balitribune.co.id I Gianyar - Pemerintah Kabupaten Gianyar menggelar upacara pecaruan Pengulapan Alit Gedung A Pusat Pemerintahan (Puspem) Gianyar yang dirangkaikan dengan prosesi nasarin (peletakan batu pertama) pembangunan pelinggih Padmasana oleh Bupati Gianyar I Made Mahayastra, Kamis (2/4/2026).
Upacara dilaksanakan sebagai bentuk penyucian serta upaya menjaga keharmonisan lingkungan gedung pemerintahan, sekaligus memohon keselamatan, kelancaran, dan kesejahteraan bagi seluruh aktivitas pemerintahan dan masyarakat Gianyar.
Prosesi nasarin menjadi penanda dimulainya pembangunan pelinggih Padmasana sebagai sarana persembahyangan di lingkungan Puspem.
Prosesi berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran pemerintah daerah, tokoh adat, serta undangan terkait.
Gedung A Puspem Gianyar akan ditempati oleh 5 OPD yaitu Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kebudayaan, Dinas Pariwisata, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.
Dalam acara tersebut, Bupati Gianyar I Made Mahayastra menyampaikan bahwa pembangunan Gedung Puspem Gianyar dapat terwujud melalui efisiensi serta pengelolaan anggaran yang ketat. Guna peningkatan pelayanan kepada masyarakat. “Semangat kerja, disiplin, dan pelayanan. Karena inti dari pemerintahan adalah pelayanan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati Mahayastra menekankan bahwa fasilitas yang dibangun bukanlah milik pegawai, melainkan milik seluruh masyarakat Gianyar. “Ini bukan milik pegawai, tapi milik masyarakat Gianyar,” tegasnya.
Bupati Mahayastra menargetkan proses pembangunan akan rampung pada bulan Agustus mendatang, sehingga pada bulan September dirinya sudah dapat mulai berkantor disana.
Selain sebagai pusat pemerintahan, kawasan Puspem Gianyar juga dirancang menjadi destinasi wisata hijau, menyerupai konsep alun-alun kota yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. “Kita bangga bisa membangun ini,” pungkasnya.