Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Gelaran Bugbug Culinary Festival Curi Perhatian Wisatawan

Bugbug festival
Bali Tribune / MEMBUKA - Asisten III Sekdakab Karangasem I Wayan Ardika membuka gelaran Bugbug Culinary Festifal di DTW Bukut Asah, Desa Bugbug, Karangasem.

balitribune.co.id Amlapura - Asisten III Sekdakab Karangasem I Wayan Ardika yang hadir mewakili Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, membuka secara resmi gelaran Bugbug Culinary Festival yang berlangsung di Taman Harmoni DTW Bukit Asah, Desa Bugbug, Karangasem, Sabtu (18/4/2026).

Acara yang cukup menarik perhatian wisatawan asing yang berwisata ke Bukit Asah dan Virgin Beach ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting diantaranya Anggota DPRD Provinsi Bali sekaligus mantan Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri, perwakilan sekolah, Bendesa Adat Bugbug, Perbekel Desa Bugbug, jajaran prajuru adat, Tim Ahli bidang pariwisata, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kepala Dinas Perindag, Ketua PHRI Karangasem dan sejumlah tokoh lainnya.

Asisten III Sekdakab Karangasem I Wayan Ardika menyampaikan jika Pemkab Karangasem sangat mengapresiasi kegiatan Bugbug Culinary Festival yang berlangsung selama 2 hari yakni Tanggal 18-19 April 2024 tersebut. Pemkab Karangasem sangat mendukung kegiatan ini. "Karangasem memiliki ragam kuliner sehingga kegiatan ini diharapkan bisa menjadi ajang promosi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Karangasem, khususnya ke DTW Bukit Asah yang sudah cukup terkenal ini, "lugas Wayan Ardika.

Anggota DPRD Provinsi Bali Gusti Ayu Mas Sumatri dalam kesempatan itu mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga semangat dan kemandirian dalam membangun potensi daerah. Jangan menyerah dengan keadaan. "Mari kita bangun semangat bersama, singsingkan lengan baju, dan bergerak untuk kemajuan desa serta wilayah kita sendiri," tegasnya.

Dengan semangat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha, Bugbug Culinary Festival diharapkan menjadi langkah awal dalam menjadikan Taman Harmoni Bukit Asah sebagai salah satu destinasi unggulan di Karangasem. 

Bendesa Adat Bugbug, Jro Nyoman Jelantik, menyampaikan bahwa festival ini merupakan bagian dari gerakan bersama untuk membangkitkan pariwisata lokal berbasis tradisi dan kreativitas masyarakat. "Melalui kegiatan ini, kami membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku UMKM, generasi muda, dan masyarakat untuk berinovasi serta menampilkan potensi budaya lokal. Kami berharap Bugbug Culinary Festival bisa menjadi contoh bagi desa lain bahwa budaya dan ekonomi dapat berjalan selaras," sebutnya.

Kegiatan ini juga sekaligus untuk memperkenalkan destinasi wisata baru yakni Taman Harmoni Bukit Asah, yang baru saja selesai ditata sebagai destinasi wisata. Taman Harmoni yang sebelumnya dikenal dengan sebutan Panggian dulunya merupakan kawasan hutan belukar yang belum dapat diakses. Kini, setelah dilakukan penataan, kawasan ini menjadi destinasi yang menawarkan keindahan alam serta suasana ketenangan yang khas.

Perbekel Desa Bugbug I Gede Diatmaja menegaskan pentingnya sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam mengembangkan potensi desa. Menurutnya, kawasan Bukit Asah memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap, termasuk akses menuju Virgin Beach yang dapat menjadi sumber pendapatan desa. Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan mandiri oleh masyarakat lokal agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara langsung.

Di sisi lain, Ketua PHRI Karangasem, I Wayan Kariasa, memberikan apresiasi atas inisiatif masyarakat dalam mendukung kemajuan pariwisata daerah. Saya bangga masyarakat mampu memberikan kontribusi nyata bagi pariwisata Karangasem. "Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya dan berharap kegiatan ini dapat terus mendorong pemulihan serta peningkatan ekonomi, khususnya di sektor kuliner," ungkapnya. 

wartawan
Gelaran Bugbug Culinary Festival Curi Perhatian Wisatawan
Category

Konflik di Timur Tengah Dapat Berdampak Pada Perguruan Tinggi Pariwisata

balitribune.co.id I Badung - Perguruan tinggi pariwisata mulai mengkhawatirkan dampak dari konflik geopolitik di Timur Tengah jika terjadi berkepanjangan. Pasalnya, ketegangan antarnegara di Timur Tengah akan berpengaruh terhadap terbatasnya pergerakan masyarakat di negara-negara tersebut khususnya yang ingin melakukan perjalanan wisata ke suatu destinasi termasuk ke Bali. 

Baca Selengkapnya icon click

Jelang Puncak Karya Agung Ida Betara Turun Kabeh, Belasan Ribu Pemedek Ikuti Upacara Melasti ke Tegal Suci

balitribune.co.id I Amlapura - Jelang puncak karya agung Ida Betara Turun kabeh yang akan berlangsung pada Purnama Sasih Kedasa, Wraspati Wage Watugunung, pada Kamis (2/4/2026) ini, Belasan ribu pemedek tumpah ke Pura Agung Besakih untuk ikut mengiringi Ida Betara Kabeh Melasti ke Tegal Suci, Desa Menanga, Kecamatan Rendang, Karangasem, pada Selasa (31/3/2026) lalu, atau pada Pinanggal Anggara Paing Watugunung, dalam rangkaian Karya Agung Ida Betara Tur

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Kekroditan Selama Karya Ngusaba Kedasa, Polres Bangli Lakukan Rekayasa Arus Lalin

balitribune.co.id I Bangli - Guna mencegah terjadi kekroditan arus lalu lintas selama berlangsungnya upacara karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, Kintamani  Polres Bangli menyiapkan skema pengalihan arus lalu lintas dan mendirikan  sebanyak 21 pos pengamanan

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Klungkung Mendapat Kehormatan Jadi Tuan Rumah, Penyerahan Sertifikat HAKI oleh Megawati Soekarnoputri

balitribune.co.id I Semarapura - Kabupaten Klungkung mendapat kehormatan menjadi pusat penyerahan Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) tingkat Provinsi Bali. Sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sekaligus Presiden Kelima Republik Indonesia, Prof. Dr. (H.C.) Hj. Megawati Soekarnoputri, di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Rabu (1/4/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Maestro Tari I Made Djimat Toreh Nugraha Kebudayaan Tertinggi

balitribune.co.id I Gianyar - Maestro tari Bali I Made Djimat dinobatkan sebagai penerima penghargaan tertinggi bidang kebudayaan di Kabupaten Gianyar, Parama Satya Budaya, di usianya yang kini 84 tahun. Penghargaan ini menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi panjangnya dalam menjaga dan melestarikan seni budaya Bali.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.