Hujan Lebat, Tiga Rumah di Sidemen Hancur Tertimpa Pohon | Bali Tribune
Bali Tribune, Selasa 21 September 2021
Diposting : 21 July 2020 19:18
Husaen SS. - Bali Tribune
Bali Tribune / Pohon tumbang di desa Sinduwati, Sidemen hancurkan tiga rumah

balitribune.co.id | Amlapura - Hujan lebat yang melanda sejumlah wilayah di Karangasem memicu terjadinya bencana, di Desa Sinduwati, Kecamatan Sidemen, sebuah pohon belalu berukuran besar tumbang dan menimpa tiga rumah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, hanya satu orang penghuni rumah mengamai luka ringan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun koran ini di lokasi kejadian, Selasa (21/7/2020), menurut sejumlah warga termasuk korban mengatakan jika sebelumnya memang terjadi hujan yang cukup lebat. Dan hari itu sekitra pukul 09.00 Wita, warga utamanya korban mendengarkan suara gemeretak yang disertai dengan suara hantaman keras.

“Saya kira itu suara petir, begitu saya mau keluar dari dalam rumah, atap rumah saya sudah hancur dan kepala saya kena pecahan genting,” ungkap Sugeng, korban sekaligus pemilik bangunan rumah yang kerusakannya paling parah.

Lanjut begitu dirinya berhasil keluar rumah, dia mendapati atap rumahnya sudah hancur tertimpa batang dan ranting pohon setinggi 30 meter tersebut. Tidak hanya rumahnya, dua rumah lainnya milik tetangganya masing-masing rumah milik Abdullah dan Tumiran kondisi atapnya juga rusak tertimpa ranting dan batang pohon yang tumbang tersebut. Dalam hitungan menit, sejumlah warga di Kampung Sindu Punia dan Kamung Sindu, Desa Sinduwati berdatangan kelokasi kejadian untuk membantu korban.

“Kalau angin kencang sih tidak ada, cuman sempat turun hujan lebat. Mungkin akar pohon belalu yang tumbang ini tidak terlalu dalam, sehingga karena tanahnya gembur tidak kuat menahan berat pohon sehingga pohon ini tumbang,” kata Sugeng. Selain menghancurkan rumahnya, satu unit sepeda motor Honda Tiger yang terparkir di dekat kamar mandi juga hancur tertimpa pohon tersebut.

“Motor, juga TV dua hancur terkena runtuhan bangunan. Kalau ditotal kerugian saya hampir 100 Juta Rupiah. Tadi sih sudah ada dari bapak kepolisian dan dari BPBD yang datang untuk mengecek dan mendata kerusakan, semoga kami mendapatkan bantuan untuk perbaikan rumah dari pemerintah,” harapnya. Sugeng sendiri bersama istrinya masih bingung akan tinggal dimana, lantaran rumah satu-satunya miliknya tersebut sudah hancur dan tidak bisa ditempati. Selain atapnya yang hancur, tembok dinding di beberapa kamar juga sudah hancur dan roboh.