balitribune.co.id | Mangupura - Perhelatan seperti Piala Dunia 2026 membawa peluang ekonomi bagi pedagang bendera peserta Piala Dunia. Pedagang yang membuka lapak menjual bendera kontestan Piala Dunia 2026 sudah terlihat di Kota Denpasar dan Badung. Para penggemar sepak bola tampaknya sudah tidak sabar menunggu ajang tersebut yang akan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
Salah seorang pedagang bendera peserta Piala Dunia 2026, Yan Yustian di Badung mengaku sengaja datang ke Bali hanya untuk menjual bendera peserta Piala Dunia 2026. Selain menghadirkan pesta olahraga, ajang Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko, diharapkan membawa rezeki bagi pedagang atribut sepak bola, seperti yang dirasakan salah seorang warga Jawa Barat ini.
"Saya dari Garut, Jawa Barat menjual bendera peserta Piala Dunia 2026 di sekitar Kuta," katanya saat ditemui di sela-sela kesibukannya memajang dagangannya untuk menarik perhatian pengguna jalan agar tertarik membeli bendera peserta Piala Dunia yang dijualnya.
Ia menyebutkan, bendera negara jagoan bola seperti Portugal, Argentina dan Spanyol yang paling banyak dicari pembeli. Harga bendera dijual bervariasi mulai Rp50 ribu untuk ukuran 1,20 meter hingga Rp200 ribu untuk ukuran 1,80 meter.
Yan Yustian menjajakan aneka bendera dari 48 negara peserta Piala Dunia 2026. Momen pesta sepak bola dunia ini kerap ditunggu para pecinta sepak bola dari usia remaja, dewasa hingga para orang tua. Euforia Piala Dunia biasanya ditunjukkan dengan cara memasang bendera negara dari tim favoritnya.