Harga Cabai Turun, Harga Tomat dan Bawang Merah Meroket | Bali Tribune
Bali Tribune, Sabtu 25 Juni 2022
Diposting : 24 June 2022 00:18
SAM - Bali Tribune
Bali Tribune/ SAYUR MAYUR - Pedagang sayur mayor di Pasar Kidul Bangli.

balitribune.co.id | Bangli - Seiring menurunnya harga cabai, justru harga tomat sejak beberapa hari terakhir mengalami peningkatan yang signifikan. Pantauan di Pasar Kidul Bangli, harga eceran tomat sebelum hari raya Galungan berkisar Rp 5 ribu per kilo, sementara saat ini harganya Rp 20 ribu sampai Rp 22 ribu perkilo atau mengalami kenaikan hingga 400 persen. Selain itu, harga bawang merah juga mengalami kenaikan

Menurut salah seorang pedagang  pedagang sayur mayur di Pasar Kidul Bangli, Ni Komang Tri (42) naiknya harga tomat terjadi sejak lima hari terakhir secara bertahap. Awalnya naik menjadi Rp 10 ribu, naik lagi menjadi Rp 15 ribu dan sekarang harga ecerannya tembus Rp 20 ribu per kilo. “Kenaikan harga tomat bertahap, penyebab naik mungkin produksi petani alami penurunan atau bisa juga petani alami gagal panen.” jelasnya, Kamis (24/6/2022).

Kata Komang Tri selain tomat, harga bawang merah juga mengalami kenaikan. "Untuk harga bawang merah, mengalami kenaikan sejak hari raya Galungan dan Kuningan. Tapi kini kembali naik, dari Rp 45 ribu per kilo menjadi Rp 48 ribu sampai Rp 50 ribu per kilo," ujarnya.

Bebernya, justru harga cabai rawit mulai mengalami penurunan. Hanya saja, harganya masih terbilang cukup tinggi. "Sebelumnya harga cabai rawit sempat Rp 100 ribu per kilo. Tapi sekarang sudah mulai turun  menjadi Rp  70 ribu per kilo," jelasnya.

Hal senada juga diutarakan pedagang bumbu dapur, Ni Ketut Sutriani (46). "Selama enam tahun saya jualan di pasar, baru kali ini harga tomat melambung tinggi mencapai Rp 20 ribu hingga Rp 22 ribu per kilo untuk eceran," ungkapnya.

Dia juga mengakui naiknya harga tomat dipasaran disebabkan karena minimnya pasokan, sementara disalah satu sisi permintaan cukup tinggi. "Sekarang pasokan tomat ke pasar sangat minim. Mudah-mudahan, harganya bisa kembali normal," harapnya.