Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Hidupi Lima Anak dengan Menjadi Tukang Sol Sepatu

Bali Tribune/Asep menghidupi 5 anak dengan menjadi tukang sol sepatu.

balitribune.co.id | Denpasar - SEORANG anak berseragam sekolah siang itu menyerahkan sepasang sepatunya untuk disol kepada seorang pria paruh baya yang sedang membersihkan alat-alat kerjanya. Menerima sepatu itu, wajah tukang sol itu tampak gembira. Dia mengangguk ketika sang anak meminta agar pengerjaan sepatu itu selesai sore harinya.

Merantau ke Bali sejak 1995 silam, Asep (35) sudah beberapa kali berganti profesi. Awalnya ia sempat menjadi pekerja serabutan ataupun tukang gorden panggilan. Hal itu dia jalani untuk mengumpulkan modal. Dan, sejak lima tahun silam, dia pun menggeluti profesi tukang sol sepatu. Pria bertubuh sedang ini memiliki keterampilan memperbaiki sepatu setelah belajar dari teman di kampung halamannya, Bandung, Jawa Barat.

Asep memulai pekerjaannya dengan modal awal sekitar Rp200 ribu untuk membeli perlengkapan seperti benang, jarum, lem, dan perlengkapan lainnya. Asep memulai usahanya dengan berkeliling menjajakan jasanya ke seputaran Sesetan, Renon, Kreneng, termasuk ke beberapa perumahan. Setelah dua tahun, akhirnya dia memutuskan untuk menetap dengan membuka usaha di pelataran parkir rumah toko (ruko) di Jalan Akasia, Kelurahan Sumarta, Denpasar Timur.

Lokasi itu memang disewakan untuk pedagang kaki lima. Ukurannya hanya pas untuk duduk dan tempat peralatan sol sepatu yang terbuat dari triplek. Untuk bisa membuka usaha di sana, dia harus menyetor Rp150 per bulan kepada pemilik tempat tersebut. Meski penghasilan yang didapat pas-pasan, ayah lima orang anak yang masih kecil ini tetap bertahan. Padahal, setiap bulannya dia harus menyiapkan biaya sewa rumah, dan sekolah anak-anaknya.

Itu belum termasuk untuk membeli susu bagi anak bungsunya yang baru berusia tiga bulan. Setiap hari, Asep berjalan kaki dari rumahnya di daerah Pasar Kreneng ke tempat usahanya di Jalan Akasia. Ia mulai bekerja dari pukul 08.30 Wita hingga 15.00 Wita. Dalam sehari itu rata-rata dia bisa menyelesaikan 10-15 pasang sepatu dengan bayaran antara Rp5 ribu hingga Rp20 ribu. Untuk perbaikan satu pasang sepatu, Asep membutuhkan waktu 10 sampai 15 menit.

Seharinya, jika ramai, Asep bisa mengantongi Rp80 ribu. Jika sepi hanya membawa pulang uang Rp20 ribu. Tidak menentu memang, namun Asep percaya rezeki akan selalu ada. “Ya, Namanya juga merantau. Apapun pekerjaan harus ditekuni untuk bertahan hidup. Yang penting halal,” katanya. Dari suka duka menjadi tukang sol sepatu, bahkan ada yang tak membayar. Namun Asep berprasangka baik saja. “Mungkin orang itu memang tidak punya uang,” ujarnya.cw/dsy

 

 

wartawan
Desy (cw)
Category

Astra Honda Racing Team Unjuk Gigi di Sirkuit Chang

balitribune.co.id | Jakarta - Astra Honda Racing Team (AHRT) konsisten tampil kencang dan kompetitif di ajang Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026. Menghadapi tantangan yang semakin berat di Chang International Circuit, Buriram, Thailand, pada 9–10 Mei 2026, para pebalap AHRT mampu menunjukkan performa impresif di tiga kelas yang diikuti.

Baca Selengkapnya icon click

Ni Luh Made Pradnya Dewi, Siswi SMK dari Tabanan Wakili Bali ke Paskibraka Nasional

balitribune.co.id | Tabanan - Kabupaten Tabanan kembali menorehkan prestasi dalam seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026. Dari 10 peserta yang mengikuti seleksi tingkat Provinsi Bali dan pusat, satu orang berhasil lolos seleksi ke tingkat nasional, sementara peserta lainnya bertugas di tingkat provinsi. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Asah Skill Siber, SMKN 2 Tabanan Menang Seleksi Junior Sentinel Challenge

balitribune.co.id | Tabanan - Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Pemerintah Provinsi Bali menggelar kegiatan seleksi finalis Junior Sentinel Challenge (JSC) Tahun 2026 tingkat Kabupaten Tabanan pada Senin, (11/5/2026) bertempat di Ruang Rapat Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tabanan.

Baca Selengkapnya icon click

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Dampingi TP Pembina Posyandu Prov. Bali Lakukan Aksi Nyata dari Desa untuk Masyarakat

balitribune.co.id | Tabanan - Energi kolaborasi kembali digaungkan dari pelosok desa. Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, mengawal langsung pelaksanaan Aksi Sosial “Membina dan Berbagi” ke-9 tahun 2026 Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali yang digelar secara roadshow di dua desa di Kabupaten Tabanan, Senin (11/5/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Wawali Arya Wibawa Lepas Jalan Sehat Serangkaian HUT ke-26 SMK PGRI 4 Denpasar

balitribune.co.id | Denpasar - Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, melepas kegiatan Jalan Sehat serangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 SMK PGRI 4 Denpasar, Minggu (10/5/2026) pagi.

Turut hadir saat itu, Anggota DPD RI, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, tokoh pengusaha Bali, Ajik Krisna dan tamu undangan lainnya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.