita, ia terbangun mendengar suara gemuruh dari arah Selatan. Bahkan genteng terlihat bergetar termasuk korden dan bendera diluar rumah. “Saya dengan gemuruh, langsung bangun dan keluar rumah dengan istri saya. Tapi sampai diluar saya ingat anak saya belum keluar. Masuk lagi bangunkan dia ajak keluar,” ungkapnya. Saat keluar ia mendapati genteng sudah mulai beterbangan dan pecah disekitar rumah. Lantaran tanpa atap, seluruh barang-barang di dalam rumah basah diguyur hujan kini ia dan anaknya terpaksa mengungsi di rumah kerabatnya di sebelah rumahnya. Camat Mendoyo I Gede Sujana dikonfirmasi mengatakan, enam rumah yang mengalami keruskan itu yakni rumah milik I Wayan Soma, Suparman (35), Ni Wayan Susun (65), Jumadi (50), Raban (54) dan Saiful (40). "Yang paling berat di rumah Pak Wayan Soma, diperkirakan kerugian akibat kerusakan atap mencapai Rp 10 juta. Kalau atap yang rusak ringan sebagian besar menggunakan asbes, masing-masing ditaksir kerugian mencapai Rp 1 juta," terangnya kemarin. Selain pembersihan  puing-puing bangunan yang rusak, rumah warga yang rusak itu diusulkan ke BPBD Kabupaten Jembrana untuk mendapatkan bantuan. Begitupula dengan rumah salah satu warga Desa Tegalbadeng Barat, Negara, Siti Kasmah ambruk akibat hujan deras disertai angin kencanga pada Selasa (6/11) dinihari hingga tampak rata dengan tanah. Bahkan seisi rumah yang dihuninya seorang diri tersebut ikut menimbun runtuhan atap genteng tersebut. Beruntung janda lanjut usia ini berhasil selamat dari reruntuhan bangunan yang berdinding gedeg yang ambruk itu. Untuk mebersihkan puing rumah korban yang rata dengan tanah tersebut,  petugas BPBD Jembrana Rabu pagi kemarin turun membantu pembersihan dan memberikan bantuan kepada pemilik rumah.  

wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Tanah Merayap di Sorga Mekar Rusak Rumah Warga, 2 KK Mengungsi

balitribune.co.id I Singaraja -  Diduga akibat curah hujan tinggi dan faktor kelabilan tanah, terjadi fenomena perayapan tanah (soil creep) melanda kawasan Banjar Dinas Sorga Mekar, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Buleleng. Rayapan tanah sendiri merupakan salah satu bentuk dari longsor bergerak dengan lambat, namun memiliki daya rusak yang besar.

Baca Selengkapnya icon click

Pemkab Buleleng Rencanakan Budidaya Apel di Desa Gitgit

balitribune.co.id I Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Distan) tengah menyiapkan program pengembangan tanaman apel di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada. Program ini dirancang sebagai langkah diversifikasi lahan pertanian sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata di kawasan tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sempat Vakum Hampir Satu Dekade, Parade Ogoh-ogoh Sanur Metangi Siap Digelar di Pantai Mertasari

balitribune.co.id I Denpasar -  Semangat persatuan pemuda di kawasan Sanur kembali menggeliat melalui gelaran Parade Ogoh-ogoh bertajuk Sanur Metangi 2026 yang akan digelar pada tanggal 11-12 Maret 2026 di Pantai Mertasari Sanur, Denpasar. Setelah vakum hampir satu dekade, ajang kreativitas menyambut Hari Raya Nyepi ini kembali hadir dengan konsep “Samuhita” yang berarti menyatukan seluruh elemen menjadi satu kesatuan.

 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Melayat ke Puri Agung Gianyar, Megawati Ikut Prosesi Ngaskara

balitribune.co.id I Gianyar - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri melayat di Puri Agung Gianyar, Kamis (5/3/2026). Kehadiran Megawati serangkaian  Karya Pelebon Ida Bhagawan Blebar. Megawati mengikuti prosesi Ngaskara di Bale Sumanggen untuk menyaksikan  dan mengantar sang adik angkat menuju sunia loka.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.