Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Gedung Sekolah Meperihatinkan, Siswa SDN 1 Yehembang Kauh hanya Segelintir

MINIM - Selain kondis bangunan sekolah yang rusak berat, SD Negeri 1 Yehembang Kauh juga minim siswa.

BALI TRIBUNE - Hingga kini masih ada sekolah yang kodisinya memperihatinkan. Salah satunya yang terjadi pada SD Negeri 1 Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo. Selain kondisi bangunan gedung sekolah yang memperihatinkan, sekolah diwilayah pedesaan ini juga minim siswa.  Atap gedung di sejumlah ruangan di sekolah ini juga jebol sehingga proses belajar dilakukan secara darurat hingga diluar kelas. Bahkan jumlah peserta didik disalah satu kelasnya ada yang hanya berjumlah dua orang saja. Dari pengamatan, hampir semua atap ruangan kelas disekolah tersebut hancur baik pada lokal bangunan yang ada disisi barat maupun bangunan dosisi timur. Kontruksi atap bangunan sekolah yang terbuat dari rangka atap baja ringan tersebut kini hampir semua keropos serta plafonnya jebol.  Plt Kepala SD Negeri 1 Yehembang Kauh Made Sariasih didampingi salah seorang guru Ni Made Samiasih dikonfirmasi mengatakan kendati atap gedung sekolah yang dipimpinnya itu sudah rusak dan hancur sejak dua tahun lalu namun diakuinya sampai saat ini belum ada perbaikan. "Rusaknya saat  Bapak Kepala Sekolah almarhum Ketut Laksana masih ada. Sampai sekarang belum ada perbaikan," ungkapnya. Terkait kerusakan atap bangunan sekolah menurutnya sudah dilaporkannya dan sudah pernah ditinjau oleh Kadis Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Jembrana dan juga sudah diukur namun hingga kini belum ada perbaikan. Rusaknya atap bangunan tersebut juga berdampak pada terganggunya proses belajar mengajar disekolah.  Ia mengaku dengan kondisi ruang kelas yang tidak bisa difungsikan lagi, sebagian siswa harus belajar di ruang perpustakaan juga diakuinya proses belajar mengajar juga terkadang dilasakana luar kelas. Pihaknya khawatir dengan kondisi bangunan yang membahayakan lantara sewaktu-waktu bisa kembali jebol. "Kami cari aman saja. Karena di dalam kelas rawan dan jebol," kata Sariasih. Selain masalah atap bangunan sekolah yang hancur juga sekolah tertua di Yehembang Kauh ini menghadapi kendala minimnya siswa. Bahkan kelas VI hanya berjumlah 2 orang. Yang paling banyak kelas III yang juga hanya 9 orang. "Total siswa cuma 34 orang dari kelas 1 sampai kelas 6," katanya. Kelas I tahun 2018 juga hanya mendapat siswa 4 orang.  Minimnya siswa menurutnya memang menjadi kendala dalam membuat kelompok belajar sehingga tidak maksimal dalam proses belajar dan mengajar.  Minimnya jumlah siswa juga menyebabkan kucuran dana BOS kesekolah ini juga minim. Sehingga diakuinya dengan minimnya dan bos yang diterima sekolah juga mempengaruhi biaya operasional sekolah. "Bahkan tahun depan dana yang kami kelola hanya Rp 27 juta," kata Sariasih.Untuk guru terdapat 4 guru PNS dan satu guru abdi dan satu guru kontrak. Sementara petugas TU satu orang PNS. Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Pemuda Olah Raga (Dikpora) Kabupaten Jembrana, Dewa Putu Wardana Astawa dikonfirmasi membenarkan kondisi bangunan sekolah SDN 1 Yehembang Kauh tersebut rusask terutama sebagian besar atapnya sudah jebol. Memang tidak diperbaiki dengan pertimbangan sekolah tersebut akan diregrouping dengan sekolah terdekat. "Dengan minimnya siswa kebijakan tahun ajaran nanti tidak akan menerima siswa baru. Kemudian setelah siswa habis dan benar-benar minim baru akan digabung dengan sekolah terdekat," ujarnya.  Dengan pertimbangan itu pula sekolah yang sudah lama rusak itu tidak diperbaiki dan pihaknya memprioritaskan sekolah lainnya yang mengalami rusak dan siswanya banyak.  

wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Presiden Prabowo Pilih Sapi Bali Asal Baturiti untuk Hewan Kurban Idul Adha 2026

balitribune.co.id I Tabanan -  I Wayan Doni Ardita (36), peternak asal Banjar Anyar, Desa Perean Kangin, Kecamatan Baturiti, tengah diliputi rasa bangga. Sapi Bali hasil peliharaannya kembali terpilih dan dibeli oleh Presiden Prabowo Subianto untuk dijadikan hewan kurban pada hari raya Idul Adha 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Fenomena Satwa Laut Terdampar di Jembrana, Setelah Paus Kini Lumba-Lumba

balitribune.co.id | Negara - Hingga kini satwa laut yang terdampar mati semakin banyak ditemukan di pesisir Bali barat. Teranyar seekor lumba-lumba ditemukan terdampar di Pantai Yehsumbul, Mendoyo pada Minggu (17/5/2026). Bangkai satwa laut yang mati akhirnya dikuburkan di pantai di sekitar lokasi penemuan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dilaporkan Hilang Usai Pergi ke Ladang, Kakek Yuda Ditemukan di Jurang

balitribune.co.id I Gianyar - Sempat menghilang semalaman, I Made Yuda (73) alias Kakek Yuda akhirnya  ditemukan selamat. Lansia asal Banjar Tangkas, Desa Kenderan, Tegallalang, ini ditemukan terperosok di dasar jurang di aliran Sungai Tukad Petanu,  dan langsung dievakuasi, Sabtu (16/5/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Beresiko Tinggi, 50 Pemandu Arung Jeram Bali Ikuti Sertifikasi Kompetensi

balitribune.co.id I Gianyar - Sebanyak 50 pemandu arung jeram (rafting guide) mengikuti Sertifikasi Kompetensi Kerja Bidang Kepariwisataan  2026 Sabtu-Minggu (16-17/5/2026) di Jalur Sungai Ayung, Ubud. Kualitas pemandu wisata berisiko tinggi  ini diharapkan memiliki ketrampilan dengan standar keselamatan yang ketat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

38 Koperasi Merah Putih di Bali Siap Beroperasi, Ditargetkan Capai 120 Unit pada Juli 2026

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Provinsi Bali mencatat sebanyak 38 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah siap beroperasi di berbagai wilayah Bali. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 120 koperasi hingga akhir Juli 2026. 

Hal itu disampaikan Wayan Koster saat menghadiri Peresmian Operasionalisasi 1.061 KDKMP secara virtual dari KDKMP Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Sabtu (16/5/2026).

Baca Selengkapnya icon click

DPRD Bali Soroti Dugaan Jual Beli Izin Sapi, Kresna Budi Minta Sistem Kuota Dihapus

balitribune.co.id I Singaraja - Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali, IGK Kresna Budi, mendesak Pemerintah Provinsi Bali segera mengevaluasi bahkan membekukan sistem kuota pengiriman sapi Bali menyusul adanya dugaan praktik jual beli izin pengiriman sapi oleh oknum tertentu.

Menurut Kresna Budi, praktik tersebut sangat merugikan peternak dan pengusaha kecil karena biaya tambahan yang muncul membuat mereka sulit bersaing dengan pemodal besar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.