Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Hujan Lebat Picu Bencana Longsor di Rendang

Bali Tribune/ LONGSOR – Petugas dari BPBD Karangasem dan Dinas PUPR Karangasem tampak membersihkan tanah longsoran yang menutup sebagian jalan.

balitribune.co.id | Amlapura - Hujan lebat yang mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Karangasem, Minggu dini hari lalu, mengakibatkan bencana longsor di sejumlah titik. Di Jalan Raya Batusesa, Desa Menanga, Kecamatan Rendang, tebing setinggi empat meter di sisi kiri jalan jalur menuju Pura Besakih, longsor dan menutup akses jalan di jalur tersebut. Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, kepada koran ini, Senin (4/11) menjelaskan, titik longsor berada di dekat tikungan di jalur menuju Pura Besakih. “Kami sudah luncurkan anggota untuk melakukan penanganan lanjutan, pas peristiwa longsor itu terjadi anggota sudah melakukan penanganan, namun hari ini (Senin kemarin,red) anggota kembali melakukan penanganan lanjutan untuk membersihkan material longsoran,” tegas Ida Bagus Ketut Arimbawa. Untuk membersihkan material longsoran yang menutup hampir seluruh badan jalan tersebut, pihaknya dibantu petugas dari Bina Marga Dinas PUPR, Karangasem. Senin kemarin akses jalan alternatif menuju Pura Besakih tersebut sudah normal dan bisa dilalui kendaraan warga dan pemedek menuju Pura Besakih. Sementara itu, sehari sebelumnya hujan lebat juga telah membuat senderan di akses jalan menuju Pura Penataran Agung Nangka, Desa Buana Giri, Kecamatan Bebandem, jebol cukup panjang. Padahal senderan jalan tersebut baru beberapa hari selesai dikerjakan oleh pelaksana proyek. I Wayan Berit, salah satu pembawa material ke lokasi proyek, Senin kemarin mengatakan, senderan jalan tersebut jebol setelah diguyur hujan dan terjang banjir. “Ini jebol waktu hujan lebat kemarin! Kasihan pelaksana proyek ini mengalami kerugian cukup besar, senderan puluhan meter yang baru selesai dikerjakan malah jebol. Kalau umpama ini dikerjakan ulang pasti akan memakan biaya cukup besar,” ungkapnya. Sementara itu, Pengawas Proyek, I Wayan Suteja membenarkan terkait jebolnya senderan jalan yang belum lama selesai dikerjakan tersebut. Diakuinya jika sejak tiga hari terakhir ini hujan turun sangat lebat yang mengakibatkan senderan jalan tersebut jebol. “Tengah diupayakan untuk perbaikan oleh pihak pelaksana proyek. Semoga cuaca lebih bersahabat sehingga pengerjaan proyek ini berjalan lancar,” harapnya.

wartawan
Redaksi
Category

Rekayasa Lalu Lintas Kerobokan Kelod Pangkas Waktu Tempuh 78%, Kecepatan Melonjak 5 Kali Lipat

balitribune.co.id | Mangupura - Rekayasa lalu lintas di wilayah Kerobokan Kelod menunjukan hasil yang signifikan, berdasarkan hasil pemodelan jaringan lalu lintas menggunakan PTV VISUM oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Badung untuk skenario penerapan rekayasa lalu lintas satu arah, diperoleh kinerja jaringan sebagai berikut, waktu tempuh rata-rata sebelum rekayasa lalu lintas sekitar 19,8 menit, sedangkan setelah rekayasa lalu

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

ACK Bualu Terbakar Hebat, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

ACK Bualu Terbakar, Kerugian Ratusan Juta

 

balitribune.co.id | Denpasar - Kebakaran hebat melanda outlet Ayam Crispy Krunchy (ACK) Bualu yang berlokasi di Jalan Kurusetra, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Badung, pada Selasa (20/1) pukul 13.15 WITA. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, musibah ini mengakibatkan kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bobol 10 SD di Jembrana, Pencuri Spesialis Laptop dan Proyektor Diringkus Polisi

balitribune.co.id | Negara - Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jembrana berhasil membekuk DS, seorang spesialis pencurian barang inventaris sekolah yang telah meresahkan wilayah Bali. Pria asal Kabupaten Tabanan ini diketahui telah menyasar sedikitnya 10 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Jembrana dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Baca Selengkapnya icon click

LSD Serang Sapi, Distan Buleleng Perketat Karantina

balitribune.co.id | Singaraja - Virus Lumpy Skin Disease (LSD) resmi terdeteksi di Kabupaten Buleleng. Dua ekor sapi di Kecamatan Gerokgak ditemukan terindikasi terjangkit penyakit kulit infeksius tersebut. Menanggapi temuan ini, Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng bergerak cepat dengan menerapkan karantina wilayah di lokasi terdampak.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.