Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Harga Pakan Ternak Ayam Petelur Melambung Tinggi, Pengusaha Ternak Ayam Petelur di Karangasem Menjerit

Bali Tribune/ TERNAK AYAM - Karyawan salah satu usaha ternak ayam di Desa Pesedahan tengah bekerja di dalam kandang ayam.

balitribune.co.id | Amlapura  - Harga pakan ternak utamanya untuk ternak ayam petelur seperti konsentrat, dedak dan jagung terus mengalami peningkatan. Harga pakan melambung ini makin menyulitkan para pemilik usaha peternakan ayam petelur di Karangasem. 
 
Meski belum ada data resmi yang dirilis oleh dinas terkait, namun sejumlah pemilik usaha ternak ayam petelur yang saat ini masih bertahan, memperkirakan sudah ada ratusan pengusaha ternak ayam petelur di Karangasem yang gulung tikar alias bangkrut, akibat tidak mampu lagi menutupi biaya operasional akibat lonjakan harga pakan ternak yang nyaris tidak terkendali tersebut.
 
Terkait dengan kondisi meprihatinkan yang dialami oleh para pengusaha ternak ayam petelur di Karangasem ini balitribune.co.id |  - , Kamis (12/8/2021), menyambangi salah satu sentra ternak ayam petelur yang ada di Desa Pesedahan, Kecamatan Manggis, Karangasem. Ternyata di desa ini sudah ada puluhan pengusaha ternak ayam petelur yang gulung tikar karena tidak mampu lagi menutupi biaya operasional mereka yang cukup tinggi akibat harga pakan ternak yang sudah tidak terjangkau lagi.
 
I Nengah Sutika, salah satu perternak yang ditemui media ini, menyampaikan saat ini yang masih bertahan adalah para pengusaha besar yang memiliki ternak diatas 20.000-50.000 ekor. Sedangkan pengusaha yang memilik ternak diabwah itu sebagian besar sudah gulung tikar alias bangkrut. “Sebagian besar yang gulung tikar itu pengusaha ternak ayam yang dibawah 10.000 ekor! Apalagi yang hanya 4000-5000 ekor sulit untuk bertahan dengan kondisi seperti sekarang ini dengan harga pakan ternak yang sangat mahal,” ungkapnya, sembari menyebutkan di kandang dia menernak 40.000 ekor ayam petelur.
 
Disebutkannya, saat ini jenis pakan ternak yang lonjakan harganya tidak terkendali yakni jagung karena itu merupakan akan ternak utama untuk jenis ayam petelur. “Jagung pak sekarang mahal sekali, kalau dulunya hanya Rp. 3.500 perkilo sekarang sudah Rp. 6.000 perkilo,” sebutnya. 
 
Sementara untuk konsentrat harganya juga terus naik. Dimana saat ini harga persaknya sudah mencapai Rp.425.000 persak, atau naik dari harga sebelumnya yang hanya Rp.380.000 persak. Ironisnya, kenaikan harga pakan ternak tersebut tidak dibarengi dengan naiknya harga jual telur ayam hasil ternak, karena harga telur ayam dipasaran malah merosot drastis. Ni Nyoman Sutrini, salah satu pemilik usaha ternak ayam petelur mengatakan, saat ini harga telur dipasaran turun drastis dari awalnya Rp. 40.000 per tray isi 30 butir, sekarang turun menjadi Rp. 33.000 per tray. “Itu untuk telur ukuran besar, nah untuk telur yang ukurannya sedang hingga kecil, dari awalnya Rp.33.000 per tray, sekarang malah ditawar Rp.27.000 per tray. Ya kalau harga segitu kita gak lepas, karena rugi pak!” kesahnya. 
 
Saat ini dirinya harus berjuang keras agar usaha peternakan ayam petelurnya bisa terus jalan atau beroperasi, kendati penjualan telur hasil ternak tidak bisa menutupi biaya operasional, mulai dari membeli pakan ternak, membeli obat, vaksin dan untuk gaji karyawan. “Sekarang yang penting bisa untuk membeli pakan ternak aja pak! Biar usaha saya bisa terus jalan,” ujarnya. 
 
Lantas sejak kapan harga pakan ternak ayam petelur ini melambung tinggi? Dikatakan Sutrini jika lonjakan harga pakan ternak ini sudah terjadi sejak pandemi Covid-19 ini merebak, dan yang paling menyesakkan dada kata dia, harga jual telur juga ikut merosot sejak awal pandemi.
 
