Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Gempa Bumi 4.8 SR di Karangasem, Ratusan Rumah Hancur Satu Meninggal Dunia

Bali Tribune/Gempa Bumi 4.8 SR di Karangasem.
balitribune.co.id | Amlapura - Kabupaten Karangasem dan Bangli, Sabtu (16/10/2021) diguncang gempa bumi berkekuatan 4.8 SR yang berpusat di darat. Berdasarkan laporan yang diperoleh, guncangan gempa yang terjadi sekitar pukul 04.18 Wita tersebut mencancurkan ratusan rumah milik warga di Desa Ban, Kecamatan Kubu, dan di Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem. 
 
Kerusakan terparah terjadi di Desa Ban, yakni di Banjar Bunga, Banjar Cegi, Banjar Temakung dan Banjar Jatituhu. Berdasarkan data yang dicatat oleh Kawil Jatituhu, I Nyoman Sumera, total jumlah bangunan yang mengalami kerusakan berat, sedang hingga ringan berjumlah 90 unit, dari jumlah tersebut sebanyak 60 rumah diantaranya roboh rata dengan tanah. 
 
“Tapi hampir seluruh rumah yang mengalami kerusakan baik sedang ringan maupun berat tidak bisa ditempati. Karena tanahnya bergerak dan ada temboknya miring dan nyaris ambruk,” sebutnya. 
 
Pihaknya berharap pemerintah segera bergerak cepat membantu warganya, karena hampir seluruh rumah di dusunnya tidak bisa ditempati. Yang paling dibutuhkan warganya saat ini adalah terpal untuk membuat rumah tinggal sementara sebagai tempat mengungsi, selain itu yang dibutuhkan adalah air dan bahan makanan, termasuk obat-obatan, mengingat sebagain besar warganya mengalami luka-luka akibat terkena runtuhan bangunan. 
 
Dalam kejadian gempa tersebut puluhan orang warganya mengalami luka-luka, dan satu orang diantaranya yakni I Luh Meryani (3) meninggal dunia. Kepada media ini ayah bocah malang tersebut, I Nyoman Puja menuturkan, jika saat itu guncangan gempa sangat besar sehingga rumahnya langsung roboh sebelum sempat dia dan keluarganya menyelamatkan diri keluar dari rumah.
 
“Rumah saya roboh, saya berusaha menyelamatkan anak dan isitri saya dari reruntuhan bangunan. Tapi anakk saya paling kecil saya temukan sudah meninggal dunia terkena runtuhan atap dan batako,” kenangnya.
 
Saat ini dirinya berharap ada bantuan dari pemerintah, karena dirinya dan keluarga sidah tidak memiliki tempat tinggal lagi. Selain itu anak-anaknya yang mengalami luka-luka juga memerlukan pengobatan lanjutan, selain pula dirinya harus menggelar upacara pemakaman anaknya yang meninggal disituasi bencana seperti sekarang ini.ags
wartawan
AGS
Category

Pemkab Tabanan Wajibkan Pegawai Absen Pakai Koordinat Rumah Saat WFH

balitribune.co.id I Tabanan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan akan mewajibkan ASN melakukan absen sesuai koordinat lokasi rumah saat Work From Home (WFH).

Upaya ini dilakukan untuk mencegah WFH disalahgunakan menjadi libur panjang tiap akhir pekan. Aturan ketat ini diberlakukan untuk memastikan pegawai tetap menjalankan tugas dinasnya dengan produktivitas tinggi meski bekerja dari rumah setiap Jumat.

Baca Selengkapnya icon click

Sekda Bangli Warning ASN, Wajib Melaporkan Kinerja Saat WFH

balitribune.co.id I Bangli - Memasuki kali kedua pelaksanaan Work From Home (WFH) yang dilaksanakan setiap hari Jumat, Pemkab Bangli mengeluarkan warning kepada pimpinan OPD dan ASN. Pasalnya  WFH tidak serta merta ASN libur. Melainkan tetap bekerja dari rumah. Demikian ditegaskan Sekda Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra, Kamis (16/4/2026). 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Disnaker Gelar Job Fair di Alun-Alun Kota Gianyar, Diikuti 21 Perusahaan

balitribune.co.id I Gianyar - Dalam rangka Pekan Budaya Gianyar sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Gianyar ke-255 Tahun 2026, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gianyar menyelenggarakan Job Fair Tahun 2026 yang berlangsung di Alun-Alun Kota Gianyar pada 12 hingga 19 April 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Muncul Kavlingan di Subak Jro Kuta Kawan, Bendesa Sangkanbuana : Tak Ada Izin

balitribune.co.id I Semarapura - Aktivitas pembagian lahan atau kavlingan yang muncul di kawasan Subak Jro Kuta Kawan, Desa Adat Sangkanbuana, Kelurahan Semarapura Kauh, Kabupaten Klungkung, memicu kekhawatiran berbagai pihak. Lahan yang sebelumnya dikenal sebagai sawah produktif kini mulai dipetakan dan dipasarkan, menimbulkan dugaan potensi alih fungsi lahan pertanian.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.