Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Gaet Wisatawan Tiongkok, Pemprov Bali Ingin Selenggarakan Festival Batur

RAPAT - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) dalam rapat Persiapan Festival Batur bersama stake holder pariwisata bertempat di ruang rapat Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin (14/1).


 BALI TRIBUNE - Simpang siur tentang berita penutupan beberapa toko milik pengusaha Tiongkok di Bali secara ridak langsung telah mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan dari negeri tirai bambu tersebut. Untuk menarik wisatawan tersebut kembali datang ke Bali, Pemprov Bali berencana menyelenggarakan Festival Batur yang bercerita tentang historia hubungan Bali dan Tiongkok yang sudah terjalin cukup lama. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) dalam rapat Persiapan Festival Batur bersama stake holder pariwisata bertempat di ruang rapat Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin (14/1). Ia menyampaikan harapan agar festival tersebut bisa diadakan saat Peak Season atau saat kunjungan wisatwan Tiongkok sedang mencapai puncak ke Bali yaitu pada bulan Februari mendatang. “Itu pas dengan perayaan Tahun Baru Imlek. Jadi mungkin kita bisa buat Paradenya pada tanggal 6 Februari mendatang,” jelasnya. Ia juga menambahkan jika Festival Batur akan diselenggarakan selama sebulan penuh hingga menjelang Hari Raya Nyepi. “Jadi festival tersebut juga bisa berbentuk akulturasi budaya Cina dengan Bali,” imbuhnya. Ia juga menambahkan ingin menarik setidaknya 60% atau sekitar 3.000 wisatawan Tiongkok di bulan itu mengunjungi Festival Batur. Lebih lanjut, Wagub Cok Ace ingin menyampaikan kepada warga Tiongkok bahwa hubungan Bali dan Tiongkok masih kuat meskipun isu penutupan toko beberapa waktu lalu sempat merebak. “Kita ingin tunjukkan bahwa hubungan yang sudah terjalin sejak ratusan tahun lalu  berjalan dengan baik,” tandasnya. Sementara itu Ngurah Paramartha sebagai penulis buku The Secret Soul of Singa Wangsa menyampaikan jika hubungan Bali dan Tiongkok sudah terjalin dari abad ke-13 atau sejak Kang Cing Wie menjadi ratu dari Raja Subandar. “Peninggalan tersebut bahkan masih ada di Pura Batur, sehingga bisa kita jadikan dasar historis untuk menarik wisatawan,” jelasnya. Ngurah Paramartha mengungkapkan dengan histori tersebut bisa menjadikan dasar untuk menarik wisatawan Tiongkok ke Bali sekaligus mempelajari sejarah yang berhubungan dengan mereka. “Bayangkan Perancis bisa mendatangkan puluhan juta wisatawan tiap tahun karena menjual sejarahnya, kita juga bisa, apalagi sejarah tersebut berhubungan langsung dengan negara Tiongkon,” pungkasnya. 

wartawan
Release
Category

APBD Buleleng Defisit Rp200 Miliar, Pembangunan RSUD Dibiayai Lewat Pinjaman Daerah

balitribune.co.id | Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng menyiapkan skema pembiayaan melalui pinjaman daerah untuk mendukung revitalisasi dan pemenuhan sarana prasarana Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng. Kebijakan tersebut berdampak pada postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang diproyeksikan mengalami defisit lebih dari Rp200 miliar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Antisipasi Banjir, Sedimentasi di Tukad Mati Kembali Dikeruk

balitribune.co.id |  Denpasar - Bencana banjir bandang yang terjadi tahun lalu, belantaran Tukad Mati Denpasar yang terparah. Memasuki musim hujan, Pemerintah Kota Denpasar bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida melakukan pengerukan sedimentasi di alur Tukad Mati, Jalan Pura Demak I, Pemecuta kelod, Selasa (22/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perajin Pelinggih Keluhkan Penurunan Kualitas Bahan Batu Alam

balitribune.co.id | Bangli - Perajin batu alam di Kabupaten Bangli saat ini kerap menerima permintaan pesanan dari kalangan rumahtangga, akomodasi wisata dan pihak pengelola Pura. Batu alam yang dijadikan bahan untuk membuat Pelinggih atau bangunan suci umat Hindu Bali, ketersediaannya masih memadai namun terjadi penurunan kualitas batu alam. 

Baca Selengkapnya icon click

Pengurus Pura Kawitan Tangkas Koriagung Somasi Bendesa Adat Tangkas

balitribune.co.id | Semarapura - Konflik kewenangan antara lembaga adat desa dan pengurus soroh / kawitan mencuat di Kabupaten Klungkung.

Pengurus (Prajuru) Pura Kawitan Pusat Pangeran Tangkas Kori Agung secara resmi melayangkan Surat Somasi kepada Bendesa Desa Adat Tangkas, I Nyoman Sudarma.  

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.