balitribune.co.id | Mangupura - Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Badung menegaskan dukungan terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Badung dalam menangani persoalan sampah, termasuk kebijakan darurat jangka pendek yang sedang berjalan. Penegasan itu disampaikan Ketua Fraksi Golkar DPRD Badung, I Gusti Ngurah Saskara, Senin (13/4/2026), didampingi Wakil Ketua Fraksi I Nyoman Karyana dan Sekretaris Fraksi I Gede Suraharja, sekaligus meluruskan polemik terkait pernyataan anggota fraksi, I Putu Sika Adiputra, mengenai pembuangan material kompos di Desa Penarungan.
Saskara menyatakan, Fraksi Golkar tetap satu suara mendukung kebijakan Pemkab Badung dalam penanganan sampah yang dinilai sebagai persoalan strategis di daerah pariwisata. Ia menjelaskan, pernyataan Putu Sika sebelumnya merupakan bentuk spontanitas sebagai warga yang terdampak langsung, bukan penolakan terhadap program pemerintah.
“Fraksi Golkar tetap mendukung penuh langkah pemerintah. Pernyataan saudara Putu Sika adalah bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan di wilayahnya,” ujarnya.
Saskara menekankan pentingnya penguatan komunikasi dan sosialisasi kepada masyarakat terdampak agar kebijakan tidak menimbulkan resistensi.
Sementara itu, Putu Sika Adiputra menegaskan dirinya mendukung program penanganan sampah Pemkab Badung. Namun, ia menyoroti minimnya sosialisasi kepada masyarakat Desa Penarungan sebelum material kompos dibawa ke lokasi. Menurutnya, keberatan warga muncul karena merasa tidak dilibatkan sejak awal.
“Kami mendukung program pemerintah, tetapi masyarakat terdampak perlu mendapat penjelasan lebih dulu,” katanya.
Ia menambahkan, sebagai desa wisata, masyarakat Penarungan selama ini berupaya menjaga kebersihan dan melakukan pemilahan sampah mandiri, sehingga mengharapkan keterbukaan informasi dari pemerintah. Fraksi Golkar juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Badung, khususnya Wakil Bupati, yang turun langsung ke lapangan untuk memediasi persoalan tersebut.
Fraksi Golkar berharap klarifikasi ini dapat meluruskan polemik yang berkembang serta menegaskan dukungan terhadap penanganan sampah secara terstruktur, baik jangka pendek maupun jangka panjang.