Gianyar Dipastikan Aman Untuk Kunjungan Wisatawan | Bali Tribune
Bali Tribune, Selasa 21 September 2021
Diposting : 24 June 2021 07:36
ATA - Bali Tribune
Bali Tribune/ VAKSINASI - Pelaksanaan vaksinasi berbasis banjar menuju Gianyar sangat aman dikunjungi wisatawan.
balitribune.co.id | Gianyar  - Meskipun keputusan pembukaan pariwisata di Bali ada di tangan pemerintah pusat. Pemerintahan daerah di Bali, serta masyarakat industri pariwisata berharap banyak pada buan Juli. Hal ini ditunjukkan dengan keseriusan mulai dari suksesi Vaksinasi, ketaatan dalam prokes dan CHSE yang dijalani masing-masing industri.
 
Demikian pula di Gianyar, Bupati Gianyar Made Mahayastra yakin Gianyar sangat aman untuk dikunjungi oleh wisatawan. Sebab sejumlah persyaratan dinilai sudah sangat siap, bahkan jumlah vaksin yang ditetapkan nasional sudah menyentuh 100%. “Sertifikat CHSE untuk yang dimiliki oleh objek wisata dan akomodasi wisata di Gianyar, bahkan paling banyak di Bali. Hal ini tidak lepas dari kerja keras semua pihak,” ungkapnya, Rabu (23/6/2021).
 
Karena itu, pihaknya sangat yakin Gianyar sudah siap untuk dikunjungi, Ini karena kerja keras kita di berbagai hal, dari vaksin, CHSE terbanyak di Bali, aplikasi tracing yang sudah tersedia. Bercermin dari penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) yang diterapkan pertama kali di Bali, Mahayastra yakin Gianyar sangat aman di kunjungi. Bahkan hingga kini, PTM di Gainyar aman tanpa kendala. Bahkan tidak ada penambahan kasus selama penerapan PTM tersebut. "Jika memang Juli ini di buka, masyarakat sudah sangat siap. Bupatinya juga sangat siap menerima kunjungan wisatawan. Persis seperti saya buka sekolah tatap muka yang pertama di Bali. Dari 5 bulan yang lalu  Sampai sekarang aman-aman saja," yakinnya.
 
Terkait vaksinasi, jumlah masyarakat wajib vaksin saat ini Sudah mencapai 250 ribu untuk vaksin 1 dan 100 ribu lebih untuk vaksin ke 2. "Kalau dari standar yang ditetapkan nasional Gianyar sudah 100 persen. Namun kalau dari sasaran yang ada di Gianyar kita jumlahnya 360 ribu. Kurang lagi 100 ribu," jelas Mahayastra.
 
Sementara ditanya komentar terkait munculnya klaster pekerja proyek di Stadion Dipta, dimana diketahui dalam proses pengerjaanya sangat ketat. Bahkan setiap pekerja sebelum bergabung harus melakukan swab sebanyak dua kali, Mahayastra tidak berkomentar banyak, ia mengatakan hal itu sudah ditangani dengan baik. "Sudah ditangani oleh satgas Covid Gianyar, dan atensi dari Polres dan Polda Bali. Sudah tertangani dengan baik itu," jelas politisi asal Desa Melinggih, Payangan ini.
 
Sementara dari data yang dihimpun dari Dinas Pariwisata Gianyar, indutri pariwisata yang sudah mengantongi Sertifikat CHSE  hampair mencapai 500. Meliputi Hotel sebanyak 160, Homestay/Pondok Wisata 214, Restoran 107, Daya Tarik Wisata 12, Usaha Arung Jeram 2, Tempat Cenderamata/Oleh-oleh 2 dan Angkutan Wisata 1. Total semuanya berjumlah 499.