Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Harmoni Buleleng: Usai Nyepi, Ribuan Warga Muhammadiyah Gelar Salat Id di Eks Pelabuhan

sembahyang
Bali Tribune / SALAT ID - Ribuan warga Muhammadiyah melaksanakan salat Id di kawasan Eks Pelabuhan Buleleng, Jumat (20/3/2026)

balitribune.co.id | Singaraja – Suasana penuh toleransi dan kebersamaan mewarnai perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Kabupaten Buleleng, Bali. Tepat setelah berakhirnya Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948, Ribuan warga Muhammadiyah melaksanakan salat Id di kawasan Eks Pelabuhan Buleleng, Jumat (20/3/2026).

Momentum ini bertepatan dengan Hari Ngembak Geni, yakni hari pertama setelah Nyepi ketika umat Hindu kembali menjalankan aktivitas seperti biasa. Sebelumnya, umat Hindu di Bali melaksanakan Catur Brata Penyepian selama 24 jam, mulai Kamis (19/3/2026) pukul 06.00 WITA hingga Jumat (20/3/2026) pukul 06.00 WITA.

Sejak pagi hari, ribuan jemaah mulai memadati lokasi salat. Mereka datang bersama keluarga dengan membawa perlengkapan ibadah. Jemaah laki-laki menempati barisan depan, sementara jemaah perempuan berada di bagian belakang. Anak-anak pun terlihat antusias mengikuti momen salat Idulfitri.

Untuk memastikan keamanan dan kelancaran kegiatan, aparat kepolisian turut bersiaga di sekitar lokasi. Petugas lalu lintas juga dikerahkan guna mengatur arus kendaraan di sekitar kawasan pelabuhan.

Salat Idulfitri dipimpin oleh imam Royhanudin Islami Al Hafidz, dengan khatib Imam Syafi’i. Dalam khutbahnya, ia menegaskan bahwa Idulfitri bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk kembali kepada kesucian setelah menjalani ibadah puasa selama Ramadan.

“Idulfitri bukan hanya hari kegembiraan, tetapi juga momen untuk kembali kepada kesucian,” ujarnya.

Ia juga mengajak umat untuk menjaga persaudaraan di tengah keberagaman. Menurutnya, perbedaan suku, budaya, dan latar belakang justru harus menjadi kekuatan untuk saling membantu.

“Perbedaan bukan untuk permusuhan, tetapi untuk saling membantu antar sesama,” katanya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa Ramadan telah mengajarkan nilai empati terhadap sesama, khususnya kepada mereka yang membutuhkan.
Sementara itu, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Buleleng, Moh Ali Susanto, menyampaikan bahwa pelaksanaan salat Id tahun ini telah disesuaikan dengan kondisi khusus di Bali yang beririsan dengan Hari Raya Nyepi.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah memberikan panduan kepada warga Muhammadiyah agar ibadah tetap berjalan khusyuk tanpa mengganggu kekhidmatan Nyepi, salah satunya dengan mengatur waktu pelaksanaan setelah Catur Brata Penyepian berakhir.

“Jemaah berangkat menuju lokasi salat setelah pukul 06.00 Wita atau setelah berakhirnya Catur Brata Penyepian,” jelasnya.

Selain itu, panitia juga diminta untuk berkoordinasi dengan aparat setempat guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib.
Ia menegaskan bahwa imbauan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kerukunan antarumat beragama di Bali, yang selama ini dikenal sebagai daerah dengan toleransi yang kuat.

wartawan
CHA
Category

Aplikasi PINTU Luncurkan Pintu VIP, Program Eksklusif Bagi Trader Elite PINTU

balitribune.co.id | Jakarta - PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform investasi aset crypto yang terdaftar resmi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Pintu VIP, sebuah program eksklusif yang dirancang khusus bagi pengguna loyal PINTU.

Baca Selengkapnya icon click

Bukan Sekadar Kopdar, Serunya Gaya Bikers HASCI Bali Touring Sambil Bukber Bareng Astra Motor

balitribune.co.id | Denpasar - Touring bersama disela-sela kegiatan kopi darat (Kopdar) bagi komunitas motor tentunya sudah biasa. Tapi, touring bersama diluar agenda kopdar dan berlanjut buka puasa bersama (bukber), pastinya luar biasa.

Gak percaya! coba tanya bikers komunitas Honda Stylo 160 Club Indonesia (HASCI) Chapter Bali. Jawaban tentu tidak lain, seru dan menyenangkan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sanur Metangi 2026 Angkat Tradisi Ogoh-Ogoh dan Pariwisata, Wali Kota Denpasar Beri Apresiasi

balitribune.co.id | Denpasar - Tradisi Ogoh-Ogoh di kawasan Sanur, Denpasar kembali dikemas secara lebih kreatif melalui event Sanur Metangi 2026 dalam rangka menyambut Tahun Baru Saka 1948. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan parade Ogoh-Ogoh, tetapi juga berbagai rangkaian kegiatan budaya dan pariwisata.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.