Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Duel Kelompok Sumba - Ambon, Tiga Luka, 14 Diamankan

Bali Tribune / Kepala Lingkungan Banjar Dukuh Pesirahan, Wayan Mertanadi
balitribune.co.id | Denpasar - Duel kelompok Sumba dengan Ambon terjadi di Simpang Jalan Batas Dukuh Sari Sesetan, Denpasar Selatan (Densel), Selasa (21/6) pukul 00.30 Wita. Akibat kejadian itu, tiga orang mengalami luka - luka. Sementara 14 orang diamankan di Mapolsek Denpasar Selatan.
 
Informasi yang berhasil dihimpun Bali Tribune mengatakan, keributan ini berawal dari kejadian kesalah pahaman di Pelabuhan Benoa antara Niko asal Ambon dengan Jhon Key dari Sumba. Setelah itu, Niko menelpon John Key untuk datang ke warung Bu Ayuk yang ada di Pelabuhan Benoa, dan terjadilah keributan yang  menyebabkan Niko mengalami luka di bagian kepala akibat dikeroyok oleh kelompok John Key. Akibatknya, korban Niko dilarikan ke RS AD. Selanjutnya kelompok Ambon datang ke kediaman Jhon Key di Jalan Batas Dukuh Sari dengan maksud menemui kelompok Jhon Key, namun setelah tiba di TKP rupanya kelompok Jhon Key sudah siap dengan membawa batu sehingga melakukan serangan dengan melakukan pelemparan. "Sehingga seorang warga Banjar Dukuh Pesirahan Pedungan atas nama Gede Sentana terkena lemparan batu yang menyebabkan bocor di bagian kepalanya dan dibawa ke Puskesmas Pedungan," ungkap seorang petugas.
 
Warga marah atas kejadian keributan yang sudah sering terjadi di Jalan Batas Dukuh Sari sehingga warga Banjar Dukuh Pesirahan membunyikan kentongan yang ada di Balai Banjar Dukuh Pesirahan. Warga yang merasa daerahnya terusik dengan adanya keributan tersebut secara sepontan warga di sekitar TKP keluar karena ada suara kentongan bertanda ada marabahaya.
 
Beruntung anggota Polsek Densel dipimpin langsung Kapolsek Densel Kompol I Made Dwi Teja Permana didampingi Pawas dan Padal tiba di TKP juga didampingi Kaling Banjar Dukuh Pesirahan, Wayan Mertanadi. Selanjutnya menghimbau kepada seluruh warga masyarakat untuk kembali ke rumah masing supaya tidak memicu kejadian yang lebih besar dan menyerahkan dan mempercayakan kepada petugas kepolisian untuk menangani masalah tersebut. Atas himbauan Kapolsek Densel, masa membubarkan diri.
 
Sementara kelompok Sumba yang saat itu masih ada di sekitar TKP diamankan sementara di Mako Polsek Densel guna dimintai keterangan. Sebanyak 14 orang yang diamankan, masing - masing Andre, Melki, Marko , Sael, Eki, Agus garara, Antonius, Kornelis Toda, Timotius Syngoledek, Agustinus Malonga, Nangoban, Lederules , Dominggus Bag dan Andreas Nono.
Sementara Jhon Key telah menyerahkan diri ke Mapolsek Densel pukul 06.00 Wita untuk selanjutnya dimintai keterangan.
 
Sedangkan tiga orang yang mengalami luka - luka, yaitu I Komang Gede Santana (34) asal Banjar Dukuh Pesirahan Pedungan mengalami luka di bagian kepala dan tangan, Josua asal sumba Barat mengalami luka d bagian lengan kiri dan Fernando Ben Ariel Pattiwael (20) mengalami luka pada bagian kepala, bahu sebelah kiri dan luka pada kaki sebelah kiri.
 
"Saat ini situasi di TKP sudah kondusif, sementara 14 orang asal sumba yang ditemukan di sekitar TKP masih diamankan sementara di Mako Polsek Densel untuk dimintai keterangan," tuturnya. 
 
Kepala Lingkungan Banjar Dukuh Pesirahan Wayan Mertanadi membenarkan kelompok yang berseteru adalah warga Ambon dan Sumba. Namun ia belum mengetahui motif keributan itu karena ia maupun warga tidak berani mendekat lantaran batu berterbangan. Ada beberapa orang dari kelompok yang berseteru tersebut tinggal di sebuah kos daerah Jalan Batas.
 
"Warga membunyikan Kulkul Bulus sebagai pertanda ada bahaya agar warga waspada. Karena salah satu warga kami sudah terkena batu. Saya lihat langsung di lokasi orang membawa senjata tajam," katanya.
 
Mengingat kejadian serupa sudah sering terjadi di wilayah tersebut, maka pihaknya mengimbau kepada tuan rumah yang memiliki kos atau kontrakan agar mengevaluasi atau menyeleksi orang yang akan menyewa kos - kosan.
 
"Bukannya mendiskriminasi, tapi untuk meminimalkan kejadian seperti ini. Untuk warga luar yang mau ngekos tolong dievaluasi, pecalang pun setiap bulan melakukan pengecekan sekaligus pengamanan," katanya. 
wartawan
RAY
Category

Remaja 15 Tahun Masuk Pekarangan Warga, Polisi Kedepankan Mediasi

balitribune.co.id I Gianyar - Remaja berinisial R.A. (15) yang masuk ke pekarangan dan area parkir rumah warga di Banjar Tengah, Desa Blahbatuh, Kecamatan Blahbatuh, akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan. Peristiwanya Sabtu (22/8/2026) dini hari. R.A. dilaporkan memasuki pekarangan rumah milik I Nyoman Karyata. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Bhabinkamtibmas Desa Blahbatuh.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

160 Kader Posyandu Gianyar Ikuti Pelatihan Baby Spa

balitribune.co.id I Gianyar - Sebanyak 160 kader Posyandu dan Kader Kesehatan Masyarakat (KKM) Desa di Gianyar mengikuti pelatihan SPA Bayi yang digelar Tim Pembina Posyandu (TP Posyandu) Kabupaten Gianyar di Kori Maharani Resort and Villa.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan kader dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada orang tua terkait stimulasi tumbuh kembang bayi.

Baca Selengkapnya icon click

Wawali Arya Wibawa Minta PD Pasar Berbenah 

balitribune.co.id I Denpasar - Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, melakukan kunjungan kerja ke Perusahaan Daerah (PD) Pasar Sewaka Dharma Kota Denpasar, Jumat (21/8/2026) lalu. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung kondisi organisasi sekaligus memberikan arahan strategis guna meningkatkan kinerja, tata kelola, dan pengembangan usaha perusahaan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemkab Badung Bakal Tambah Utang Rp2,6 Triliun untuk Atasi Macet Canggu

balitribune.co.id I Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung kembali menyiapkan pinjaman daerah sebesar Rp2,6 triliun. Pinjaman tahap II tersebut direncanakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur, termasuk proyek jalan yang ditujukan untuk mengurai kemacetan di kawasan Canggu dan sekitarnya.

Baca Selengkapnya icon click

Pascagempa NTT, Wisman Alihkan Liburan ke Bali

balitribune.co.id I Denpasar - Pengelola hotel di Nusa Tenggara Timur (NTT) akui adanya pembatalan wisatawan asing yang berlibur ke destinasi wisata di NTT pascagempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 di wilayah NTT pada 15 Agustus 2026 lalu. 

Pihak hotel pun menyarankan calon wisatawan mancanegara (wisman) tersebut untuk mengalihkan destinasi liburan dari yang awalnya akan ke NTT dialihkan ke Bali. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.