Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Hujan Gerimis Khusukkan Peringatan HUT ke-73 RI di Gianyar

UPACARA - Pelaksanaan upacara peringatan Peringatan detik-detik Proklamasi di Gianyar

BALI TRIBUNE - Pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Gianyar dipimpin Dandim 1616/Gianyar, Lekol Kavaleri Asep Noer Rokhmat, SE. Di Lapangan Astina Gianyar, Jumat, (17/8). Peringatan detik-detik proklamasi, tepatnya pukul 10.00 WIB ditandai dengan suara sirene dan kulkul di tengah hujan gerimis . Dilanjutkan dengan pembacaan naskah Proklamasi oleh Ketua DPRD Kabupaten Gianyar, I Wayan Tagel Winarta. Upacara tersebut dihadiri pula Wakil Bupati Gianyar periode 2003-2008, Dewa Putu Wardana, mantan Sekda Gianyar, Anak Agung Raka, Pimpinan DPRD beserta anggota, Sekdakab Gianyar, I Made Gede Wisnu Wijaya, Anggota Forkopimda, Kepala Kejaksaan Negeri Gianyar, Ketua Pengadilan Negeri Gianyar, para veteran, penglingsir puri dan pejabat di lingkungan Pemkab Gianyar. Dimana selaku peserta upacara ialah PNS Pemkab Gianyar, TNI/Polri, PGRI dan para pelajar. Usai pelaksanaan upacara, Dandim 1616/Gianyar, Lekol Kavaleri Asep Noer Rokhmat, SE mengatakan, dengan tema Kerja Kita Prestasi Bangsa, jadi kita punya andil dengan kemajuan bangsa. Untuk itu diperlukan kerja keras setiap orang, sehingga setiap orang memberikan andil untuk prestasi bangsa. “Semua orang memiliki peran di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegas Lekol Kavaleri Asep Noer Rokhmat, SE. Sebelumnya juga dilaksanakan penyerahan hadiah bagi pemenang lomba-loma serangkaian memperingati HUT ke-73 Republik Indonesia yang melibatkan seluruh OPD di Lingkungan Pemkab Gianyar, kalangan pelajar dari tingkat TK sampai SMA/SMK serta organiasi olahraga Bola Volly dan Tenis lapangan. Acara dilanjutkan dengan resepsi di Balai Budaya Gianyar diawali pemberian remisi kepada sejumlah narapidana, penyerahan bingkisan kepada veteran serta pemotongan tumpeng. Pada kesempatan itu, Dandim 1616/Gianyar, Letkol Kalvari Asep Noer Rokhmat, SE mengajak semua pihak untuk memaknai kembali arti kemerdekaan yang merupakan pemersatu sebagai Bangsa Indonesia. Hal ini untuk memupuk kembali semangat nasionalisme, serta mengingatkan kita bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk. Untuk itu, sikap menjunjung tinggi keberagaman dan menghargai perbedaan sangat dibutuhkan dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa di tengah era globalisasi dan keterbukaan saat ini. Ketua Panitia Perayaan, I Wayan Suardana, S.Sos., MAP mengatakan, maksud dan tujuan dari perayaan ini adalah menumbuhkembangkan semangat nasionalisme seluruh masyarakat di Kabupaten Gianyar. Selain itu juga untuk meningkatkan persatuan, kebersamaan para ASN dan segenap Karyawan/Karyawati di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar.. Sebelumnya, pada Kamis, (16/8) malam, juga dilaksanakan renungan suci di Taman Makam Kerta Kertya Mandala yang diikuti pegawai di Lingkungan Pemkab Gianyar. Serta, Jumat, (17/8) sore juga dilaksanakan Upacara Penurunan Bendera di Lapangan Astina Gianyar.  

wartawan
redaksi
Category

Perkuat Tata Kelola Digital, Pemkab Tabanan Gelar Monev OpenSID di 133 Desa

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah desa se-Kabupaten Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmen dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi OpenSID yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Berbulan-Bulan Tak Berfungsi, Traffic Light Depan MPP Bangli Akhirnya Diperbaiki

balitribune.co.id I Bangli - Sempat berbulan- bulan tidak berfungsi, akhirnya lampu traffic light di depan kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) di perbaiki petugas Dinas Perhubungan Bangli. Kini lampu pengatur arus lalin telah berfungsi secara normal. 

Baca Selengkapnya icon click

Angker, Rumah Jabatan Ketua DPRD Buleleng Tidak Ditempati

balitribune.co.id I Singaraja - Sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya tidak menempati fasilitas rumah jabatan yang disediakan pemerintah daerah. Hal itu bukan tanpa alasan, selain kondisi bangunan tidak layak huni, sudah sejak lama rumah yang dibangun pada zaman Belanda itu di kenal angker di kalangan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.