Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dukung KTT G20, Puluhan Perupa Ubud Garap Dua Lukisan Raksasa

Bali Tribune / LUKISAN - Dua Lukisan Besar digarap secara kolektif oleh Kelompok Seni Lukis di Banjar Kutuh Kelod, Petulu, Ubud

balitribune.co.ic | GianyarSemua kalangan ingin berkontribusi untuk mensukseskan pelaksanaan KTT G20 yang di Gelar di Bali. Tak mau ketinggalan, puluhan perupa di Ubud yang bernaung dalam Kelompok seni lukis Kalisa Kutuh mendukung event bersejarah ini dengan menggarap dua lukisan berukuran raksasa bertemakan Recover, together, recover stronge (Pemulihan bersama dan bersama kita kuat).

Kelompok perupa yang beranggotakan 87 perupa ini mengawali garapannya dalam wujud kontribusi dalam mensukseskan KTT G20. Hingga akhirnya diwujudkan dengan mempersembahkan dua karya lukisan besar merespon event besar KTT G20 yang berlangsung di Bali.

"Karya ini kita gagas 5 bulan lalu, sebagai wujud dukungan kami dari kalangan seniman," ungkap Sekretaris Kelompok seni lukis Kalisa Kutuh I Made Suweta, Minggu (17/7) pagi.

Memang, karya yang digarap keroyokan ini terbilang berukuran besar. Dimana lukisan yang bertemakan "Harmoni" ukuran 10 meter x 2,8 meter. Lukisan kedua Flora Fauna berukuran 7 meter x 1,5 meter.

"kami garap dengan style kami di Kutuh. Target kami sudah selesai bulan Oktober 2022 mendatang. Dan langsung di dipamerkan di Museum Arma Ubud hingga November 2022, menyambut kunjungan delegasi KTT G20," terangnya.

Mengenai tema Harmoni, pihaknya mencoba menyampaikan pesan damai ketika manusia mampu melestarikan alam semesta. Perupa pun menyatukan perbedaan karakter, menahan ego, bersatu padu dengan semangat kerjasama mewujudkan cita-cita untuk melahirkan sebuah karya. Sedangkan Lukisan Flora Fauna juga memiliki pesan yang sama, belajar dari alam yang tidak pernah mempertentangkan perbedaan. Dan justru perbedaan itu dijadikan sebuah keserasian dan keharmonisan.

Penglingsir Puri Ubud, Tjokorda Gede Putra Artha Astawa Sukawati alias Cok Putra  yang membina kelompok perupa ini, juga terus mendorong agar seniman Kutuh Kelod ini tetap percaya diri dan mempertahankan jati diri.

Dukungan yang sama juga disampaikan oleh Anak Agung Gde Rai pemilik Agung Rai Museum of Art (Arma). Menurutnya Harmoni dan Flora Fauna ini merupakan karya terbesar di Bali bahkan di Indonesia yang dikerjakan secara kolektif. Harapannya spirit gotong royong para pelukis ini menjadi sebuah vibrasi kebangkitan perupa dalam berkarya. Baginya,  dalam karya tersirat sebuah akumulasi pemikiran yang jenius. 

wartawan
ATA

TPA Peh Overload, Jembrana Wajibkan Teba

balitribune.co.id I Negara - Hingga kini persoalan penanganan sampah juga menjadi persoalan yang pelik di Jembrana. Terlebih dengan kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Peh kini kondisinya sudah semakin over kapasitas. Penanganan sampah bahkan kini justru dititikberatkan pada partisipasi aktif masyarakat hingga di pedesaan untuk mengelola mandiri sampah di lahan masing-masing.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pascaledakan Trotoar di Darmasaba, Aroma Bensin Masih Tercium

balitribune.co.id I Mangupura - Kondisi pascaledakan trotoar di kawasan Jalan Darmasaba, Banjar Menesa, Kecamatan Abiansemal, Badung, masih menyisakan kekhawatiran bagi warga sekitar. Hingga Rabu (22/4/2026), bau bensin dilaporkan masih tercium cukup menyengat, terutama di area saluran drainase.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Adi Arnawa Teken Kerja Sama PSEL, Ubah Sampah Menjadi Listrik

balitribune.co.id I Mangupura - Kabupaten Badung mengambil langkah besar dalam menangani volume sampah di kawasan pariwisata dengan beralih ke teknologi modern. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa secara resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Abrasi Kian Parah, Warga Pesisir Monggalan Terdampak Dibantu Bedah Rumah

balitribune.co.id I Semarapura - Makin parahnya abrasi di pesisir pantai Monggalan, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, dikhawatirkan menggerus kawasan itu makin jauh ke daratan. Sejumlah warga yang masih tinggal di kawasan itu terpaksa harus bertahan diselimuti rasa cemas, sembari berharap pemerintah segera turun tangan membuat tanggul. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.