Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Gulirkan Bansos Untuk Masyarakat Terdampak PPKM Darurat, Kasus Terkonfirmasi Baru 165 Kasus, Meninggal 7 Kasus

Bali Tribune/ Ketut Suwarmawan, S.STP, M.M,

balitribune.co.id | Singaraja  - Pemberlakukan kebijakan Peraturan Pembatasan Kegiatan Masayarakat (PPKM) Darurat ternyata membuat beban hidup masyarakat semakin berat. Untuk mengatasinya, pemerintah melalui Pemkab Buleleng akan menggulirkan bantuan sosial (Bansos) kepada masyarakat. Bansos yang bersifat regular dan non regular dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) berupa beras sebanyak 3.000 paket.
 
Koordinator Bidang Data dan Informasi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng Ketut Suwarmawan, S.STP, M.M mengatakan, bantuan beras sebanyak 3.000 paket itu akan dikemas menjadi masing-masing 5 kg/paket, bersifat reguler dan terdampak diluar bantuan regular seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sosial Non Tunai (BPNT) dan Bantuan Sosial Tunai (BST). Sedangkan sebanyak 10 Kg/paket akan diberikan kepada masyarakat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk wilayah Kabupaten Buleleng.
 
Ribuan paket beras itu akan didistribusikan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Buleleng di 148 desa/kelurahan. Masing-masing 20 paket diberikan kepada 129 desa dan 11 kelurahan, sedangkan 8 kelurahan seperti Kelurahan Seririt, Banyuning, Banyuasri, Penarukan, Kampung Anyar, Kampung Baru, Kampung Kajanan dan Sukasada mendapat 25 paket beras. “Ini merupakan upaya pemerintah untuk mengurangi beban masyarakat terdampak Covid-19. Jadi ini usaha pemerintah agar semua masyarakat bisa terbantu,” ucap Suwarmawan, Kamis (22/7/2021).
 
Sementara itu, terkait perkembangan harian Covid-19, Suwarmawan menyebut sebanyak 165 kasus terkonfirmasi baru tercatat di Buleleng. Kecamatan dengan tingkat terpapar cukup tinggi yakni Kecamatan Buleleng sebanyak 55 kasus. Disusul Kecamatan Sawan sebanyak 42 kasus dan Kecamatan Banjar 19 kasus. Selanjutnya Kecamatan Seririt tercatat 14 kasus,Kecamatan Sukasada 13 kasus dan Kecamatan Gerokgak dan Kubutambahan masing-masing 7 kasus serta Sukasada dan Tejakula masing-masing sebanyak 4 kasus. “Kasus meninggal ada 7 orang, dari Kecematan Banjar 2 orang, Kecematan Tejakula 2 orang dan Kecamatan Busungbiu, Gerokgak dan Kubutambahan masing-masing 1 orang meninggal,” terangnya.
 
Selain kasus terkonfirmasi baru, Satgas Covid-19 Buleleng mencatat angka kesembuhan juga cukup tinggi. Ada sebanyak 117 pasien terkonfirmasi Covid-19 yang ada dalam perawatan telah dinyatakan sembuh. Diantaranya, 2 orang dari Kecamatan Banjar, 48 orang dari Kecamatan Buleleng, 4 orang dari Kecamatan Busungbiu, 21 orang dari Kecamatan Gerokgak, 4 orang dari Kecamatan Kubutambahan, 14 orang dari Kecamatan Sawan, 5 orang dari Kecamatan Seririt, 16 orang dari Kecamatan Sukasada dan 3 orang dari Kecamatan Tejakula. 
 
“Secara kumulatif, kasus konfirmasi di Kabupaten Buleleng terdapat 5.877 orang dengan rincian sembuh 4.766 orang, meninggal 239 orang, dirawat di Buleleng 868 orang, dan dirawat di luar Buleleng 4 orang,” tandasnya.
wartawan
CHA
Category

Kementerian Ekraf Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional

balitribune.co.id I Badung - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui Direktorat Kuliner memfasilitasi jenama lokal dalam ajang internasional Food, Hotel & Tourism Bali (FHTB) 2026. Langkah ini merupakan strategi kunci untuk mendorong produk kreatif Indonesia menembus rantai pasok global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Plastik Mahal, Pedagang Denpasar Tak Lagi Sediakan Kresek

balitribune.co.id I Denpasar - Kenaikan harga plastik kemasan yang signifikan belakangan ini mulai berdampak pada pola transaksi di pasar tradisional. Sejumlah pedagang kini mulai memperketat imbauan pemerintah untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai guna menekan biaya operasional.

Baca Selengkapnya icon click

Insentif Pemuka Adat dan Agama di Denpasar Telan Rp2,8 Miliar per Bulan

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kebudayaan menganggarkan dana sebesar Rp33,8 miliar pada tahun 2026 untuk insentif pemuka adat, tokoh agama, dan pengurus subak. 

Alokasi bulanan yang disiapkan mencapai Rp2,82 miliar sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam menjaga tatanan budaya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.