balitribune.co.id I Mangupura - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Badung, Rabu (22/4/2026), memicu banjir di sejumlah titik meski hanya berlangsung sekitar 30 menit. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Petang, Abiansemal, Mengwi, hingga Kuta Utara.
Salah satu titik terparah terjadi di Perumahan Dalung Permai, Kecamatan Kuta Utara. Kawasan ini kembali tergenang dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Lokasi yang kerap terdampak banjir di antaranya Jalan Wayan Gentuh dan Jalan Blubuh Sari.
Warga setempat mengeluhkan banjir yang terus berulang setiap musim hujan. Mereka mengaku telah berulang kali melaporkan kondisi tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Badung, termasuk melalui kanal pengaduan resmi, namun belum ada penanganan signifikan.
“Setiap musim hujan selalu banjir. Kami sudah berkali-kali melapor, tapi belum ada perubahan,” ujar salah seorang warga di kawasan Blubuh Sari.
Keluhan serupa juga disampaikan warga di Jalan Wayan Gentuh yang menyebut belum ada tindakan nyata dari pemerintah meski laporan telah disampaikan berulang kali.
Camat Kuta Utara, I Putu Eka Permana, membenarkan adanya sejumlah titik banjir di kawasan Dalung Permai. Ia menyebut Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) telah melakukan kajian terkait penanganan di wilayah Blubuh Sari.
“Sudah sempat dilakukan kajian, kemungkinan akan dibuatkan sodetan atau langkah teknis lainnya,” jelasnya.
Sementara itu, banjir di Jalan Wayan Gentuh disebut disebabkan oleh luapan air sungai. Kondisi tersebut diduga akibat pendangkalan karena sedimentasi serta penyempitan alur sungai.
Pihak kecamatan berencana menurunkan tim untuk melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap kondisi sungai. “Informasi sementara terjadi penyempitan alur sungai di bagian selatan, di belakang Kampus Mapindo,” tambahnya.
Sebagai langkah sementara, pihaknya telah meminta petugas kebersihan desa untuk melakukan pengecekan dan pembersihan saluran air guna mengantisipasi adanya sumbatan akibat sampah.