Gedung Terminal Mengwi Keropos, Kemenhub Langsung Gelontor Rp 2 Miliar Untuk Renovasi | Bali Tribune
Bali Tribune, Senin 13 Juli 2020
Diposting : 1 June 2018 14:24
I Made Darna - Bali Tribune
Atap gedung Terminal Mengwi nampak bocor.
BALI TRIBUNE - Bangunan Terminal Mengwi mulai keropos.  Nah,  untuk memperbaiki kerusakan terminal tipe A di Bali itu,  pemerintah melalui APBN telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2 miliar.  Pihak terminal juga saat ini sudah mulai melakukan renovasi.  Hanya saja renovasi dilakukan khusus untuk bagian-bagian yang rusak. 
 
Renovasi bagian gedung yang paling mencolok yakni di lobi utama terminal bertipe A satu-satunya di Bali, serta seputaran terminal kedatangan. Tidak saja memperbaiki kerusakan atap yang bocor dan plafon jebol, tapi sekaligus melakukan pengecetan agar lebih tampak cantik dan sedap dipandang mata. Terlebih sebentar lagi di terminal tersebut akan menjadi posko angkutan lebaran untuk mengamankan arus mudik.
 
Renovasi Terminal Mengwi dikelola pihak Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) XII wilayah Bali dan NTB, menghabiskan anggaran kurang lebih Rp 2 miliar. Anggaran langsung digelontor dari Kementerian Perhubungan.
 
Koordinator Terminal Tipe A Mengwi, Cok Agung Swarmaya belum lama ini menjelaskan renovasi hanya pada bagian yang mengalami kerusakan. “Atap yang bocor, kemudian plafon jebol, itu yang diperbaiki. Karena sempat saat musim hujan bocor. Termasuk pengecatan juga,” ungkapnya.
 
Cok Agung mengatakan, seluruh biaya renovasi langsung dikucurkan dari pusat. “Kurang lebih anggarannya Rp 2 miliar. Selain Terminal Mengwi, beberapa terminal lainnya juga direnovasi oleh pusat. Kalau saya tidak salah ada 40 terminal se-Indonesia. Salah satunya Terminal Mengwi,” terangnya.
 
Ditargetkan renovasi akan selesai dalam lima bulan kedepan. “Tapi karena berhubung sebentar lagi mau Lebaran, ada arus mudik, jadi kami fokus dulu pengerjaan (renovasi) yang di lobi utama, biar bagus lah,” kata Cok Agung.
 
Dibagianain,  Komisi V DPRD RI, Anton Sukartono mengatakan terminal yang baru berjalan selama 7 bulan ini masih perlu banyak dilakukan renovasi atau perbaikan untuk kenyamanan pengunjung. 
 
"Feeder belum ada. Kamar mandi belum di perbaiki, dan benerapa gedung masih bocor," ujarnya saat meninjau kesiapan insfrastuktur dan angkutan lebaran 2018 di terminal Memgwi Kamis (31/5).
 
Ia juga mengatakan, selain infrastuktur, pelayanan terkait informasi juga bisa dikatakan kurang.. "Tamu bule masih banyak yang bingung,  mungkin kurang bahasa inggris atau bagaimana,"  jelasnya.
 
Dikatakan juga feeder bus besar tidak bisa ke tempat-tempat yang kecil. Jadi, penumpang harus naik taksi atau ojek. Pihaknya menyarankan perlu dilakukan kerja sama dengan provinsi, sehingga nantinya  bus besar bisa menuju ke feeder yang kecil. "Harus ada pengumpan yang mengantarkan penumpang untuk ke terminal," jelasnya sembari berharap tahun 2019 Terminal Mengwi bisa lebih baik.