Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dua Pedansa Bali Sabet Emas di Malaysia

Ni Made Suparmi
Ni Made Suparmi

BALI TRIBUNE - Dua pedansa muda Bali sukses menyabet satu dari empat medali emas untuk Indonesia pada Kejuaraan Dunia di Malaysia di Malaysia, yang berakhir Sabtu (16/6) lalu. Kedua pedansa itu, Gusti Ngurah Aditya Surya Bayu dan Ni Putu Archisya Anandari Wandhira. Disebutkan Ketua Umum pengprov IODI Bali, Ni Made Suparmi, keduanya tergabung bersama pedansa lainnya seluruh Indonesia. Keduanya menyumbang 1 medali emas, 2 perak dan 1 perunggu. “Surya Bayu dan Chisya (Archisya –red) menyabet medali itu di empat nomor yakni, medali emas di nomor Novice A, 2 perak di Pre-Amateur dan Novice B serta satu perunggu di Rising Star Standar. Dan yang lebih mengejutkan, keduanya merupakan pasangan baru dan belum pernah tampil dalam event-event sekelas internasional,” terang Suparmi, Minggu (17/6). Sejatinya lanjutnya, mereka masih spesialis kelas Novice dan dicoba tampil di kelas yang lebih tinggi di Pre-Amateur dan Rising Star. Namun ternyata hasilnya membanggakan dengan menyabet medali perak dan perunggu. Dia mengatakan, saat latihan baik Surya Bayu dan Chisya melakoni dengan waktu yang sangat singkat sebelum tampil di Malaysia. Keduanya dipoles pelatih Bayu dan Dwi Baktiawan dari Jakarta secara kontinyu. Sekitar hanya sebulan di Jakarta langsung ke kejuaraan dunia itu. “Kami berharap prestasi keduanya tetap konsisten dan menjadi motivasi untuk pedansa lainnya di masa mendarang. Tentunya IODI Bali juga berjuang maksimal melakukan pembinaan untuk persiapan jangka panjang. Para atlet juga harus banyak turun di pertandingan demi menambah jam terbangnya,” pungukasnya.

wartawan
Djoko Purnomo
Category

Rem Blong di Pecatu, Truk Kontainer Tabrak Molen, Satu Sopir Tewas Tergencet

balitribune.co.id | Kuta - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Padang Padang-Labuan Sait, Pecatu, Kuta Selatan, Badung, pada Selasa malam (27/1) sekitar pukul 23.00 WITA. Truk kontainer diduga mengalami rem blong dan menabrak truk molen, menyebabkan sopir truk kontainer tewas di lokasi kejadian. Evakuasi para korban pun berlangsung dramatis. Pasalnya, kedua sopir tergencet kendaraannya masing-masing.

Baca Selengkapnya icon click

Akses Kesehatan Masyarakat Diperkuat, Tabanan Raih Penghargaan UHC 2026

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah Kabupaten Tabanan meraih Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Tahun 2026 dalam acara yang digelar di Ballroom JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Selasa, (27/1). Penghargaan diterima Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga yang mewakili Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., sebagai bentuk apresiasi atas komitmen daerah dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Awali 2026, BNN Bali Ungkap Jaringan Ganja Lintas Provinsi Sumatera – Bali

balitribune.co.id | Denpasar - Mengawali tahun 2026, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali berhasil mengungkap dua jaringan narkotika lintas provinsi Palembang-Bali. Dalam operasi ini, petugas mengamankan tiga orang tersangka beserta barang bukti ganja dalam jumlah besar.

Baca Selengkapnya icon click

Transformasi LPD Butuh SDM Unggul

balitribune.co.id | Denpasar - Pemerintah Provinsi Bali menegaskan komitmennya untuk memperkuat Lembaga Perkreditan Desa (LPD) sebagai pilar utama ekonomi desa adat. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat (PMA) Provinsi Bali, I Gusti Agung Kartika Jaya Seputra, saat membuka kegiatan Pra-Asesmen LPD di Denpasar, Senin (26/1).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Belasan Ribu Pohon Perindang Kota Denpasar Diansurasikan

balitribune.co.id | Denpasar - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 juta pada tahun 2026 untuk asuransi pohon perindang. Program ini mencakup 15.863 batang pohon yang tersebar di sepanjang jalan protokol di bawah pengelolaan DLHK Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click

Pancasila sebagai Kompas Aksi, Bukan Sekadar Teks Suci

balitribune.co.id | Pendidikan Pancasila di sekolah masih sering dipandang sebagai pelajaran pelengkap dan kurang memiliki daya tarik dibandingkan mata pelajaran MIPA. Pembelajaran lebih sering menekankan pada hafalan, bersifat dogmatis dan miskin praktik reflektif. Akibatnya, murid hanya mengenal Pancasila sebagai rangkaian kalimat yang harus dihafal, bukan sebagai panduan moral dan dasar pengambilan keputusan dalam kehidupan nyata.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.