Gegara Isu PMK Jual Beli Sapi Turun 50 Persen | Bali Tribune
Bali Tribune, Sabtu 25 Juni 2022
Diposting : 20 May 2022 05:34
ANA - Bali Tribune
Bali Tribune / ANJLOK – Akibat isu penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi transaksi ternak sapi di Pasar Beringkit turun 50 persen.

balitribune.co.id | MangupuraTransaksi sapi di Pasar Hewan Beringkit, Mengwitani, Badung anjlok akibat merebaknya isu wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ternak sapi di sejumlah wilayah di Indonesia. Padahal PMK belum ditemukan di Bali.

"Iya, isu PMK sangat berdampak pada transaksi sapi di Pasar Hewan Beringkit," ujar Dirut Perumda Pasar Mangu Giri Sedana, I Made Sukantra saat dikonfirmasi, Kamis (19/5).

Kata dia penurunan jual beli sapi bahkan sampai 50 persen dari biasanya. "Sebelum PMK merebak itu (transaksi sapi) bisa mencapai 700 ekor perhari, tapi kemarin hanya mencapai 300 ekor," katanya.

Sukantra menduga jebloknya transaksi akibat ketakutan masyarakat maupun peternak membeli sapi. Padahal, asal ternak sapi yang diperjualbelikan merupakan hasil peternak di Bali. Yakni sapi dari Kabupaten Buleleng, Bangli, Tabanan, dan dari peternak di Kabupaten Badung.

"Kami tidak pernah mendatangkan sapi dari luar Bali, malah kebanyakan dikirim ke Pulau Jawa. Selain untuk dipelihara, sapi Bali juga bagus untuk di potong atau dikonsumsi," jelas Sukantra.

Pihaknya pun yakin wabah PMK belum masuk ke Bali. Ia berharap virus tersebut tidak sampai ke Bali. Namun, untuk mengantisipasi virus PMK,  termasuk kesehatan sapi pihaknya tetap melakukan pembersihan pada kandang sapi di Pasar Hewan Beringkit. 

"Virus PMK belum ada di Bali. Jadi antisipasi tetap harus dilakukan," tegasnya.