Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Gubernur Pastika Lepas Kontingen Peparnas

atlet
DILEPAS GUBERNUR - Bali mengirim 57 atlet ke ajang Peparnas yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat, tanggal 15 sampai 24 Oktober ini dan dilepas Gubernur Pastika, kemarin.

Denpasar, Bali Tribune

Gubernur Made Mangku Pastika melepas 57 kontingen Bali ke ajang Peparnas XV/2016 Jawa Barat, Rabu (12/10) di Kantor Gubernur Bali. Event olahraga bagi atlet disabilitas ini berlangsung tanggal 15-24 Oktober 2016 di Bandung.

Kepada mereka, orang nomor satu di Bali ini berharap agar atlet andalan Bali tersebut bisa bertanding dengan penuh semangat dan bisa mengharumkan nama Bali di kancah nasional. “Semoga mereka selalu sehat di sana dan bisa tampil maksimal,” imbuhnya.

Saat ditanya mengenai target, Pastika mengatakan tidak menargetkan bisa meraih berapa medali di ajang olahraga nasional khusus atlet penyandang disabilitas tersebut.

“Kami tidak menargetkan mereka bisa meraih hasil apa di sana (Jabar, red) karena kondisi mereka yang keterbatasan. Tapi alangkah baiknya mereka bisa meraih prestasi seperti atlet-atlet PON lalu,” terangnya.

Terkait dukungan pemerintah yang diberikan kepada atlet Peparnas tahun ini, Pastika mengatakan baru bisa mendukung dengan dana yang tidak seberapa. Pastika menuturkan, Pemprov Bali baru bisa memberikan dana sebesar Rp1 miliar bagi Ni Nengah Widiasih dkk.

“Bonus-bonus juga akan kami berikan. Tetapi, ke depannya dana tersebut saya kira sudah tidak cukup lagi untuk para atlet disabilitas Bali,” terangnya.

Untuk masalah bonus yang akan diberikan kepada para atlet peraih medali, dirinya belum bisa membeberkan berapa nominal yang akan diberikan. Dirinya menambahkan, ke depannya Pemprov Bali sudah memikirkan kesempatan bekerja bagi para atlet tersebut. “Kesempatan bekerja untuk mereka sudah dipikirkan untuk masa depan mereka,” tambahnya.

Selain itu, ada kemungkinan juga jika para peraih medali di Peparnas tahun ini bisa diangkat sebagai pegawai honorer. “Bisa saja menjadi CPNS tergantung keahlian dan kebutuhan kami dan mereka,” jelas Pastika.

Secara terpisah, Binpres National Paralympic Committee (NPC) Bali, Komang Sarira mengatakan, meskipun Pemprov Bali tidak menargetkan meraih medali di Peparnas tahun ini, dirinya tetap menargetkan bisa meraih 20 medali emas di ajang tersebut.

Menurutnya, raihan 20 medali emas tersebut untuk bisa menyamai raihan Bali di PON XIX/2016 yang berakhir September lalu. “Raihan ini harus kami capai dan target kami tahun ini lebih tinggi daripada raihan empat tahun lalu di Riau,” terangnya.

Dari data yang diperoleh, pada Peparnas XIV/2012, Bali berhasil menyabet 14 emas dan berada di peringkat kesembilan. Dirinya menjabarkan, dari tujuh cabor yang diikuti Bali, ada tiga cabor yang diprediksi menjadi penyumbang medali bagi Bali.

Cabor tersebut adalah atletik yang ditargetkan meraih 11 medali emas, renang enam emas, dan angkat berat tiga emas. “Kalau daerah terberat pastinya tuan rumah Jabar, lalu Jateng, Jatim, dan Riau. Kalau untuk peringkat bisa saja kami berada di peringkat keenam seperti peringkat di PON,” jelas Sarira.

wartawan
Djoko Purnomo
Category

Kementerian Ekraf Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional

balitribune.co.id I Badung - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui Direktorat Kuliner memfasilitasi jenama lokal dalam ajang internasional Food, Hotel & Tourism Bali (FHTB) 2026. Langkah ini merupakan strategi kunci untuk mendorong produk kreatif Indonesia menembus rantai pasok global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Plastik Mahal, Pedagang Denpasar Tak Lagi Sediakan Kresek

balitribune.co.id I Denpasar - Kenaikan harga plastik kemasan yang signifikan belakangan ini mulai berdampak pada pola transaksi di pasar tradisional. Sejumlah pedagang kini mulai memperketat imbauan pemerintah untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai guna menekan biaya operasional.

Baca Selengkapnya icon click

Insentif Pemuka Adat dan Agama di Denpasar Telan Rp2,8 Miliar per Bulan

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kebudayaan menganggarkan dana sebesar Rp33,8 miliar pada tahun 2026 untuk insentif pemuka adat, tokoh agama, dan pengurus subak. 

Alokasi bulanan yang disiapkan mencapai Rp2,82 miliar sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam menjaga tatanan budaya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.