Diposting : 7 April 2020 00:27
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
Bali Tribune/BERI KETERANGAN - Satgas Penanggulang Covid-19 Kabupaten Jembrana memberikan keterangan terkait adanya perbedaan data antara Satgas Kabupaten dengan Satgas Provinsi.
Balitribune.co.id | Negara - Jumlah Pasien yang dirawat di ruang Isolasi RSU Negara kini makin bertambah dan sudah ada pasien positif. Begitupula jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) juga mengalami peningkatan. Namun terjadi ketimpangan data terkait perkembangan penyeberan Covid-19 antara data Satgas Penanggulang Covid -19 di Provinsi dengan data di Kabupaten.
 
Berdasarkan data yang diperoleh pada Posko Satgas Covid-19 Kabupaten Jembrana, Senin (6/4), tercatat ODP di Kabupaten Jembrana totalnya sudah mencapai 95 orang. Atau terjadi penambahan 18 ODP dibandingkan dengan hari sebelumnya sebanyak 77 ODP. Sedangkan ODP yang sudah menyelesaikan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing dan berdasarkan pemantauan dari petugas surveylance Dinas Kesehatan dinyatakan sudah sehat baru 31 orang. Sedangkan yang masih menjalani isolasi mandiri sebanyak 64 orang.
 
Sedangkan untuk PDP saat ini jumlahnya tiga orang dari data sebelumnya lima orang. Pengurangan jumlah PDP ini lantaran selain seorang PDP dinyatakan negative Covid-19 setelah dilakukan tets swab, juga karena dua orang PDP yang sebelumnya telah dirawat berdasarkan hasil pemeriksaan swab di Laboratorium di Laboratorium Mikrobiologi RSUP Sanglah dinyatakan positif terjangkit corona. Sedangkan dua PDP lainnya kini masih menjalani isolasi di ruang isolasi RSU Negara dan menunggu hasil pemeriksaan swab.
 
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Jembrana, dr I Gusti Agung Putu Arisantha didampingi Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Jembrana I Made Cipta Wahyudi, Senin (6/4), menyatakan berdasarkan hasil wawancara dengan kedua pasien positif terinfeksi corona tersebut diketahui seorang pasien positif corona memiliki riwayat berpergian ke daerah zona merah dan seorang diantaranya datang dari luar negeri. “Satu orang karena transmisi lokasi, pernah ke Jawa dan satu orang impor karena kerja di luar negeri,” ujarnya.
 
Pihaknya juga telah melakukan penyisiran atau kontak trekking dari kedua pasien positif tersebut mulai dari keluarga inti, orang-orang yang sempat ada kontak termasuk dengan tim medis puskesmas yang sempat menangani keduanya dan melakukan rapid test dan hasilnya negative. Bahkan menurutnya baik itu pasien positif maupun PDP yang kini dirawat di ruang isolasi RSU Negara juga tidak menunjukan gejala klinis. Untuk menentukan kesembuhannyam dilakukan pemeriksaan menyeluruh dan test swab ulang terhadap pasien positif.
 
Terkait ketimpangan data perkembangan penyebaran covid-19 antara data dari Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali dengan data di Posko Satgas Penanggulangan Covid-19 di Kabupaten, pihakanya akan melakukan kordinasi dengan Satgas Provinsi Bali untuk menelusuri sebab musabab perbedaan data yang juga diakuinya menjadi pertanyaan masyarakat. “Kami akan berkordinasi dengan Satgas Provinsi untuk menelusuri dan cros chek data sehingga bisa sinkron.” ujar Kabid P2P Dinas Kesehatan Jembrana ini.