Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Gebyar Tari Bali XII, Ratusan Penari Adu ‘Agem’

Bali Tribune/Peserta Gebyar Tari Bali, Berebuyt Tempat Terbaik

Bali Tribune, Gianyar - Sanggar Widya Bhuana Aga, Belega, Blahbatuh kembali menggelar Gebyar Tari Bali. Penyelenggaraan yang ke dua belas ini, dibuka langsung Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, dihadiri Anggota DPRD Dapil Blahbatuh, Sekdakab Gianyar, I Made Gede Wisnu Wijaya serta sejumlah pejabat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar, Minggu, (10/2).

Ketua Panita Gebyar Tari Bali XII, I Komang Elen Juniadi mengatakan, untuk penyelenggaraan yang keduabelas ini, mengambil tema 'Yadnya Cakra ( kreativitas tiada henti ) dengan melibatkan 129 peserta dari seluruh kabupaten/kota di Bali memperebutkan Piala Bupati Gianyar serta uang tunai sebesar Rp. 10 juta. Lomba dibagi dalam tiga katagori yakni, Katagori A dikuti oleh anak-anak 6 s/d 10 tahun dimana tarian yang dilombakan, Tari Puspanjali dan Tari Baris Tunggal, Katagori B dengan batas umur 10 s/d 14 tahun, melombakan Tarian Condong dan Tari Jauk Manis, serta Katagori C dengan batas umur 15 s/d 18 tahun melombakan Tarian Truna Jaya dan Tari Topeng Tua.

Elen menambahkan, ada empat kriteria penilain yang dilaksanakan dalam lomba ini meliputi, pertama adalah Teknik. Teknik yang dimaksud adalah teknik gerak-gerak tari yang dilakukan penari apakah sesuai dengan tari yang dibawakan. Kedua, Koreografi atau Komposisi. Koreografi atau komposisi adalah penguasaan panggung dalam istilah Bali disebutpedum karang yaitu penggunaan stage atau panggung. Ketiga adalah ekspresi. Ekspresi atau mimik merupakan hal yang penting dalam melakukan sebuah. tarian, dimana ekspresi dari penari apakah sesuai dengan karakter jenis tari yang dibawakan. Dan terakhir Tata Rias dan Busana. Tata rias dan kostum merupakan unsur penting pada sebuah tarian.“Kegiatan ini sebagai wadah penyalur minat dan bakat para seniman muda untuk berkreasi. Disamping sebagai media pendidikan budaya tradisional,” imbuh Elen.

Sementara Bupati Gianyar, I Made Mahayastra mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan tersebut, karena ini merupakan salah satu kontribusi dari masyarakat terkait dengan eksisnya seni budaya di Gianyar. Karena jika hanya dikerjakan oleh pemerintah saja tidak akan bisa, untuk itu peran serta seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan. “Masyarakatlah yang memelihara, masyarakatlah yang selalu memberi kontribusi terkait eksisnya. Kalo pemerintah saja yang mengerjakan, tidak bisa,” pungkas Mahayastra.

Mahayastra menambahkan, di tahun 2020, setiap event yang bisa melaksankan terus menerus secara aktif, baik event tahunan maupun dua tahunan akan dituangkan ke dalam Surat Keputusan Bupati yang nantinya wajib mendapatkan dana penyelenggaraan dan pembinaan. Sehingga pihak panitia tidak perlu lagi melakukan audensi dengan bupati menjelang penyelenggaraan kegiatan. Namun, hal ini dikecualikan untuk event-event yang sudah eksis sekali dan sudah mampu menghasilkan uang. “Event yang sudak bisa menghasilkan uang kan tidak mungkin kita bantu lagi. Khusus untuk di desa-desa yang secara teratur dan profesional panitianya menyelenggarakan, kita akan masukkan event itu pada event tahunan Kabupaten Gianyar. Sehingga setiap tahun dipastikan berlanjut,” kata Mahayastra. (ksm)

wartawan
habit
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

“Homeless Media” Adaptasi atau Ancaman Demokrasi?

balitribune.co.id | Perdebatan soal “homeless media” sesungguhnya bukan sekadar pertengkaran antara media lama dan media baru. Polemik ini lebih dalam dari itu - Indonesia sedang menghadapi benturan besar antara disrupsi digital dengan standar profesionalisme pers yang selama ini menjadi fondasi demokrasi.

Baca Selengkapnya icon click

Kasus Scam Tembus 530 Ribu, OJK Perkuat Kolaborasi Indonesia-Australia

balitribune.co.id | Jakarta - Maraknya penipuan digital di sektor jasa keuangan membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat kerja sama internasional, termasuk dengan Australia, untuk mempercepat penanganan scam yang kini berkembang lintas negara dan lintas sektor.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

BKSDA Bali Gagas Konsep The New Kintamani

balitribune.co.id I Bangli - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali resmi memperkenalkan konsep The New Kintamani sebagai arah baru pengelolaan bentang alam yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan. 

Gagasan ini dipaparkan dalam forum konsolidasi di Museum Geopark Batur, Kintamani, Jumat (8/5/2026), yang dihadiri 46 pemangku kepentingan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.