Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Gianyar Steril dari Radikalisme

puasa
Kapolres Gianyar AKBP Djoni Widodo saat tatap muka sekaligus buka puasa bersama.

BALI TRIBUNE - Faham radikalisme dipastikan tidak berkembang di Kabupaten Gianyar. Salah satu indikatornya, tidak ada satupun masyarakat Muslim Gianyar yang turut berpartisipasi dalam kegiatan demo angka cantik di Jakarta, beberapa waktu lalu. Hal itu disampaikan Kapolres Gianyar AKBP Djoni Widodo saat tatap muka sekaligus buka puasa bersama di areal Mapolres Kabupaten Gianyar, Rabu (14/6).

 Di hadapan FKUB, MUI, NU, Muhamadiyah, alim ulama, para kyai, persatuan purnawirawan, dan anak yatim, Kapolres AKBP Djoni mengatakan, kegiatan tatap muka tersebut merupakan bagian dari tradisi untuk menjalin silaturahmi antara jajarannya dengan umat beragama di Kabupaten Gianyar. Momen tersebut juga dimanfaatkan untuk berbagi kasih dengan anak yatim piatu.

 Dalam kesempatan itu, dia menekankan pentingnya menjaga toleransi satu sama lain. Mengingat saat ini, faham radikalisme mulai berani unjuk gigi dalam mengganggu ketertiban bermasyarakat.”Di Gianyar, kami pastikan tidak ada itu (radikalisme),” tegas perwira yang baru menjabat Kapolres Gianyar sejak dua minggu lalu tersebut.

AKBP Djoni juga mengungkapkan, di Kabupaten Gianyar, umat Muslim steril dari faham garis keras tersebut. Menurut laporan yang diterimanya, terbukti dengan tidak ada satupun masyarakat Muslim Gianyar yang turut berpartisipasi dalam kegiatan demo angka cantik di Jakarta beberapa waktu lalu. Mereka lebih fokus bekerja, tidak terpengaruh dengan hal tersebut, karena sudah sangat nyaman hidup berdampingan dengan umat beragama lainnya.

Dalam upaya pencegahan, mantan Kapolres Jembrana tersebut akan selalu mengintensifkan koordinasi, terutama di wilayah masjid-masjid, ataupun tempat ibadah lainnya. Pihaknya akan selalu melakukan pengawasan terhadap ceramah-ceramah agar tidak sampai menjurus ke arah radikalisme, mendukung jihad teroris, dan menentang pemerintah terlalu keras.”Kegiatan agama harus sesuai kaidahnya,”ucap pria asal Kediri itu.

Senada dengan Kapolres, Ketua MUI Kabupaten Gianyar Muhammad Asyim Ashari juga menyatakan pihaknya menolak keras ajaran radikalisme tersebut. Hal itu menyebabkan citra umat Muslim menjadi tercoreng oleh ulah oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Pihaknya dengan tegas menyatakan, radikalisme sangat tidak pantas ada di Indonesia. Sebab, tidak sesuai dengan ajaran Islam yang rahmatan lilalamin.”Kami berseberangan dengan ormas Islam anti Pancasila, yang tidak mendukung kebhinnekaan,” ucapnya.

wartawan
redaksi
Category

Pekerjakan LC Dibawah Umur, Pemilik Kafe Terancam 15 Tahun Penjara

balitribune.co.id I Negara - Di balik gemerlap lampu dan hingar-bingar musik tempat hiburan malam, tersimpan kisah yang seharusnya tidak dialami seorang remaja berusia 16 tahun. Jauh dari kampung halamannya di Kabupaten Jember, Jawa Timur, gadis berinisial TW justru berakhir menjadi Lady Companion (LC) atau pemandu lagu di sebuah kafe di Kabupaten Jembrana.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Vaksinasi Rabies Sasar 15 Banjar di Desa Ketewel

balitribune.co.id I Gianyar - Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar menggenjot cakupan vaksinasi rabies anjing di Gianyar. Kali ini vaksinasi  serentak digelar di 15 Banjar di Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Rabu (8/7/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 Wita itu merupakan bagian dari program vaksinasi massal yang berlangsung pada 6–15 Juli 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Proyek Pembangunan PSEL Denpasar Raya Resmi Dimulai, Jaya Negara Sampaikan Terima Kasih kepada Pemerintah Pusat

balitribune.co.id I Denpasar - Upaya mewujudkan sistem pengelolaan sampah modern dan berkelanjutan di Bali memasuki babak baru. Proyek Pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya resmi dimulai melalui seremoni peresmian pembangunan (groundbreaking) yang ditandai dengan menuangkan sampah ke tempat pembuangan sampah di Kawasan Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan, Rabu (8/7/2026). 

Baca Selengkapnya icon click

Pelestarian Budaya Tak Cukup Seremonial, Pemkab Badung Kembali Gelontorkan Dana Rp75 Juta untuk Karya Adat di Bongkasa

balitribune.co.id | Mangupura - Komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam menjaga keberlangsungan tradisi dan budaya Bali kembali diwujudkan melalui bantuan dana untuk pelaksanaan upacara adat. Namun, di tengah derasnya arus modernisasi dan tekanan terhadap eksistensi budaya lokal, dukungan pemerintah dinilai tidak boleh berhenti pada seremoni penyerahan bantuan semata.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.