Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Elnusa Petrofin Dorong Pengembangan Premium VCO Produksi Warga Antiga

Bali Tribune / MENJELASKAN - Perajin Mesari Premium VCO Antiga saat menjelaskan manfaat produknya

balitribune.co.id | Amlapura – Potensi alam Desa Antiga Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem yang kaya pohon kelapa dan menghasilkan buah kelapa berkualitas mampu meningkatkan perekonomian warganya. Pasalnya, buah kelapa berkualitas unggul ini telah diolah oleh masyarakat setempat menjadi produk

Mesari Premium Virgin Coconut Oil (VCO). Hal ini dimanfaatkan oleh Tim CSR Elnusa Petrofin bersama desa setempat (BUMDes) untuk turut membantu warga dalam meningkatkan kemandirian yang dapat menunjang kualitas hidup masyarakat perdesaan terutama secara ekonomi melalui usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). 

Pembuatan Premium VCO sejak 2019 lalu ini didukung Elnusa Petrofin mulai dari tahap sosialisasi dan pembekalan mengenai potensi produk secara kesehatan dan ekonomi, maupun pelatihan produksi secara teori dan praktek dengan menggandeng praktisi berpengalaman. Selain itu juga pemberian bantuan mesin parut dan mesin pemeras kelapa, pelatihan pemasaran produk, dukungan permodalan awal, penamaan produk, perizinan edar produk sampai dengan peluncuran produk yang berlangsung Selasa (8/6) di Manggis, Karangasem.

Direktur Utama PT Elnusa Petrofin, Haris Syahrudin mengatakan produk Mesari Virgin Coconut Oil ini dijual dalam 1 ukuran botol berkapasitas 250ml dan diharapkan mampu bersaing di pasaran. Sehingga dapat menyejahterakan perajin serta masyarakat Antiga. "Kami memiliki misi di manapun kami beroperasi, kami selalu berusaha memberikan manfaat kepada masyarakat," ucapnya. 

Ia berharap upaya tersebut nantinya dapat menginspirasi daerah-daerah yang memiliki kelapa cukup berlimpah untuk diolah menjadi produk bernilai. "VCO dapat menjadi produk alternatif yang bermanfaat menggantikam minyak zaitun. Hal ini meningkatkan perekonomian masyarakat Antiga. Kami akan terus melakukan pembinaan bagaimana melakukan pemasaran produk ini ke depan," kata Haris. 

Salah seorang perajin dan pelatih pembuatan VCO di Antiga, Gede Sumadi mengakui dari sisi bahan baku tidak mengalami kendala. Ketersediaan buah kelapa tua di desa setempat saat ini masih sangat memadai. Produksi VCO ini kata dia melibatkan 15 orang tenaga kerja. "Sekali produksi memerlukan 600 buah kelapa tua dan mampu menghasilkan 60 liter VCO dalam sehari. Kami melakukan produksi tiga kali seminggu," jelasnya.  

Berdasarkan penuturan Kepala Desa Antiga, Wayan Madra Arsana saat ini sebanyak 6 banjar di desa tersebut memproduksi Mesari Premium VCO yang mampu meningkatkan perekonomian warga dan menjaring tenaga kerja. Per kemasan 250ml dijual seharga Rp 50 ribu. "Karena kami memiliki kualitas buah kelapa yang bagus maka bisa menghasilkan VCO yang berkualitas," ucap Mandra. 

Executive General Manager PT Pertamina (Persero) MOR V, C.D Sasongko berharap produk UMKM warga Antiga ini dapat diterima oleh masyarakat luas. “Kami juga akan berusaha mendukung agar produk ini dapat bersaing di masyarakat. Sehingga masyarakat yang memproduksi juga dapat menerima manfaatnya," harapnya.

wartawan
YUE
Category

DLHK Badung Perketat Pengawasan Horeka, Pastikan PSBS Berjalan dari Sumber

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengintensifkan korvei kebersihan lingkungan sekaligus pengawasan pelaksanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) pada pelaku usaha Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka).

Baca Selengkapnya icon click

Astra Motor Bali Meriahkan HUT Kota Gianyar Lewat Honda Premium Matic Day 2026

balitribune.co.id | Gianyar – Astra Motor Bali kembali menghadirkan gelaran spesial bagi pecinta sepeda motor melalui Honda Premium Matic Day (HPMD) 2026 yang berlangsung pada 9–12 April 2026 di Alun-Alun Kota Gianyar, dalam rangka memeriahkan HUT Kota Gianyar ke-253.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Harga Plastik Naik, Pengusaha Kurangi Ketebalan Tempe

balitribune.co.id I Tabanan - Naiknya harga plastik ternyata berdampak terhadap pelaku UMKM salah satunya yakni pelaku usaha pembuatan tempe. Pelaku usaha tempe harus memutar otak untuk menyiasati kenaikan harga plastik tersebut dengan cara mengurangi ukuran ketebalan agar harga jual ke konsumen tidak naik. Cara ini terpaksa mereka lakukan agar bisa terus berproduksi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.