Diceritakannya, jika sebelum masa pandemi para pengusaha ternak ayam petelur di Karangasem utamanya di Desa Pesedahan banyak mensuplay kebutuhan telur untuk hotel dan restaurant di Bali selain juga mensuplay pesanan telur dari pedagang di pasar tradisional. Namun sejak pandemi Covid-19 banyak hotel dan restaurant yang tutup sehingga praktis saat ini sebagian besar telur hasil ternak mereka hanya disuplay ke pedagang di pasar tradisional dengan harga jatuh.  
 
Di tengah situasi sulit seperti sekarang ini, sama sekali belum ada langkah kongkrit dari pemerintah untuk menyelamatkan nasib usaha ternak ayam petelur agar tidak semakin banyak yang gulung tikar. “Ya kami hanya berharap kepada pemerintah, bagaimana harga pakan ternak ini bisa turun utamanya jagung. Kita hanya berharap itu saja pak,” pungkasnya. 
wartawan
AGS
Category

Terjadi Lonjakan Signifikan Jumlah Pengguna Produk Tabungan Emas Pegadaian di Kalangan Gen Z

balitribune.co.id | Jakarta - PT Pegadaian mencatat fenomena menarik dalam peta investasi nasional sepanjang tahun 2025. Kelompok usia Gen Z kini secara resmi menjadi motor utama pertumbuhan investasi emas digital di Indonesia. Fenomena ini tercermin dari lonjakan signifikan jumlah pengguna produk Tabungan Emas yang kini didominasi oleh kaum muda berusia 18 hingga 27 tahun tersebut.

Baca Selengkapnya icon click

Wayan Sugita Putra Hadiri Pengukuhan Prajuru Desa Adat Tengkulung Masa Bhakti 2026–2031

balitribune.co.id | Mangupura - Anggota DPRD Kabupaten Badung, Wayan Sugita Putra, menghadiri sekaligus mendampingi Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dalam acara pelantikan dan pengukuhan Prajuru Desa Adat Tengkulung masa ayahan 1947–1952 atau masa bhakti tahun 2026–2031. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Banjar Tengkulung, Kelurahan Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Sabtu (3/1/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Budiyoga Hadiri Panen Raya di Desa Taman

balitribune.co.id | Mangupura - Anggota DPRD Kabupaten Badung, Gede Budiyoga, menghadiri secara langsung kegiatan Panen Raya sekaligus Pengumuman Swasembada Pangan serta pemberian penghargaan dari Presiden Republik Indonesia atas dedikasi dan kontribusi dalam mendukung pencapaian Swasembada Pangan Tahun 2025. Dalam kesempatan tersebut, Gede Budiyoga hadir mewakili Ketua DPRD Badung.

Baca Selengkapnya icon click

Rekayasa Lalin di Kerobokan Kelod Efektif Kurangi Waktu Tempuh

balitribune.co.id | Mangupura - Rekayasa lalu lintas (lalin) yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Badung di wilayah Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, terbukti efektif mengurai kemacetan dan mengurangi waktu tempuh. Penerapan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) di sembilan persimpangan sejak Minggu (14/12) lalu mampu menekan antrean kendaraan, terutama pada jam-jam sibuk.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ratusan Remaja di Buleleng Ajukan Dispensasi Nikah, PN Singaraja: Rata-rata Usia Sekolah

balitribune.co.id | Singaraja – Pengadilan Negeri (PN) Singaraja mengeluarkan ratusan surat rekomendasi berupa dispensasi untuk melangsungkan pernikahan. Pemberian disepensasi itu diberikan dengan berbagai alasan dan pertimbangan diantaranya karena pernikahan usia dini.

Baca Selengkapnya icon click

Natal Nasional 2025 Astra Serahkan 35 Unit Ambulans

balitribune.co.id | Jakarta - Dalam rangkaian kegiatan Natal Nasional 2025, yang salah satunya adalah bantuan pelayanan medis dan respons darurat, PT Astra International Tbk turut berpartisipasi dengan menyerahkan 35 unit ambulans yang diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan di daerah, khususnya dalam menjangkau masyarakat di wilayah dengan keterbatasan akses. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.