Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dua Korban Tenggelam di Jembrana Ditemukan

Bali Tribune/ Jenasah kakak beradik yang tenggelam di sungai Pecegur Jumat (1/1) lalu ditemukan setelah dilakukan pencarian secara sekala niskala.
Balitribune.co.id | Negara - Setelah digelar selama tiga hari, operasi pencarian oleh tim SAR gabungan akhirnya dihentikan Minggu (2/1). Kakak beradik yang  tenggelam di sungai Pecegur atau aliran sungai dan di sungai perbatasan Mendoyo Dauh Tukad, Menodyo dengan Dangintukadaya, Jembrana jenasahnya telah ditemukan. Pencarian dilakukan secara sekala dan niskala.
 
Dua saudara kandung asal Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana  tenggelam saat mandi di sungai Pecegur atau aliran sungai dam di sungai perbatasan Mendoyo Dauh Tukad dan Dangintukadaya, Jumat (1/1) lalu. 
 
Operasi pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan baik dari Basarnas maupun Brimob serta BPBD Kabupaten Jembrana. Untuk mencari kakak beradik yang sempat menghilang di cekungan sungai sedalam tujuh meter ini, bahkan dilakukan penyelaman.
 
 Berselang sehari setelah jenasah Gusti Ketut Budiana (17) ditemukan tim SAR pada Sabtu (2/1) siang, jenasah kakaknya Gusti Komang Suka Suarsana (20) ditemukan mengambang di sungai Minggu (3/1) pagi. 
 
Jenasah kedua korban ditemukan diseputaran posisi kedua korban tenggelam. Sebelumnya kedua anak yatim ini mengisi tahun baru 2020 dengan pergi mandi ke sungai. Bersama teman-temannya beberapa kali melompat ke sungai. Awalnya Gusti Ketut Budiana tidak muncul kepermukaan setelah loncat ke air.
 
Merasa khawatir, kakaknya Gusti Komang Suka Suarsana berusaha menolong adiknya dengan melompat ke air. Namun naas kakak beradik tersebut tak kunjung muncul ke permukaan. Ibu kedua korban¸ Jro Nengah Narmi (60)  Minggu kemarin tampak sedih dengan kepergian kedua putranya tersebut. 
 
Menurutnya jenasah kedua anaknya itu berhasil ditemukan setelah digelar pecaruan di rumah maupun di sungai lokasi kedua anaknya tenggelam. Ia mengaku tidak mendapatkan firasat apapun sebelum kejadian tersebut.
 
 Hanya saja anaknya sempat meminta uang  untuk dipakai jalan-jalan ke pantai dan terlihat manja. "Karena saya tidak punya uang karena kerjaan saya hanya majejahitan saya kasi Rp 30 ribu. Saya dengar ada orang tenggelam saya kira awalnya bukan anak-anak saya," ungkapnya. 
 
Ia menuturkan musibah bertubi-tubi menimpa keluarganya sejak 2017 lalu. Jro Narmi yang merupakan keluarga tidak mampu ini mengaku sebelumnya suaminya, Alm. Gusti Putu Suardana meninggal ulah pati/gantung diri tahun 2017 lalu.
 Peristiwa berpulangnya suaminya itu setelah paman suaminya Alm. Gusti Komang Suara meninggal jatuh dari pohon kelapa. Saat itu ayah dan paman tersebut juga diaben berbarengan di setra setempat. 
 
Kini duka itu kembali terulang pada keluarga Jro Narmi. Dua jenasah anaknya kandung disemayamkan berdampingan. Kejadian tenggelamnya kakak beradik di sungai yang memang jarang di kunjungi ini mengundang keperihatinan dari sejumlah pihak setelah kejadian tersebut tersebarluas di media sosial. 
wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Dari Jaringan hingga Logistik, Langkah Nyata Telkomsel Dampingi Pemulihan Flores

balitribune.co.id | Flores - Telkomsel terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur. Melalui semangat “Melayani Sepenuh Hati”, Telkomsel menyalurkan bantuan kemanusiaan di tiga titik terdampak sebagai bagian dari dukungan terhadap proses tanggap darurat dan pemulihan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click

Eks PMI Alih Profesi Jual Rokok Ilegal, 2 Ribu Bungkus Disita

balitribune.co.id I Negara - Niat memutar modal hasil merantau di luar negeri justru membawa seorang perempuan pemilik warung sembako berinisial N (44) berurusan dengan hukum. Warga asal Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleg, itu diamankan Satreskrim Polres Jembrana setelah kedapatan mengedarkan ribuan bungkus rokok tanpa pita cukai di kawasan Gilimanuk.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Lomba Gong Kebyar Anak-Anak, Seniman Cilik Jembrana Adu Kreativitas

balitribune.co.id I Negara - Denting gamelan berpadu dengan gerak tari memenuhi panggung Arda Candra Pura Jagatnatha, Negara, sepanjang 16–19 Agustus 2026. 

Para seniman cilik dari lima kecamatan di Kabupaten Jembrana bergantian menunjukkan kemampuan dalam Lomba Gong Kebyar Anak-Anak yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-131 Kota Negara  sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.