Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Gini Rasio Bali Cenderung Stagnan Kisaran 4,25 Persen

Adi Nugroho
Adi Nugroho

BALI TRIBUNE - Angka Kemiskinan di Bali dari beberapa tahun terakhir cenderung stagnan di kisaran 4,25 persen. Rendahnya angka kemiskinan ini sudah berada pada level yang memprihatinkan. Sehingga praktis sudah tidak ada lagi orang miskin baru ataupun mengangkat orang miskin ini menjadi orang yang kurang miskin, karena kalau secara dramatis bisa juga disebut angka yang dibawah 6 persen itu merupakan “kerak keraknya”. Begitu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Adi Nugroho dalam keterangan persnya, Senin (17/7) kemarin. “Kerak keraknya itu bisa jadi mereka yang termasuk kaum difabel, orang jompo, atau mereka yang tidak punya keinginan untuk keluar dari perilaku hidup sewajarnya. Jadi angka 4,25 persen itu sudah susah untuk digenjot apalagi, karena memang kondisi yang tidak memungkinkan,” tukas Adi seraya menegaskan angka 4,25 persen itu bukan diakibatkan karena situasi ekonomi. Orang jompo, makmurnya seperti apapun situasinya akan seperti itu, kecuali seperti negara negara maju yang memang memiliki penampungan dan penanganan khusus orang jompo, katanya mencontohkan.

Lantas secara data ia memaparkan, angka kemiskinan di Provinsi Bali telah mencapai level/kategori yang cukup rendah, yaitu di kisaran 4,15 persen sampai dengan 4,25 persen selama kurun 2 (dua) tahun terakhir. Sehingga pergeseran penurunan/kenaikan angka kemiskinannya cenderung melandai. Pada Maret 2017, terjadi sedikit kenaikan persentase penduduk miskin di Bali dibandingkan dengan keadaan September 2016. Tingkat kemiskinan pada Maret 2017 mencapai 4,25 persen, naik 0,10 poin dibandingkan kondisi September 2016 mencapai 4,15 persen. “Kemiskinan yang kami hitung yaitu kemiskinan dari basis konsumsi, bukan secara ekonomi. Jadi tidak ada kaitannya dengan gejolak ekonomi. Jadi biar rumahnya seperti apapun, tapi kalau konsumsinya rendah dia dikategorikan miskin,” jelas Adi sekaligus membantah anggapan yang menyebutkan kemiskinan lebih disebabkan karena faktor ekonomi.

Jadi bisa dikatakan dari total penduduk Bali, ternyata penduduk miskinnya sekitar 4,25 persen akibat pola konsumsinya yang tidak berubah alias dibawah garis. Apakah garis itu, disebutkan garis itu yang mewujudkan 2.100 kilo kalori kebutuhan makan yang dasar. “Disana ada beras, lauk pauk, makanan sampingan mnjadilah garis kemiskinan yang ditambah dengan pengeluaran. Kalau diatas garis bisa dianggap mampu, sedangkan dibawah garis dianggap tidak mampu. Kalaupun rumahnya bagus, namun jika dalam periode itu konsumsinya sangat rendah, dia akan dikategorikan penduduk miskin,” ucap Adi.

Apa yang disampaikan Adi bukan tanpa sebab, pasalnya peranan komoditas makanan jauh lebih besar dibandingkan komoditas non makanan terhadap pembentukan garis kemiskinan di Bali pada Maret 2017. Komoditas makanan memberikan sumbangsih sebesar 69,15 persen, sedangkan komoditas non makanan hanya sebesar 30,85 persen. “Indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan di Bali Maret 2017 sedikit mengalami peningkatan, masing masing sebesar 0,153 poin untuk kedalaman dan 0,053 poin untuk keparahan jika dibandingkan kondisi September 2016,” tutupnya.

wartawan
Arief Wibisono
Category

BNNK Gianyar Obok-Obok Kafe Remang-Remang, 111 Orang Jalani Tes Urine

balitribune.co.id | Gianyar - Tempat hiburan malam yang sering disebuat Kafe Remang-remang kembali diobok-obok. Kali ini Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar gandeng aparat gabungan. Seratus lebih pengunjung, pelayan hingga pengelola tempat tersebut diwajibkan jalani test urine. Hasilnya, seorang diyatakan positif mengandung metamfetamin.

Baca Selengkapnya icon click

Patroli Diperketat, Keamanan Pelabuhan Celukan Bawang Jadi Perhatian

balitribune.co.id | Singaraja - Aktivitas di kawasan Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, terus mendapat pengawasan kepolisian. Tingginya mobilitas masyarakat, pekerja, awak kapal, hingga pengguna jasa membuat aspek keamanan menjadi salah satu perhatian utama.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dewan Bangli Kritisi Jalan Rusak hingga Utang PEN 

balitribune.co.id | Bangli - Rapat Paripurna DPRD Bangli yang digelar pada Jumat (25/9/2026) mengungkap RAPBD Bangli 2027 yang disampaikan pihak eksekutif tercatat senilai Rp1,32 triliun. Hal ini mendapat sorotan  DPRD Bangli. Rapat yang berlangsung secara maraton itu. dipimpin langsung Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika. 

Baca Selengkapnya icon click

Dua Rumah Terbakar, Kerugian Tembus Rp260 Juta

balitribune.co.id | Singaraja - Dua rumah warga di Kabupaten Buleleng terbakar dalam waktu berbeda pada Minggu (27/9/2026). Kebakaran terjadi di Dusun Galiran, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, dan Banjar Dinas Padangbulia, Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada. Tidak ada korban jiwa dalam dua kejadian tersebut. Namun, kedua rumah mengalami kerusakan berat dengan total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp260 juta.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mulai 1 Oktober 2026, Pelaporan Insidental Sektor Pasar Modal dan Bursa Karbon Wajib Lewat Sistem OJK

balitribune.co.id | Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat pengawasan sektor pasar modal, keuangan derivatif, dan bursa karbon melalui digitalisasi pelaporan. Mulai 1 Oktober 2026, penyampaian laporan insidental kepada OJK wajib dilakukan melalui sistem pelaporan yang terintegrasi.

Baca Selengkapnya icon click

Transaksi Digital Tumbuh 40,36 Persen, QRIS Tembus 69,32 Juta Pengguna

balitribune.co.id | Jakarta - Ekonomi dan keuangan digital (EKD) semakin dipandang sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru Indonesia. Untuk mengoptimalkan potensinya, sinergi kebijakan, inovasi teknologi, penguatan talenta digital, serta keamanan sistem pembayaran menjadi agenda utama Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.