Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Evaluasi Program Bedah Desa Pikat dan Pesinggahan

Bali Tribune/ EVALUASI - Bupati Suwirta evaluasi bedah Desa di Pikat dan Pesinggahan.



Balitribune.co.id | Semarapura - Di tahun terakhir masa jabatannya yang semakin dekat, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta melakukan evaluasi program bedah desa pada Desa Pikat dan Desa Pesinggahan Kecamatan Dawan. Dalam kegiatan ini, Bupati Suwirta mendapati lansia sebatang kara Ni Nengah Kidep (78) yang hidup sendiri di rumah tidak layak huni di Dusun Pangi Kawan, Desa Pikat. Ni Nengah Kidep selama ini hidup mengandalkan bantuan dari Dinas Sosial dan uluran tangan para dermawan.

“Kunjungan saya bersama Dinas Sosial dan OPD terkait lainnya ini adalah dalam rangka kegiatan evaluasi program inovasi bedah desa yang telah kami lakukan 28 Februari tahun 2016 lalu. Ini kami lakukan untuk mengetahui apa apa saja belum bisa diselesaikan pasca bedah desa pertama itu. Kali ini kami dapati seorang wanita lanjut usia yang tinggal sebatang kara dan hidup mengandalkan bantuan Dinas sosial dan para dermawan.” ujar Bupati Suwirta kemarin.

Menurut Pejabat Perbekel Desa Pikat I Wayan Kardana mengatakan, Ni Nengah Kidep sebenarnya telah mendapatkan bantuan rehab rumah dan bantuan sembako rutin dari Pemerintah. Namun karena terjadi permasalahan di interen keluarga, akhirnya Ni Nengah Kidep memilih meninggalkan rumahnya dan tinggal dibangunan yang tidak layak.

Mendengar cerita tersebut Bupati Suwirta berencana akan membuat sebuah program khusus untuk menampung warga sebatangkara seperti Ni Nengah Kidep supaya bisa hidup layak dengan mendapatkan bantuan makanan dan perawatan. “Dengan bantuan sembako saja tidak akan cukup untuk mereka, selain makanan ada hal lain yang mereka butuhkan seperti perhatian dan perawatan sehari hari sehingga mereka bisa hidup layak dan memiliki semangat hidup, bersama Dinas Sosial kami akan merancang sebuah program yang akan bisa mengembalikan kebahagian warga seperti ini,” tandasnya.

Selain meninjau lansia sebatang kara, Bupati Suwirta juga mengunjungi memberikan bantuan sembako kepada penderita ODGJ serta membagikan susu formula kepada sejumlah balita yang tercatat sebagai penderita stunting. Tercatat di Desa Pikat terdapat 5 anak dan Desa Pesinggahan berjumlah 7 anak yang semuanya telah mendapatkan penanganan petugas Puskemas setempat. “Saat ditemui di rumah masing masing, rata rata anak ini dalam kondisi sehat dan aktif, meskipun memiliki tanda tanda stunting seperti lingkar tangan dan fisik yang kecil mungil. tapi kalau melihat riwayat para orang tua mereka yang juga tidak terlalu besar, saya kira anak anak ini normal,” ujar Bupati Suwirta.

Meskipun demikian pihaknya tetap menugaskan petugas puskesmas untuk senantiasa memantau anak anak ini. Dalam evaluasi program Bedah Desa ini telah diselesaikan pula sejumlah kegiatan rehab rumah, 5 buah rehab rumah di desa Pikat serta pembangunan sebuah Puskesmas dan sebuah rehab rumah di desa Pesinggahan. Untuk Iuran BPJS Kesehatan, sebanyak 48,76% jumlah penduduk Desa Pesinggahan telah ditanggung oleh Pemda Klungkung. Sedangkan penduduk Desa Pikat sebanyak 41,1 % warga ditanggung oleh Pemda Klungkung, selebihnya oleh Pemprov Bali.

wartawan
SUG
Category

DLHK Badung Perketat Pengawasan Horeka, Pastikan PSBS Berjalan dari Sumber

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengintensifkan korvei kebersihan lingkungan sekaligus pengawasan pelaksanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) pada pelaku usaha Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka).

Baca Selengkapnya icon click

Astra Motor Bali Meriahkan HUT Kota Gianyar Lewat Honda Premium Matic Day 2026

balitribune.co.id | Gianyar – Astra Motor Bali kembali menghadirkan gelaran spesial bagi pecinta sepeda motor melalui Honda Premium Matic Day (HPMD) 2026 yang berlangsung pada 9–12 April 2026 di Alun-Alun Kota Gianyar, dalam rangka memeriahkan HUT Kota Gianyar ke-253.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Harga Plastik Naik, Pengusaha Kurangi Ketebalan Tempe

balitribune.co.id I Tabanan - Naiknya harga plastik ternyata berdampak terhadap pelaku UMKM salah satunya yakni pelaku usaha pembuatan tempe. Pelaku usaha tempe harus memutar otak untuk menyiasati kenaikan harga plastik tersebut dengan cara mengurangi ukuran ketebalan agar harga jual ke konsumen tidak naik. Cara ini terpaksa mereka lakukan agar bisa terus berproduksi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.