
balitribune.co.id | Amlapura - PascaNyepi dan Hari Raya Idul Fitri, harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Karangasem masih terus merangkak naik. Di Pasar Amlapura Timur dan Pasar Terminal Karang Sokong, Subagan, Karangasem, harga cabai rawit saat ini sudah menyentuh Rp. 110.000 perkilo untuk kwalitas super, sementara untuk cabai campuran dijual sebesar Rp. 100.000 perkilo.
Selain cabai rawit, harga cabai merah keriting juga mengalami kenaikkan dari sebelumnya Rp. 40.000 menjadi Rp. 45.000 perkilo. Tidak hanya cabai rawit, harga bawang merah saat ini juga mengalami kenaikkan dari sebelumnya Rp. 35.000 perkilo naik menjadi Rp. 40.000 perkilo, sementara bawang putih naik dari sebelumnya Rp. 36.000 menjadi Rp. 40.000 perkilo.
Sejumlah pedagang mengaku jika saat ini pasokan cabai rawit langsung dari petani lokal semakin berkurang menyusul gagal panen yang dialami petani akibat dampak cuaca buruk. Sementara untuk mendapatkan cabai, banyak pedagang yang terpaksa harus memburu sampai ke Kabupaten Klungkung, karena pasokan cabai dari luar Bali juga berkurang. “Kalau kami nyari cabainya langsung ke Klungkung, kalau dari petani lokal pasokannya sudah jarang sekarang. Mungkin karena gagal panen akibat dampak cuaca buruk,” ungkap I Wayan Jendra, salah satu pedagang bumbu dapur di Pasar Terminal Karangsokong, Rabu (2/4/2025).
Sementara itu diperkirakan harga cabai akan terus mengalami lonjakan lantaran keberadaan cabai di pasar tradisional semakin langka, bahkan di beberapa pasar di kabupaten lainnya di Bali, menurut informasi yang diterima harga cabai rawit saat ini sudah mengalami peningkatan dari Rp. 110.000 menjadi Rp. 130.000 perkilo.